Vaksin COVID-19 Pengaruhi Siklus Menstruasi? Begini Kata Ahli!

  • Whatsapp

Kita tahu, semakin banyak orang yang mendapat vaksin COVID-19 berarti semakin besar peluang untuk segera mengakhiri pandemi. Meski demikian, ketakutan dan ketidakpercayaan pada vaksin COVID-19 terus terjadi. Salah satu hal yang menyebabkan kekhawatiran tersebut adalah efek sampingnya pada siklus menstruasi.

Survey tentang Efek Samping COVID-19 pada Menstruasi




Pembalut Kain
Pembalut Kain/ Foto: Pexels.com/Karolina Grabowska

Menurut kabar yang beredar baik di dalam maupun luar negeri, sejumlah perempuan mengalami masa menstruasi yang lebih menyakitkan setelah mendapat suntikan vaksin COVID-19. Keluhan yang juga terjadi di antaranya yaitu siklus menstruasi tertunda atau tidak teratur, aliran lebih deras atau lebih ringan, hingga peningkatan kram.

The Sunday Times pada 17 Mei 2021 melaporkan bahwa beberapa perempuan menyampaikan keluhan kepada Medicines and Healthcare products Regulatory Agency (MHRA) tentang efek samping berupa perubahan siklus menstruasi usai vaksin. Dengan rincian, sebanyak 2.734 orang disuntik dengan vaksin Oxford-AstraZeneca, 1.158 dengan vaksin Pfizer, dan 66 orang dengan vaksin Moderna.

Dr Kate Clancy, seorang antropolog medis AS, berbagi pengalamannya di Twitter, merinci bagaimana menstruasi datang lebih awal dan jauh lebih berat dari biasanya setelah mendapat vaksin Moderna. Beberapa orang menanggapinya dengan pengalaman serupa, termasuk mereka yang biasanya tidak mengalami menstruasi seperti perempuan pasca-menopause dan pria trans.

Ragam Kemungkinan Sebab Mengapa Vaksin COVID-19 Pengaruhi Menstruasi




Menstrual Cup
Menstrual Cup/ Foto: Pexels.com/Nataliya Vaitkevich

Variasi dalam laporan yang telah disebutkan di atas adalah salah satu alasan sulitnya menentukan apakah perubahan siklus menstruasi pasti terkait dengan vaksin.

Melansir Glamour UK, penelitian tentang ini masih berlangsung. Pertama, untuk mencari tahu apakah ini adalah efek samping yang umum, dan seberapa umum. Kedua, mencari petunjuk kemungkinan lain. Misalnya, sistem kekebalan mempengaruhi hormon seks dan hormon seks mempengaruhi sistem kekebalan tubuh sehingga mungkin saja terjadi perubahan siklus menstruasi karena adanya perubahan rasio estrogen dan progesteron. Misalnya lagi, peradangan di seluruh tubuh setelah vaksin mempengaruhi sel-sel kekebalan di lapisan rahim sehingga berefek pada menstruasi.

Emma Cannon, seorang pakar kesuburan menduga bahwa hidup dalam pandemi, dengan semua peristiwa kehidupan dan stres yang dibawanya, bisa jadi faktor utama. Emosi seperti takut, kaget dan sedih, serta kurang aktivitas dapat mengganggu siklus menstruasi. Itu karena kadar kortisol yang tinggi, yang dihasilkan saat stres, dapat mengubah siklus menstruasi.

Vaksin COVID-19 untuk Perempuan Hamil atau Dalam Program Hamil




Perempuan Hamil
Perempuan Hamil/ Foto: Pexels.com/SHVETS production

Perempuan yang sedang menjalani program hamil dapat divaksin dengan salah satu vaksin yang disetujui untuk kelompok usia mereka. Dalam sebuah uji klinis di Inggris menunjukkan bahwa vaksinasi tidak mengurangi kemungkinan hamil. Perempuan hamil akan ditawari vaksin Pfizer atau Moderna, karena reputasi keamanannya. Studi-studi ini telah menunjukkan bahwa tidak ada peningkatan angka keguguran, kelahiran prematur atau kelainan bawaan yang terkait dengan vaksin.

Penting diketahui juga bahwa mekanisme yang mempertahankan lapisan rahim selama kehamilan berbeda dengan mekanisme yang mempertahankannya selama siklus menstruasi. Jadi, kalaupun ada perubahan menstruasi karena vaksin, bukan berarti vaksin tersebut juga akan menyebabkan pendarahan selama kehamilan.

Saran untuk Kamu yang Khawatir akan Efek Vaksin COVID-19 pada Menstruasi




Ilustrasi kram perut saat menstruasi
Nyeri Haid/ Foto: Pexels.com/Polina Zimmerman

Menurut Dr. Janice Johnston, direktur Redirect Health, tidak perlu takut divaksin. Sebagaimana yang dilansir dari Get The Gloss, Dr. Janice mengatakan bahwa tubuh setiap orang berbeda, jadi wajar jika masing-masing orang menunjukkan reaksi berbeda terhadap vaksin. Lagipula, efek sampingnya lebih kecil dan minim jika dibanding konsekuensi yang harus ditanggung jika tidak divaksin.

Selain itu, Glamour UK menyebutkan bahwa orang-orang yang mendapat efek samping vaksin COVID-19 pada siklus menstruasi biasanya berlangsung selama satu hingga dua bulan. Jadi, ini adalah efek jangka pendek dan tidak akan menyebabkan masalah dengan kesuburan di kemudian hari.

Jika tampak ada perubahan sementara pada menstruasi setelah menerima vaksin, jangan panik, semuanya akan kembali normal pada siklus menstruasi berikutnya. Jika perubahannya tetap ada, konsultasikan dengan dokter atau ginekolog.

Buat yang masih muda, siklus menstruasi yang tidak teratur dari waktu ke waktu adalah hal yang normal, baik divaksin atau tidak. Namun, jika siklus menstruasi tetap tidak teratur, atau ada sesuatu yang mengganggu, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter.

Jika ada yang mengalami pendarahan setelah menopause, sebaiknya segera konsultasi dengan dokter. Pendarahan pasca-menopause dapat menjadi tanda pertama dari masalah kesehatan yang serius, jadi jangan diabaikan.

Cara Mengembalikan Siklus Menstruasi yang Tidak Teratur




Pembalut Konvensional
Pembalut Konvensional/ Foto: Pexels.com/Polina Zimmerman

Agar siklus menstruasi kembali teratur, dokter kulit dan hormon integratif Terry Loong menyarankan untuk meningkatkan perawatan diri di sekitar waktu vaksin dan sesudahnya.

Makan banyak makanan bergizi sehat untuk meningkatkan detoksifikasi, antioksidan, dan kekebalan. Makan lemak sehat yang baik, protein berkualitas baik, dan serat yang baik untuk hormon. Hindari alkohol yang memperlambat detoksifikasi hati. Optimalkan tidur, kelola stres, dan jaga kesehatan mental. Pantau siklus bulanan dan perhatikan olahraga, pekerjaan, serta komitmen pribadi terutama dalam fase luteal (pramenstruasi) yakni fase yang sebaiknya digunakan untuk berefleksi dan menenangkan diri untuk menjaga energi.

(arm2/arm2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *