Sosok Ani Idrus, wartawati legendaris yang juga aktivis pendidikan di ranah politik

  • Whatsapp
Ani Idrus


Fachrina Fauziah – Hops.ID

Unik

Ani Idrus merupakan salah satu wanita legendaris yang lahir di Sumatera Barat pada 25 November 1918. Saat ulang tahunnya pada tahun 2019, Google merayakan hari ulang tahun Ani yang ke-101 lewat doodle yang nampak di halaman awal pencarian.

Sosok Ani Idrus begitu berjasa, salah satunya karena di tahun 1947, beliau mendirikan salah satu kabar harian terlama di Indonesia yakni Harian Waspada. Hingga saat ini Harian Waspada masih aktif.

Pendidikan Ani Idrus

Ani diketahui menjalani masa kecilnya di Sawah Lunto, Sumatera Barat dan mulai menempuh pendidikan di sekolah dasar di daerah tersebut. Lalu, Ani melanjutkan pendidikannya di madrasah. Pada tahun 1928, Ani pindah ke Medan dan melanjutkan sekolah di Methodist English School, Meisjeskop School, Schakel School. Dari situ lah Ani mulai tertarik dengan kegiatan menulis hingga akhirnya menekuni dunia pers.

Ani kemudian mengenyam pendidikan di Fakultas Hukum UISU Medan pada tahun 1962-1965. Ia melanjutkan pendidikan lagi di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisipol) di UISU Medan pada tahu 1975. Ia kemudian memperoleh gelar doktoranda untuk jurusan Ilmu Sosial Politik UISU.

Ani wartawati Indonesia

Ani Idrus mulai berprofesi sebagai wartawan pada tahun 1930 dengan menulis di Majalah Panji Pustaka Jakarta. Kemudian, ia bekerja di Sinar Deli Medan di tahun 1963. Selanjutnya, ia menerbitkan majalan Seruan Kita bersama suaminya, H. Mohamad Said dua tahun kemudian hingga ia mendirikan Harian Waspada tahun 1947.

Sumber: Wikipedia

Ani juga melakukan liputan internasional seperti Jepang, Cina, Hong Kong, Thailand, Filipina, Sri Lanka, Mesir, Turki, Belanda, Belgia, Italia, Inggris, Jermat Barat, Perancis hingga Amerika Serikat. Termasuk juga meliput proses penyerahan Irian Barat atau Papua kepada Republik Indonesia.

Tak hanya menekuni dunia pers dan jurnalstik, Ani Idrus juga ikut berkontribusi di bidang politik dengan menjabat sebagai Wakil Ketua Indonesia Muda. Yaitu wadah perjuangan pergerakan pemuda. Selain itu, Ani Idrus juga sempat menjadi Anggota Partai Gerakan Rakyat Indonesia (Gerindo) dan Anggota Partai Nasional Indonesia (PNI).

DI tahun 1984, Ani Idrus diangkat sebaga Penasihat Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia. Ia juga masuk dalam daftar 12 tokoh pers nasional yang meraih penghargaan Satya Penegak Pers Pancasila dari Menteri Penerangan kala itu, Harmoko.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *