Thrifting, Berburu Barang Bekas Bermerek di Pasar Seken Jodoh

  • Whatsapp
Salah satu lapak pakaian bekas eks Singapura di Pasar Jodoh, Batam, Kepulauan Riau. (foto: gokepri/Engesti Fedro)

Batam (SentraBerita.com) – Thrifting, menjadi istilah baru di kalangan anak muda dalam beberapa tahun terakhir. Di Batam, thrifting atau mencari dan belanja barang bekas, vintage, atau seken (second), bukan barang baru lagi.

Siapa lagi pelakunya kalau bukan Gen Z atau milenial. Generasi baru ini menjadi konsumen terbesar. Berdasarkan penelitian GlobalData Retail dan thredUP, pasar pakaian bekas saja terus tumbuh hingga USD28 miliar pada 2020 dan makin bengkak menjadi USD64 miliar pada 2024.

Penelitian itu juga mengukur apa saja faktor yang mendorong pasar pakaian bekas ini. Dilansir dari New York Times, faktor itu antara lain bengkaknya biaya produksi industri fesyen yang membuat sempitnya segmen pasar karena minimnya produksi, dan generasi milenial yang makin kreatif dengan memilih fesyen bekas karena menikmati barang lama atau vintage. Salah satu situs belanja barang bekas di AS, Depop, mencatat 90 persen konsumennya adalah Gen Z.

Di Indonesia, thrifting juga menjadi bisnis. Elen, salah satunya. Wanita 21 tahun ini punya bisnis sampingan menjual pakaian bekas selain ia juga bekerja sebagai karyawan pabrik. Setiap akhir pekan dia mencari pakaian bekas bermerek di beberapa tempat, paling sering di Pasar Jodoh. Ia membatasi harga setiap barang yang ia beli maksimal Rp20 ribu.

Sudah dapat banyak, ia lalu mencuci semuanya dan menjualnya secara online di Instagram. Dia tak menjual satu, tapi secara paketan. Pelanggannya dari luar kota. Elen mengambil untung mulai dari Rp5 ribu hingga Rp20 ribu dari setiap pakaian. Setiap pekan, barangnya laris manis. “Untungnya lumayan buat bantu keluarga,” kata dia baru-baru ini.

Pasar Seken Jodoh

Bila berkunjung ke Batam jangan lupa untuk berburu barang bermerek (branded) di pasar seken Jodoh. Sebab, pasar seken Jodoh selalu menjual barang-barang seken namun berkualitas.

Beralamat di Lubuk Baja, Kota Batam, Kepulauan Riau, dengan bermodalkan Rp20 ribu sudah bisa mendapatkan baju dan celana bermerek (Branded) seperti di mal.

Setiap malam, sekitar pukul 20.00 pasar seken Jodoh selalu dibanjiri para pengunjung dari penjuru kota Batam. Bahkan ada yang jauh-jauh dari luar daerah yang datang untuk berburu barang branded dengan harga miring tersebut.

Rata-rata barang yang dijual di pasar ini harganya sangat murah. Tak jarang hanya bermodal Rp100 ribu sudah bisa membawa baju sampai dua kantung keresek penuh.

Meski begitu, ternyata masih banyak pembeli yang belum mengetahui bahwa barang yang ada di pasar ini merupakan barang branded eks dari Singapura. Walaupun seken barang-barang ini masih bagus dan masih layak untuk dipakai.

Tapi, untuk mendapatkan baju atau celana yang berkualitas baik harus ada sedikit usaha yang dikeluarkan. Sebab, pembeli harus mengaduk-aduk ratusan bahkan ribuan tumpukan pakaian yang dijajakan di sana.

Tak hanya baju, di pasar ini juga menjual barang-barang elektronik seperti AC, Handphone, TV, Speaker, serta kebutuhan rumah tangga lainnya.

“Di sini murah – murah modal Rp20 ribu dapat baju yang kualitasnya sama seperti di mal,” kata Devi, Warga Tanjung Piayu, Sabtu (23/10).

Wanita yang bekerja di PT Surya Teknologi muka kuning ini mengaku, Pasar Seken Jodoh ini sangat cocok untuk anak muda yang ingin tampil modis tanpa harus isi menguras isi dompet.

“Cocok ini harganya murah. Anak muda Batam belanja disini memang tempatnya lah,” katanya

Selain itu, di pasar ini juga menjual barang-barang elektronik seperti AC, Handphone, TV, Speaker, rise cooker kompor gas dan lain-lain. Jika beruntung Anda akan menemukan lapak ilegal yang menjual berbagai merek HP dengan harga yang tidak masuk akal murahnya. (Engesti)

|Baca Juga: Rayuan Pulau Galang di Ujung Batam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *