Umrah WNI Diperkirakan November, Persiapan Mulai dari Booster hingga Visa Khusus

  • Whatsapp
Umrah WNI Diperkirakan November, Persiapan Mulai dari Booster hingga Visa Khusus
Jemaah umrah Indonesia kloter 3 tiba di hotel di Makkah, Minggu (8/11/2020). Foto: Kementerian Haji Arab Saudi

Umat Muslim Indonesia menyambut kabar terbaru mengenai umrah dengan sukacita. Pasalnya, jemaah asal Indonesia akan diizinkan untuk menjejakkan kaki lagi di Tanah Suci setelah terhenti sejak Februari 2021, meskipun tanggal keberangkatan belum bisa dipastikan.

Konsul Jenderal (Konjen) KJRI Jeddah, Eko Hartono, mengatakan belum ada tanggal pasti kapan umrah bisa terlaksana. Dia hanya memperkirakan pengiriman jemaah dapat dilaksanakan November mendatang.

Bacaan Lainnya
Umrah WNI Diperkirakan November, Persiapan Mulai dari Booster hingga Visa Khusus (1)
Petugas di Masjidil Haram memindai izin umrah jemaah di aplikasi Tawakkalna. Foto: Kementerian Haji Arab Saudi

Hal ini disebabkan beberapa hal yang harus diselesaikan sebelum keberangkatan. Mulai dari penyelarasan aplikasi PeduliLindungi RI dengan aplikasi Tawakkalna Arab Saudi hingga vaksinasi booster atau suntikan ketiga dengan vaksin yang digunakan di Saudi (AstraZeneca, J&J/Janssen, Pfizer, dan Moderna).

“Intinya, sampai sekarang sertifikat vaksin Indonesia yang ada di PeduliLindungi masih belum bisa dibaca di Saudi. Ini yang jadi persoalan dan diselesaikan tim teknis kedua pihak,” jelas Eko kepada kumparan, Senin (11/10/2021).

Ia berharap proses tersebut dapat segera diselesaikan dengan perkiraan waktu 1-2 pekan ke depan.

“Plus, selain koordinasi atau bagaimana menyelaraskan aplikasi, ada juga ketentuan [vaksinasi dosis] booster. Ini harus diberikan 14 hari sebelum keberangkatan,” ungkap Eko.

Umrah WNI Diperkirakan November, Persiapan Mulai dari Booster hingga Visa Khusus (2)
Konjen RI Jeddah, Eko Hartono meninjau jemaah umrah asal Indonesia yang baru tiba di Bandara Jeddah, Arab Saudi, sebelum pandemi. Foto: Dok. KBRI Arab Saudi

“Kira-kira, 14 hari sebelumnya harus booster, kemudian sertifikat harus selesai, kemudian nanti jemaah harus aplikasi (mendaftar) visa umrah. Overall, mungkin paling tidak, perkiraan saya pribadi itu sekitar 3 mingguan dari sekarang,” lanjutnya.

Menurut perhitungan Eko, sekitar tiga pekan ke depan, Indonesia baru akan bisa mengirimkan jemaah umrah. Namun, hal ini tentunya masih belum bisa dipastikan, karena masih tergantung penyelesaian penyelarasan aplikasi tracking COVID-19 milik kedua negara.

“Kira-kira awal November dari sekarang, kita berharap mudah-mudahan awal November bisa berangkat, jika semuanya lancar,” harap Eko.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *