Tingkatkan Kesadaran, Ketahui 5 Ciri Pelaku Pelecehan Seksual

  • Whatsapp

Ladies, akhir-akhir ini beredar pelaku pelecehan seksual yang berasal dari kalangan public figure. Pelecehan seksual memang tidak bisa dibela, apapun bentuknya. Pelecehan tidak terjadi karena jenis pilihan pakaian perempuan. Setiap wanita beresiko mendapatkan pelecehan. Itulah kenapa diperlukan pengetahuan akan pelaku kejadian ini. So, kita wajib tahu bagaimana ciri-ciri pelaku pelecehan seksual. Ini dia 5 cirinya yang harus kamu tahu:

Mereka adalah orang yang manipulatif

Bacaan Lainnya





pelecehan seksual/sumber:pexels.com

Kebanyakan pelaku seksual punya kepribadian manipulatif. Mereka pandai bicara dan bisa mengarahkan korbannya untuk berpikir bahwa mereka tidak salah. Mereka pun sangat mudah merayu korban-korbannya untuk jatuh ke pelukannya. Mereka menggunakan senjata omongan yang licin supaya korban terperangkap. 

Kebanyakan dari mereka adalah orang yang narsistik




narsistik
narsistik/sumber:pexels.com

Kebanyakan pelaku pelecehan seksual adalah orang yang bangga berlebihan terhadap diri mereka. Mereka yang narsis tidak akan pernah peduli bagaimana tanggapan orang lain terhadap dirinya. Mereka tetap percaya bahwa dirinya bisa membuat orang lain kagum. Bila korban merasa nggak nyaman dengan tindakannya, mereka akan merasa bahwa ini bukan salahnya. Ia akan merasa fisiknya bisa membuat korban takluk. 

Memiliki pandangan misoginis




pandangan misoginis
pandangan misoginis/sumber:pexels.com

Pandangan misoginis adalah anggapan yang menyatakan bahwa gender lain lebih lemah daripada gendernya. Misalkan saja anggapan seorang pria yang bilang bahwa wanita dilecehkan karena sering keluar malam. Wah, bila salah satu temanmu punya pemikiran seperti ini, bisa jadi ia punya kesempatan untuk melakukan pelecehan seksual di kemudian hari. 

Tidak akan pernah menyalahkan perilakunya

Si pelaku pelecehan seksual tidak akan pernah mau mengakui kesalahannya sendiri. Ia akan merasa bahwa tindakannya ini wajar. Bila disalahkan, ia cenderung bilang khilaf dan berlindung di balik alasan mabuk. Pelaku pelecehan akan tetap mempertahankan harga dirinya karena ia merasa tidak salah. 

Lebih cenderung menyalahkan korban




menyalahkan korban
menyalahkan korban/sumber:pexels.com

Pria atau wanita sangat bisa melakukan pelecehan seksual. Pelaku tidak akan terbatas pada gender. Harus diperhatikan bahwa kebanyakan dari mereka cenderung menyalahkan korban. Paling parahnya, pelaku akan lari dari tanggung jawab dan merasa kejadian tersebut tidak pernah ada.

(arm2/arm2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *