Terungkap! PM Inggris Tak Siap Terapkan Kebijakan Lockdown

  • Whatsapp

Jakarta, Sentra Berita Indonesia – Perdana Menteri Inggris Boris Johnson dinilai tidak punya persiapan saat menerapkan kebijakan lockdown untuk menghentikan penyebaran Covid-19 dan menyelamatkan kelompok rentan. PM Inggris ini bahkan menyangkal Layanan Kesehatan Nasional Inggris akan kewalahan menghadapi pasien yang sakit, ungkap mantan penasihat utama Johnson, Dominic Cummings, dilansir dari Reuters.

Menurut Cummings mengatakan Johnson sebenarnya tidak ingin memaksakan lockdown kedua pada musim gugur tahun lalu karena orang-orang yang kritis pada dasarnya berusia lebih dari 80 tahun. Bahkan menurut Cummings, PM Inggris ini tetap ingin bertemu Ratu Elizabeth yang berusia 95 tahun meski ada tanda-tanda virus menyebar di kantornya ketika awal pandemi.

Kala itu, masyarakat pun telah dihimbau untuk menghindari kontak yang tidak perlu terutama dengan kelompok rentan yakni lanjut usia. Penasihat politik yang menuduh pemerintah bertanggung jawab atas ribuan kematian Covid-9 yang dapat dihindari, membagikan serangkaian pesan dari Oktober yang diduga dari Johnson kepada para bawahannya.

Bahkan, Cummings mengatakan Johnson pernah bercanda tentang lansia dapat terkena Covid-19 namun hidup lama, karena kebanyakan orang yang kritis telah melewati usia rata-rata harapan hidup.

“Dan saya tidak lagi membeli semua barang NHS (National Health Service) yang kewalahan ini. Teman-teman, saya pikir kita mungkin perlu mengkalibrasi ulang.” pesan yang diklaim ditulis oleh Johnson kepada Cummings. Meski demikian tidak dapat dipastikan apakah pesan tersebut asli.

Seorang juru bicara Johnson mengatakan perdana menteri telah mengambil tindakan yang diperlukan untuk melindungi kehidupan dan mata pencaharian. Setiap keputusan pun dikatakan telah dipandu oleh saran ilmiah terbaik.

Partai Buruh oposisi Inggris mengatakan pengungkapan oleh Cummings memperkuat kasus untuk penyelidikan publik dan bukti bahwa perdana menteri telah membuat keputusan yang salah berkali-kali dan mengorbankan kesehatan masyarakat.

Cummings mengatakan kepada BBC bahwa Johnson mengatakan kepada para pejabat bahwa dia seharusnya tidak pernah menyetujui penguncian pertama dan bahwa dia harus meyakinkannya untuk tidak mengambil risiko bertemu dengan ratu.

“Aku berkata, apa yang kamu lakukan, dan dia berkata, aku akan menemui ratu dan aku berkata, apa yang kamu bicarakan, tentu saja kamu tidak bisa pergi dan melihat ratu,” kata Cummings kepada Johnson saat itu. “Dan dia berkata, dia pada dasarnya tidak memikirkannya.”

Meskipun mempertanyakan kelayakan Johnson untuk perannya sebagai perdana menteri dan mengecam perjuangan pemerintah melawan Covid-19, kritik Cummings belum secara serius menusuk peringkat pemimpin Inggris dalam jajak pendapat.

[Gambas:Video CNBC]

(hps/hps)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *