Vaksinasi Kepri Sudah 92,15 Persen, Warga Diajak Lebih Peduli

  • Whatsapp
Data Kementerian Kesehatan pada 18 November 2021, vaksinasi dosis pertama di Kepri sudah mencapai 92,15 persen atau 1.456.852 orang.

Tanjungpinang (SentraBerita.com) – Dinas Kesehatan Provinsi Kepri mengajak masyarakat Kepri untuk lebih peduli dengan penanganan Covid-19 di Provinsi Kepri. Salah satunya dengan mengajak masyarakat yang belum vaksin Covid-19 untuk divaksin.

“Kita minta masyarakat ikut peduli, jika ada orang sekitarnya belum vaksin diingatkan dan diajak untuk vaksin,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri, Muhd Bisri di Tanjungpinang, Rabu 17 November 2021.

Sasaran vaksinasi di Kepri menargetkan total 1.581.035 orang. Terdiri dari 1.143.230 target masyarakat umum dan rentan, 207.663 anak usia 12-17 tahun, 128.893 petugas publik, 87.128 lansia, dan 14.121 SDM kesehatan.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan pada 18 November 2021, vaksinasi dosis pertama di Kepri sudah mencapai 92,15 persen atau 1.456.852 orang. Sedangkan dosis kedua baru tercapai 72,64 persen atau 1.148.465 orang.

Dari capaian vaksinasi tersebut, baru SDM kesehatan dan petugas publik yang telah mencapai, bahkan melebihi target. Vaksinasi pada SDM kesehatan sudah menyasar 20.439 dosis pertama atau 144,74 persen dan dosis kedua 19.661 atau 139,23 persen.

Kemudian vaksinasi pada petugas publik sudah mencapai 499.645 dosis pertama atau 387,64 persen. Sedangkan dosis kedua sudah mencapai 424.159 atau 329,08 persen.

Sementara vaksinasi dosis pertama target lansia di Kepri baru tercapai sekitar 70,18 persen. Dari target 87.128 lansia, vaksinasi dosis pertama baru menyasar 61.148 orang. Sementara capaian vaksinasi dosis kedua baru menyasar 45.583 lansia atau sekitar 52,32 persen.

Capaian vaksinasi anak usia 12 sampai 17 tahun juga masih rendah. Dari target 207.663 anak, vaksinasi dosis pertama baru menyasar 159.855 anak atau sekitar 76,98 persen. Sedangkan vaksinasi dosis kedua baru menyasar 126.254 anak atau 60,80 persen dari target sasaran.

Sementara untuk target masyarakat umum dan rentan, capaian vaksinasi dosis pertama baru 711.610 atau sekitar 62,61 persen. Untuk dosis kedua baru mencapai 528.994 atau 46,60 persen.

Bisri mengatakan, guna mendorong percepatan vaksinasi Covid-19 di Provinsi Kepri, pemerintah tak bisa sendiri. Dukungan masyarakat sangat penting dalam mempercepat terbentuknya kekebalan komunal tersebut di Kepri.

“Bahkan sosialisasi dan ajakan dari mulut ke mulut dirasa cukup optimal untuk membuat orang lain yakin untuk di vaksin,” jelas Bisri.

Meski capaian vaksinasi di beberapa target sasaran masih rendah, namun Gubernur Kepri Ansar Ahmad meminta petugas untuk tidak memaksa vaksin. Terutama kepada para lansia yang tidak ingin divaksin, karena tidak baik.

“Kalau tidak mau, petugas kesehatan harus tahu alasannya apa. Jangan memaksanya, melainkan beri pemahaman,” katanya.

Ansar mengatakan, jika lansia tersebut sudah diberi pemahaman tentang vaksin tetap tidak mau disuntik, maka petugas tidak perlu memaksanya. Petugas harus terus bekerja untuk menyuntik vaksin lansia yang lain.

“Masih banyak (lansia) yang mau disuntik, tentu itu harus diutamakan,” katanya.

Ansar mengemukakan Satgas Penanganan Covid-19 Kepri terus berupaya meningkatkan jumlah lansia untuk divaksin. Karena itu salah satu indikator yang mempengaruhi level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Saat ini Kepri masih bertahan pada level I PPKM. Namun persentase lansia yang sudah divaksin masih perlu ditingkatkan.

“Pusat menerima laporan vaksinasi untuk lansia masih relatif rendah karena itu kami akan meningkatkannya,” katanya.

Ansar mengatakan kendala-kendala yang dihadapi dalam melakukan vaksinasi untuk lansia harus terjawab. Pemprov Kepri pun tidak dapat menangani permasalahan ini sendiri, melainkan butuh sinergisitas antara pemerintah kabupaten dan kota.

“Kami segera diskusikan permasalahan ini dengan bupati dan wali kota untuk memperoleh jawaban atau solusi,” katanya. (zak)

Baca juga: Capaian Vaksinasi Batam 86,83 Persen

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *