Survei BI: Pembiayaan Korporasi Melambat pada Juni 2021

  • Whatsapp

Jakarta, Sentra Berita —

Survei Bank Indonesia (BI) menyatakan pembiayaan korporasi pada Juni 2021 cenderung melambat daripada bulan sebelumnya.

Direktur Eksekutif sekaligus Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono mengatakan hal ini tercermin dari hasil survei bank sentral pada indikator Saldo Bersih Tertimbang (SBT).

“Dengan SBT Juni 2021 sebesar 12,8 persen lebih rendah dari 16,1 persen pada Mei 2021,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (16/7).

Ia menuturkan terdapat indikasi penurunan kebutuhan pembiayaan pada beberapa sektor karena menurunnya kegiatan operasional dipicu lemahnya permintaan domestik. Meliputi, sektor konstruksi, transportasi dan pergudangan, penyediaan makan dan minum, serta informasi dan komunikasi.

Sementara, sejumlah sektor korporasi mengalami kenaikan kebutuhan pembiayaan untuk mendukung aktivitas operasional, mendukung pemulihan pasca era new normal, dan membayar kewajiban yang jatuh tempo. Pemenuhan kebutuhan pembiayaan tersebut utamanya masih berasal dari dana sendiri sebesar 52,9 persen dari responden.

“Namun, terindikasi peningkatan preferensi untuk menambah pinjaman perbankan dalam negeri dan pinjaman dari perusahaan induk,” imbuh Erwin.

Sektor-sektor tersebut meliputi, industri pengolahan, jasa keuangan, dan pertambangan. Korporasi yang memilih menggunakan pendanaan internal mempertimbangkan kemudahan dan kecepatan memperoleh dana (68 persen), optimalisasi fasilitas eksisting (13,3 persen), dan menghindari risiko nilai tukar (9,3 persen).

Sementara itu, bank sentral memprediksi pembiayaan korporasi pada tiga bulan mendatang atau pada September 2021 masih tinggi meskipun melambat dibandingkan bulan sebelumnya. Kondisi ini terindikasi dari SBT sebesar 20,5 persen, lebih rendah dari SBT 24,1 persen pada bulan sebelumnya.

Dari sisi pembiayaan rumah tangga, juga turun tipis pada Juni 2021 dibandingkan bulan sebelumnya. Survei BI mengungkapkan responden yang menambah utang pada Juni 2021 tercatat sebesar 8,6 persen dari total responden, turun tipis dari Mei 2021 8,8 persen. Sementara itu, mayoritas responden rumah tangga atau 91,4 persen menyatakan tidak menambah utang sepanjang Juni 2021.

“Pengajuan pembiayaan oleh rumah tangga terutama ditujukan kepada bank umum, dengan jenis pembiayaan yang diajukan mayoritas berupa Kredit Multi Guna (KMG),” ujar Erwin.

Secara total, penyaluran kredit baru sepanjang kuartal II 2021 diprediksi tumbuh positif pada seluruh kategori bank dan jenis kredit dibandingkan kuartal I 2021. Hal tersebut terlihat dari SBT perkiraan penyaluran kredit baru sebesar 68,1 persen pada periode April-Juni 2021.

[Gambas:Video CNN]

(ulf/age)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *