Sinopsis & Review Inhuman Kiss, Hantu Kuyang Versi Thailand

  • Whatsapp

Sebuah desa tiba-tiba saja di teror dengan datangnya Krasue, hantu yang menghisap darah dan memberi kutukan pada manusia. Setelah melihat bentuk dari hantu Krasue, saya yakin pasti banyak orang yang langsung teringat dengan Kuyang. Karena dari bentuknya hantu ini hanya memiliki kepala tanpa tubuh hanya memiliki jantung, hantu ini terbang dan berburu di malam hari.

Inhuman Kiss (2019) adalah film yang menunjukkan kisah cinta antara seorang pria dengan jelmaan hantu Krause. Film horor ini cukup menegangkan dan tidak memiliki unsur komedi seperti kebanyakan film Thailand. Film ini mendapatkan rating 6.5/10 di IMDb dan memiliki visual effect yang baik dan plot yang jelas dan seru untuk di tonton.

Sinopsis

Sinopsis
  • Tahun Rilis: 2019
  • Genre: Romantic. Horror, Drama
  • Sutradara: Sitisiri Mongkolsiri
  • Pemeran: Phantira Pipityakorn, Oabnithi Wiwattanawarang, Sapol Assawamunkong, Surasak Wongthai
  • Produksi: Nakid, CJ Major Entertainment, M Pictures, Transformation Films

Kisah ini dibuka dengan empat anak sengaja bermain dan masuk kedalam hutan di malam hari. Anak-anak itu berhenti di hadapan sebuah rumah tua yang gelap, lalu keempatnya bermain hompimpa. Anak yang terpilih harus masuk kedalam rumah dan membuktikan cerita yang ada soal hantu penunggu. Saat itu Sai terpilih, anak ini masuk dan menemukan sebuah kotak kosong namun ia bertemu dengan mahluk aneh.

Selepas kisah masa kecil itu, keempat anak ini tumbuh menjadi anak-anak remaja. Di desa Sai dan Jerd adalah teman baik, keduanya selalu bersama dan saling bergantung satu sama lain. Namun Sai mulai merasakan hal yang aneh, setiap pagi ia melihat bercak darah di seprai tempat tidurnya. Bahkan suatu ketika Sai merasa begitu tertarik dengan darah yang mengalir dari luka seorang anak kecil.

Darah yang tersisa di sepatunya semakin banyak, hal ini membuatnya kaget dan ada perasaan kuat yang membawanya ke hutan. Saat sedang menelusuri hutan, Sain dan Jerd bertemu dengan Noi yang baru kembali ke desa. Tapi ia tidak datang sendiri, Noi datang bersama sekelompok orang asing dan menyebut diri mereka sebagai pemburu Krasue.

Semenjak kedatangan kelompok itu Sai mulai menyadari bahwa dirinya adalah Krause, hal ini diketahui oleh Noi. Pasalnya pria ini melihatnya dengan mata kepalanya sendiri, Noi bertemu dengan biksu dan mencari pencerahan. Cintanya pada Sai membuat laki-laki ini berusaha mencari obat dan cara untuk menyembuhkan Sai.

Di sisi lain kebersamaan Sai dan Noi di rumah sakit membuat Jerd sangat cemburu, laki-laki ini bergabung dengan kelompok pemburu. Hingga suatu hari seorang anak kecil dibunuh setelah berubah menjadi Krasue dan membuat identitas Sai mulai terbongkar. Malam Sai dan Noi berhasil menemukan tanaman yang bisa memperlambat proses perubahan Sai jadi Krasue.

Tapi di malam itu para pemburu menyerangnya, hingga kilasan dari masa lalu Krasue sesungguhnya dan dirinya muncul. Dibalik semua ini ternyata Tad pimpinan dari pemburu ini menyimpan rahasia besar, pria ini jelmaan dari Krahang. Ia menggigit Jerd, anak laki-laki ini mengalami masa perubahan yang sulit hingga membuatnya gila dan hampir membunuh Sai.

Pertarungan antara dua Krahang dan masyarakat yang mulai memburu Sai menghasilkan keributan yang besar. Apakah Jerb berhasil membunuh Tad yang sangat ganas, lalu bagaimana cara Noi menyelamatkan Sai dari perburuan masyarakat sekitar?  

Plotnya Jelas, Namun Terlalu Bertele-Tele dan Kosong

Plotnya Jelas, Namun Terlalu Bertele-Tele dan Kosong

Film-film Thailand memang memiliki keunikan tersendiri, makannya saya selalu excited untuk menonton film atau dramanya. Ketika saya menonton Inhuman Kiss (2019) awalnya saya berpikir film ini tidak jauh dari film horor, komedi dan romance. Tapi yang saya dapatkan justru film horor yang menceritakan mitos masa lalu yang lumayan bikin merinding.

Mesti tidak terlalu seram, film ini memiliki romansa yang membuat saya kembali pada jaman 80-90an. Kisah cinta yang manis dan malu-malu dari Sai dan Noi, kisah mereka membuat saya bernostalgia dengan masa lalu. Mulai dari karakter hingga cara keduanya menjadi dekat, saya melihat mereka memang fokus ingin menunjukkan hubungan anak muda yang polos.

Sayangnya bagi saya film ini terlalu bertele-tele dan membuang banyak waktu untuk hal tidak penting. Hal ini memang sangat terasa karena dari durasi 122 menit, setidaknya saya menghabiskan waktu 30-40 menit dengan kesan membosankan. Selama itu saya berpikir apakah harus berhenti menonton atau harus saya percepat, sehingga bisa menemukan bagian yang menyenangkan.

Apalagi cara membunuh Krasue bukan dengan cara keagamaan atau ritual-ritual yang sulit dilakukan. Hanya dengan memakai tembakan, Krasue bisa lumpuh dan ini membuat saya makin hilang interest. Sejujur pembukaan filmnya sudah berhasil membuat saya merinding, kisah empat anak yang bermain kedalam hutan.

Mereka masuk kedalam satu rumah yang memiliki mitos soal hantu, salah satu anak akhirnya masuk dan benar-benar bertemu dengan hantu. Kisah itu terpotong begitu saja, sehingga awalnya berhasil membuat saya merasa penasaran.Film ini memiliki alur yang lambat dan cinta segitiga Sai, Noi dan Jerd lumayan menghibur.

Barulah di pertengahan film diperkenalkan dengan kisah Krasue serta perjuangan Noi untuk Sai. Ceritanya cukup intense dan jelas, tapi ada beberapa plot hole yang membuat saya bertanya-tanya. Soal dari mana datangnya pasangan Krasue dan Krahang pertama, kenapa biksu tetap hidup dan kenapa Tad jadi Krahang. Satu lagi yang saya soroti, film ini memiliki efek visual yang lumayan baik meski tidak sempurna.

Efek visualnya memang terlihat masih mentah, ada beberapa scene yang efeknya terlihat amatir. Tapi saya menyukai makeup yang digunakan terutama untuk Krahang dan perubahan manusia jadi Krahang. Benar-benar sangat real dan benar-benar sangat menyeramkan, mungkin akan terbawa hingga mimpi.

Alkisah Krasue, Si Pelaku Dosa Besar di Masa Lalu

Pelaku Dosa Besar di Masa Lalu

Bagi masyarakat Indonesia hantu semacam Krasue mungkin dikatakan mirip dengan hantu Kuyang. Tapi ada perbedaan yang sangat jelas, hantu Krasue hanya memiliki kepala dan jantung saja. Sementara hantu Kuyang memiliki kepala yang tersambung dengan organ dalamnya. Tapi kali ini saya akan mengajak untuk mengenal kisah mengenai hantu Krasue berdasarkan film Inhuman Kiss (2019).

Dalam salah satu adegan yang di perlihatkan, hantu Krasue ini adalah korban dari orang yang memakai ilmu hitam. Krasue sebenarnya tidak pernah menyakiti manusia, mereka adalah iblis yang hidup berdampingan sejak lama. Mereka adalah orang-orang yang memakai ilmu hitam, namun semua mantranya berbalik dan merubah mereka jadi hantu yang menyeramkan.

Dikutip dari Wikipedia, Krasue terdiri dari kepala yang mengambang dan memiliki jenis cahaya tersendiri. Makhluk ini memiliki penggambaran yang berbeda-beda, ada yang memiliki organ dalam atau pembuluh darah yang segar. Hantu perempuan ini diberi nama Krasue, sementara yang laki-laki dinamakan Krahang dan mereka hidup berdekatan.

Asal muasal Krasue ini memang tidak diketahui secara jelas, tapi mereka diyakini sebagai pelaku dosa berat. Makannya setelah mereka meninggal, dosa-dosa hingga terlahir kembali sebagai Phuti yang hidup terbuang dengan makanan mentah dan busuk. Tapi dalam beberapa film Thailand yang ada, kisah Krasue ini mulai di belokan dan banyak dibuat-buat.

Dalam Inhuman Kiss (2019), Krasue dan Krahang adalah makhluk yang saling bersilangan karena masalah dendam masa lalu. Disini Krahang akan memangsan Krasue sebagai pembalasan dari rasa sakit hatinya akan penghianatan istrinya yang seorang Krasue. Disini Krahang diimplementasikan sebagai gambaran seorang pria yang mirip dengan siluman kelelawar.

Padahal jika dilihat dari penjelasan di Wikipedia, mahluk ini diperlihatkan sebagai seorang pria bertelanjang dada yang memakai cawat tradisional. Makhluk ini akan terbang di malam hari dan sering mengendarai sak tam khao, penumbuk beras tradisional yang terbuat dari kayu.

Inhuman Kiss, Menggabungkan Mitos dan Fantasi

Inhuman Kiss, Menggabungkan Mitos Dan Fantasi

Inhuman Kiss (2019) menjadi salah satu film yang memberikan pengetahuan mengenai cerita rakyat di Thailand. Pasalnya mitos mengenai Krasue dan Krahang memang sudah ada sejak lama, bahkan hantu ini cukup ditakuti. Tapi saya katakan jangan terlalu percaya dengan kisah yang ditampilkan dalam film ini, terutama soal Krasue dan Krahang.

Saya akan mengatakan bahwa premisnya memang di angkat dari cerita rakyat yang nyata, tapi telah di modifikasi. Dari penjelasan saya di atas mengenai Krasue dan Krahang, ada perbedaan yang cukup signifikan disini. Seperti cerita pasangan Krasue dan Krahang pertama, dimana Kraseu berkhianat dan berselingkuh dengan seorang manusia.

Dari sinilah dendam dan rasa sakit hati Krahang membuatnya jadi sangat ganas dan menginginkan untuk memburu jantung Krasue. Dari yang saya baca memang Krasue dan Krahang saling berdampingan, namun latar belakang keduanya sangat berbeda. Selain itu Krasue hanya muncul di siang hari, sementara Krahang hanya muncul di malam hari.

Perubahan manusia menjadi Krasue yang diceritakan memang terasa aneh, saya merasa seperti penyakit menular. Karena hanya lewat air seorang perempuan bisa berubah menjadi Krasue, sementara untuk pria akan menderita hingga mati. Perubahan Krasue juga bisa dihambat dengan adanya tanaman yang dinamakan sama, jujur saja saya belum menemukan informasi valid soal ini.

Inhuman Kiss (2019) menjadi film yang saya rekomendasikan, meski telah memodifikasi cerita rakyat agar lebih menarik. Mereka berhasil membuat skenario yang bagus, meski ada plot hole mengenai beberapa hal yang lumayan krusial.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *