Usman Jalil, Pria Lulusan SD Asal Jambi yang Sukses Bikin Helikopter dari Bahan Bekas – SentraBerita.com

  • Whatsapp

Indonesia sejatinya tak pernah kekurangan orang pintar. Mereka berinovasi membuat sesuatu bahkan sampai diakui oleh dunia. Kita ambil contoh Almarhum BJ Habibie yang sempat sukses merintis pesawat N250 dan bikin bangga. Hal itu sejatinya jadi bukti kalau orang Indonesia memang punya potensi luar biasa jika mau berkembang.

Nah, satu lagi bukti kemampuan orang Indonesia dalam berinovasi. Di Jambi, ada seorang kakek yang ternyata sukses bikin helikopternya sendiri. Uniknya, kakek tersebut ternyata hanya lulusan SD dan tak pernah merasakan perguruan tinggi atau sekolah keilmuan. Lalu benarkah hal itu? Biar gak penasaran, simak ulasan berikut.

Lulusan SD yang ingin bikin helikopter

Umumnya untuk membuat pesawat terbang ataupun helikopter, tentunya dibutuhkan sekolah yang tinggi terlebih dahulu. Pasalnya tidak mudah untuk membuat kendaraan udara dan butuh modal yang banyak. Namun hal itu rupanya tak berlaku bagi Usman Jalil, pria yang berumur 65 tahun asal Jambi yang sukses bikin helikopter sendiri.

Usman Jalil [sumber gambar]

Bagaimana tidak, pasalnya Usman Jalil ini ternyata hanya tamatan SR atau sekolah rakyat, kalau sekarang setara dengan SD. Namun siapa sangka kalau dirinya sudah sempat membuat helikopter dengan bahan dasar rotan dan gergaji pada tahun 1997 dan beberapa waktu yang lalu bikin lagi yang berbahan barang bekas. Uniknya semua kemampuannya dalam pembuatan helikopter dipelajari secara otodidak.

Alasannya pembuatannya ternyata sederhana

Lalu kenapa Usman Jalil sampai rela membuat helikopternya sendiri? Ternyata sederhana, karena ingin dengan mudah bisa sampai ke dalam hutan. Dilansir dari laman Merdeka, ketika dirinya bekerja sebagai pemotong kayu, dia sempat kebingungan supaya bisa sampai cepat ke hutan tanpa jalan jauh.

Alasan sederhana [sumber gambar]

Dengan bermodal pengetahuannya akan permesinan maka dirinya berencana membuat helikopter, kendaraan yang dianggap mudah masuk ke hutan. Butuh beberapa tahun dalam menyelesaikan helikopternya itu dan tentu sudah berulang kali mengalami kegagalan. Namun Usman Jalil tak mau menyerah dan terus mengembangkan helikopter buatannya sendiri hingga sampai sekarang ini.

Semua bagian dari helikopternya dari bahan bekas

Jangan dikira kalau bahan yang dipakai oleh Usman Jalil ini dalam pembuatan helikopter berasal dari luar negeri. Sebaliknya, dia ternyata memanfaatkan barang bekas sebagai bahan dasarnya. Besi-besi tua dan kerangka mobil dipakai untuk membuat bodi dari helikopter. Nah, dua unit kendaraan bermotor dipakai sebagai mesin penggerak dan baling-baling buat helikopter ini.

Dari bahan bekas [sumber gambar]

Semua disusun dalam waktu tiga bulan, berbekal pengalaman kegagalan dalam eksperimen sebelumnya sehingga cepat rampung pengerjaan helikopternya. Namun demikian, Usman Jalil mengaku sudah habis sekitar Rp 35-40 juta dalam proyek ini, uang tersebut didapatkan dari penjualan depot air. Tapi semua terbayar karena helikopternya bisa rampung seperti sekarang.

Dulu dirinya sama sekali tidak didukung bahkan diremehkan

Tentu perjalanan Usman Jalil dalam membuat helikopternya ini tak melulu berjalan mulus. Bahkan dulu dirinya sempat tak didukung oleh keluarganya sendiri. Terutama dari anak dan menantunya, dia sering dimarahi karena dianggap membuang-buang uang untuk membuat helikopter. Sedangkan para tetangga juga sempat meremehkan apa yang dilakukan oleh Usman Jalil ini.

Sempat diremehkan [sumber gambar]

Namun bukannya bikin ciut nyali, malah membuat Jalil jadi tambah semangat mengembangkan proyeknya. Meskipun banyak kekurangan dan tak bisa dibandingkan dengan helikopter canggih, namun fakta kalau kendaraan ini bisa terbang sudah bikin salut. Bahkan ada beberapa orang yang ingin dibuatkan barang serupa oleh Usman Jalil karena juga ingin punya helikopter sendiri.

Bikin salut ya, perjuangan dari Usman Jalil dalam mewujudkan cita-citanya untuk punya helikopternya sendiri. Meskipun awalnya diremehkan, namun siapa sangka hal itu malah jadi motivasi diri. Tak peduli berlatar belakang pendidikan apa, selama punya kemauan semua pasti bisa.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *