Tanggapi Aksi ‘Jokowi End Game’, Mahfud: Itu Melanggar Hukum!

  • Whatsapp

Jakarta, Sentra Berita Indonesia – Ramai ada seruan aksi turun kejalan bertajuk ‘Jokowi End Game’. Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD angkat bicara mengenai hal ini.

Ditegaskan aksi demonstrasi secara fisik yang tidak sesuai dengan protokol kesehatan akan membahayakan masyarakat luas, dan melanggar hukum. Sehingga pemerintah akan menindak tegas jika aksi ini dijalankan.

“Pemerintah menegaskan bahwa aksi demonstrasi secara fisik yang tidak sesuai dengan protokol kesehatan, membahayakan keselamatan masyarakat. Serta melanggar hukum. Pemerintah akan lakukan tindakan tegas. Kita ingin menyelamatkan masyarakat banyak mohon dukungannya,” jelasnya dalam Konferensi Pers, Sabtu (24/7).

Dia meminta kepada masyarakat banyak untuk bahu-membahu dalam upaya penanganan pandemi Covid – 19 yang sedang melonjak lagi. Pemerintah juga akan berupaya merangkul kebersamaan antar golongan masyarakat supaya bisa menjaga ketertiban dan keamanan bersama.

“Diharapkan tetap tenang dan menjaga ketertiban dan keamanan kami akan bekerja sama dengan tokoh masyarakat membangun kebersamaan membangun covid tanpa ada kotak-kotak politik,” katanya.

“Kami akan terus bekerja sama dengan tokoh masyarakat, tokoh agama untuk membangun kebersamaan dalam menangani pandemi,” jelasnya.

Sebelumnya dalam upaya mengantisipasi demo itu, otoritas juga sudah menutup sejumlah jalan di Jakarta.

Dari pantauan Jalan Medan Merdeka Barat dan Jalan Medan Merdeka Utara ditutup dengan barrier. Pagar berduri juga tampak disiagakan.

Sementara itu, Polda Metro Jaya menyatakan bahwa sebanyak 3.385 personel gabungan dikerahkan untuk melakukan pengamanan aksi itu. Mereka terdiri dari personel gabungan kepolisian, TNI, serta pemda itu telah bersiaga sejak pukul 07.00.

Karo Ops Polda Metro Jaya Kombes Marsudianto mengatakan ribuan personel itu dikerahkan di beberapa titik untuk melakukan pengamanan. “(Dikerahkan) di sekitaran Monas kemudian sampai di sekitar DPR juga,” ujarnya kepada wartawan.

Sementara itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria meminta masyarakat tak menggelar demo. Ia khawatir aksi turun ke jalan yang memicu kerumunan berpotensi menyebarkan virus corona (Covid-19)

“Perlu dipahami, ini sekarang lagi masa pandemi, kalau ada demo nanti terjadi kerumunan, kalau ada kerumunan ada interaksi, maka terjadi penularan,” kata Riza di Balai Kota Jakarta, Jumat (23/7/2021) malam, dikutip dari Sentra Berita.

[Gambas:Video CNBC]

(mij/mij)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *