Sosok Mertua Nggak Selalu Menakutkan, Ini Dia 7 Ciri Mertua Suportif nan Idaman!

  • Whatsapp

Sering kali sosok mertua digambarkan sebagai sosok yang menyebalkan, sering ikut campur urusan rumah tangga anak dan suka mengatur. Nggak jarang hubungan menantu dan mertua kurang harmonis karena adanya ketidakcocokan yang sangat umum. Misalnya kebiasaan menantu di rumah yang kurang pas menurut mertua atau tipe mertua yang suka mendikte menantunya. Masalah umum antara menantu dan mertua memang wajar terjadi, karena adanya perbedaan pola asuh dan budaya dalam keluarga. Apakah Moms mengalami hal ini?

Bacaan Lainnya

Nah, di balik momok menakutkan sosok mertua, banyak juga lo sosok mertua yang suportif. Meski tetap ada masalah atau ketidakcocokan, bukan berarti mertua nggak bisa suportif, ya Moms. Mertua yang suportif, pasti sangat diidam-idamkan para menantu. Ibarat rezeki yang nggak selalu berupa uang, mertua suportif adalah salah satu bentuk rezeki. Sayangnya, para menantu mungkin kurang menyadari apa saja ciri-ciri mertua suportif. Sehingga sering merasa nggak cocok dengan mertua. Nah, berikut ini infomasi mengenai ciri-ciri mertua suportif yang perlu Moms pahami, yuk simak!

1. Mertua yang suportif biasanya menganggap menantu seperti anaknya sendiri. Bisa saling terbuka dan saat menantu salah akan bilang salah, benar pun akan diakui benar

Menganggap menantu seperti anak sendiri | Photo by @katemangostar via Freepik

Ikatan pernikahan sering dianggap sebagai ikatan untuk menambah orangtua dan menambah anak. Terlepas dari urusan hubungan darah, mertua dan menantu adalah hubungan orangtua dan anak. Mertua yang bisa memangkas jarak dengan menantu dan membangun hubungan yang lebih dekat bisa mengurangi kesan intimidatif ketika menghadapi ketidakcocokan dengan menantu. Sikap mertua yang seperti ini biasanya bisa lebih suportif ketika menghadapi masalah dengan menantu.

Seperti ketika ia menghadapi masalah dengan anaknya sendiri, kalau salah akan dibilang salah, jika benar pun mertua akan mengakuinya benar. Sikap mertua yang seperti ini biasanya membuat Moms lebih nyaman karena merasakan hubungan yang dekat, sehingga bisa saling terbuka. Bahkan Moms nggak ragu jika memang butuh curhat dengan mertua atau sebaliknya. Jika Moms mengalami hal ini, berarti mertua Moms termasuk suportif.

2. Mertua yang bisa dijadikan panutan atau inspirasi menantu untuk menjalani peran dalam rumah tangga, selain dari orangtua kandung sendiri

Menjadi panutan | Photo by @pressfoto via Freepik

Dalam menjalani rumah tangga, peran orangtua sangat penting sebagai panutan dan pemberi nasihat. Anak dan menantu akan melihat pola keluarga yang dibangun oleh keluarga mereka, kemudian mengambil hal-hal yang cocok dan bisa diterapkan dalam rumah tangga sendiri. Sosok mertua suportif biasanya memiliki teladan baik yang bisa ditiru oleh menantunya. Misalnya ibu mertua yang patuh pada suami dan pola asuh yang baik pada anak-anaknya bisa menjadi inspirasi bagi menantu untuk menjalani perannya sebagai istri dan ibu dalam rumah tangga.

3. Nggak pernah membanding-bandingkan menantunya dengan orang lain, entah itu anaknya sendiri, kerabat, menantunya yang lain, bahkan menantu tetangga

Tidak membanding-bandingkan | Photo by @prostooleh via Freepik

Tuntutan mertua pada menantu sering kali menimbulkan masalah lain seperti membanding-bandingkan. Padahal setiap orang memiliki kemampuan masing-masing dalam menjalani peran di rumah tangga. Mertua yang suportif bukan berarti nggak pernah menuntut sesuatu pada menantunya, karena ia juga punya harapan yang baik pada rumah tangga anaknya. Hanya saja, mertua yang suportif nggak pernah membanding-bandingkan menantunya dengan orang lain, jika tuntutannya nggak bisa dipenuhi.

Daripada membanding-bandingkan, mertua yang suportif lebih memilih mendorong dan membimbing menantunya dengan nasihat, tanpa menyudutkan dan tanpa paksaan. Jika mertua Moms memiliki sikap seperti ini, berarti ia bisa menerima Moms apa adanya.

4. Nggak pernah mengumbar atau menceritakan ketidakcocokannya dengan menantu pada orang lain, bahkan mengadu pada anaknya

| Photo by Cottonbro via Pexels

Saat menghadapi ketidakcocokan dengan menantu, biasanya mertua terpancing untuk menceritakan permasalahan tersebut pada orang lain. Biasanya hal tersebut menjadi motif untuk meminta dukungan. Namun, nggak berlaku bagi mertua suportif lo! Ia akan cenderung menyimpan ketidakcocokan atau sikap menantu yang dinilainya nggak baik. Bahkan ia ingin menjaga nama baik menantu di mana orang lain. Salut deh, sama mertua yang seperti ini 🙂

5. Mertua yang suportif akan berusaha mendekatkan menantunya dengan keluarga besar. Ia akan senang ketika menantunya memiliki hubungan baik dengan keluarga yang lain

Mengenalkan menantu pada kerabat | Photo by Cottonbro via Pexels

Membangun kedekatan dengan keluarga besar pasangan memang bukan hal yang mudah. Apalagi bagi pasangan baru atau pasangan yang jauh dari keluarga besar. Di sinilah peran mertua bisa sangat membantu untuk mengenalkan menantu pada keluarga yang lain. Biasanya mertua akan mengenalkan menantu jika ada keluarga yang datang atau mengajak menantu untuk berkunjung kerumah keluarga lain. Bahkan, mertua yang suportif nggak segan untuk menceritakan kebaikan atau memuji menantunya di depan keluarga besar.

6. Selalu memberikan ruang privasi pada menantu dan anaknya atau nggak pernah ikut campur dalam masalah yang terjadi anatara menantu dan anak

Memberikan ruang privasi | Photo by @freepik via Freepik

Mertua suportif sangat menyadari bahwa perbedaan pendapat atau masalah dalam rumah tangga adalah hal yang sangat wajar. Sehinggaa ia merasa nggak perlu ikut campur untuk menengahi, berkomentar, bahkan membela salah satu pihak. Alih-alih ikut campur, mertua suportif justru memberikan ruang privasi pada rumah tangga anaknya. Jika diperlukan bantuan orang tuan, mertua memilih untuk memberikan nasihat dan sudut pandangnya yang bijak.

7. Mertua yang suportif nggak gengsi memuji menantunya dan selalu memberikan motivasi ketika menantunya mengalami kesulitan atau kegagalan

Nggak gengsi memuji masakan menantu | Photo by Andrea Piacquadio from Pexels

Sikap gengsi merupakan salah satu penyebab ketidakharmonisan menantu dan mertua, misalnya dalam hal memberikan pujian. Padahal pujian sangat penting sebagai sikap untuk menghargai usaha atau pencapaian. Nah, mertua yang suportif sangat menghagai pencapaian menantunya dengan pujian. Misalnya memuji masakan, kerapian rumah atau pencapaian-pencapaian kecil yang menantunya lakukan. Ketika menantu mengalami kesulitan, alih-alih menyudutkan atau menyalahkan, ia justru akan memotivasi dan membimbingan menantunya.

Nah, dari 7 ciri-ciri mertua suportif di atas, mana nih yang termasuk ciri-ciri mertua Moms? Mungkin mertua suportif masih kurang disadari oleh para menantu, karena momok mertua yang berderadar dari cerita orang-orang. Namun, bukan beararti semua mertua sama ya, mereka juga punya caranya masing-masing untuk menyayangi menantunya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *