Tingginya Angka Kematian Akibat Covid-19 di Yogyakarta Jadi Sorotan – SentraBerita.com

  • Whatsapp

SentraBerita.com – Ilustrasi proses pemakaman pasien Covid-19 (Istimewa)

SentraBerita.com, JAKARTA — Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menuturkan dirinya mendapat laporan tingginya angka kematian pasien positif terinfeksi virus corona pemicu Covid-19 di sejumlah rumah sakit di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) selama Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Level 4.

“Saya sudah datang ke DIY dan berbicara dengan teman-teman dokter di DIY, memang banyak yang masuknya sudah dengan saturasi rendah sehingga wafat,” kata Budi dalam Rakor Virtual Bersama Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis (29/7/2021).

Baca Juga: Astrokimia Inggris Temukan Meteor Berumur 4,6 Miliar Tahun

Dengan tingkat saturasi yang rendah itu, Budi mengatakan masyarakat DIY perlu mendapatkan akses perawatan baik di rumah sakit ataupun di fasilitas isolasi terpusat (Isoter). Dia mengatakan pihaknya bakal mengirimkan oximeter ke seluruh puskesmas di DIY.

Harapannya, oximeter itu dapat mengurangi tingkat risiko pasien yang bakal dirawat di rumah sakit. “Oximeter itu diperlukan untuk melakukan pengukuran saturasi terutama kepada warga yang sedang Isoman agar penanganannya tidak terlambat,” kata dia.

Perintah Luhut Pandjaitan

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan meminta Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk segera melakukan konversi tempat tidur pasien untuk perawatan Covid-19. Luhut beralasan langkah itu diambil lantaran data perawatan pasien Covid-19 di fasilitas kesehatan baru mencapai 2.115 pasien atau 6,1% dari total kasus aktif yang mencapai 34.732 orang.

“Padahal secara umum bisa mencapai sampai 20% pasien yang butuh dirawat di rumah sakit, sehingga situasi yang terjadi di DIY bisa menjelaskan mengapa angka kematian itu tinggi,” kata Luhut.

Baca Juga: Korea Selatan Ancamkan Sanksi Pelanggar Pembatasan Sosial

Selain itu, Luhut menambahkan, tingkat kematian di provinsi itu juga mengalami peningkatan yang signifikan sejak kapasitas keterpakaian tempat tidur menembus di angka 80%. Berdasarkan data Gugus Tugas Covid-19 DIY dari total kasus kematian akibat Covid-19 Yogyakarta mencapai 2.780 orang hingga 23 Juli lalu.

Dari total tersebut, 195 atau 7% kasus meninggal dunia tidak diketahui tempatnya. Kemudian, 695 kasus atau 25% kasus meninggal dunia di rumah atau isolasi mandiri, dan 1.890 atau 68% meninggal dunia di rumah sakit.

KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Solopos

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *