Sri Mulyani Bicara Planet Lain & Orang Kaya ke Luar Angkasa!

  • Whatsapp

Jakarta, Sentra Berita Indonesia – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati sore ini hadir dalam puncak acara dies natalis PKN STAN yang ke-6. Acara ini berlangsung secara virtual yang juga turut dihadiri oleh jajaran pejabat Kementerian Keuangan.

Dalam sambutannya, Sri Mulyani sempat bercerita mengenai kisah beberapa orang yang berhasil terbang dan mengudara luar angkasa dengan pesawat Virgin Galactic. Salah satunya adalah Miliarder Sir Richard Branson.

Kisah ini diceritakan karena ia ingin para mahasiswa PKN STAN bisa memiliki semangat yang sama gigihnya untuk mencapai suatu tujuan. Agar mahasiswa PKN STAN bisa melihat dunia luar sebagai contoh untuk membawa Indonesia menjadi negara maju.

“Jadi di belahan dunia lain mereka sudah maju. Tidak hanya dunia ini tapi mereka sudah bicara tentang planet lain,” ujar Sri Mulyani, Kamis (15/7/2021).

Ia berharap bahwa PKN STAN bisa melahirkan para pengelola keuangan negara yang memiliki ambisi tinggi untuk Indonesia. Oleh karenanya institusinya juga harus semakin baik dan menjadi terbaik ke depannya.

Sekali lagi ia menekankan agar para mahasiswa ini terus berpikiran terbuka dan jangan pernah arogan apalagi tak bertata krama. Sebab itu bisa menghancurkan negara ini.

“Jadi saya titip ke PKN STAN dan mahasiswanya jadilah orang yang berpikiran terbuka. Grounded di negara ini, tapi pikiran dan ambisi anda tidak terbatas. Lihat perspektif negara lain sudah maju dan jangan pernah menyalahkan orang lain, kita sibuk benahi saja apa yang kurang,” tegasnya.

Pesan Lain Sri Mulyani

Sri Mulyani Indrawati juga mengatakan, untuk menjadi orang yang maju jangan pernah mencari-cari kesalahan orang lain. Tetapi lebih baik membenahi diri sendiri agar menjadi lebih baik.

Nasihat ini disampaikan kepada seluruh mahasiswa serta alumni PKN STAN yang hari ini merayakan Dies Natalis ke-6. “Jangan pernah menyalahkan orang lain, kita sibuk benahi saja. Apa sih yang kurang,” ujarnya, Kamis (15/7/2021).

Hal ini dinilai juga berlaku dalam mengelola keuangan negara. Dimana harus mempunyai pikiran yang terbuka dan melihat negara lain yang sudah maju sebagai contoh untuk membawa Indonesia lebih baik lagi.

Sebab, sebagai pengelola keuangan negara, jika ingin mencari kesalahan maka banyak sekali yang bisa ditemukan dan nggak akan selesai-selesai.

Oleh karenanya, ia meminta semua mahasiswa sekaligus calon bendahara negara ini untuk lebih sibuk membenahi Indonesia sehingga tak ada waktu mencari-cari kesalahan.

“Kita kerjaan ketekunan, ambisi sehat dan terus menerus membuat perbaikan. Setiap hari isilah dengan kebaikan, kalau anda tidak bisa berbuat kebaikan paling tidak nggak merugikan diri sendiri maupun orang lain,” tegasnya.

[Gambas:Video CNBC]

(hoi/hoi)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *