Serba-serbi Salicylic Acid, Bahan Andalan Untuk Mengusir Jerawat

  • Whatsapp

Sedang berjuang dengan jerawat, komedo yang membandel, dan ingin merevitalisasi kulit kusam? Jika Moms dan Dads meneliti komposisi skin care yang sedang dipakai, kemungkinan besar salicylic acid tercantum di daftar. Yuk, ketahui lebih lanjut tentang komposisi skin care satu ini!

Apa Itu Salicylic Acid?

Pernah mendengar soal salicylic acid, Moms? Kalau berdasarkan Journal of Clinical, Cosmetic and Investigational Dermatology, kandungan ini ternyata ampuh dalam mengatasi jerawat dan komedo.

Dalam produk perawatan kulit, bahan yang satu ini dikenal dalam dua bentuk, yaitu Beta Hydroxy Acid (BHA) dan Alpha Hydroxy Acids (AHA). Konsentrasinya berkisar antara 0,5% dan 5%, tergantung dari produk yang tersedia.

Salicylic acid atau asam salisilat adalah golongan asam beta hidroksi yang bisa mengurangi jerawat di wajah dengan cara mengelupas kulit dan menjaga pori-pori tetap bersih.

Dilansir dari ahli kosmetik Ron Robinson pada Allure, salicylic acid berasal dari kulit pohon Willow, sehingga lebih larut dalam minyak dan bisa menembus pori-pori kulit.

Buat Moms si pejuang jerawat, kandungan ini bisa mencegah jerawat di masa mendatang. Bahkan, kandungannya juga bisa menenangkan kemerahan dan peradangan umum.

Dilansir dari Journal of Clinical and Aesthetic Dermatology, salicylic acid juga bisa mengobati jerawat ringan hingga sedang dan bisa digunakan sebagai kombinasi perawatan jerawat lainnya.

Namun, sebelum mencampurnya dengan bahan lain, pastikan untuk mencari informasi apa yang boleh dan tidak boleh dipakai bersamaan dengan salicylic acid.

Baca Juga: Simak Arti Jerawat di Dagu, dan Cara Pengobatannya!

Manfaat Salicylic Acid

Manfaat salicylic acid

Foto: Freepik.com

Sebenarnya, salicylic acid ini punya banyak manfaat untuk kulit. Dikutip dari Kate Somer Viller, dengan menggunakan produk kecantikan yang mengandung kandungan ini, Moms bisa mengatasi berbagai permasalah kulit seperti berikut:

1. Membantu Merevitalisasi Kulit Mati

Banyak masalah kulit yang disebabkan oleh penumpukan sel kulit mati di permukaan. Manfaat salicylic acid dapat membantu menghilangkan kotoran dan bakteri yang menumpuk di pori-pori kulit. Dengan terangkatnya sel kulit mati ini, alhasil dapat meningkatkan kesehatan dan penampilan kulit.

2. Sebagai Senjata untuk Memerangi Jerawat

Salicylic acid adalah bahan yang efektif untuk mengurangi timbulnya jerawat karena kemampuannya yang unik untuk memecah ikatan antar sel di lapisan luar kulit. Manfaat salicylic acid juga bisa memerangi jerawat karena kemampuannya mengurangi dan mengatur sekresi sebum.

Salah satu penyebab umum jerawat adalah produksi berlebih minyak di kulit sehingga menyumbat pori-pori dan menyebabkan penumpukan zat iritan. Salicylic acid adalah pilihan yang tepat untuk mengatasi masalah ini.

3. Astringent yang Efektif

Kandungan ini juga merupakan astringent, yaitu jenis cairan yang efektif dalam membantu memperkecil pori-pori kulit dengan cara mengencangkan kulit dan mengangkat minyak berlebih di kulit.

Dengan mengecilkan pori-pori dan mengencangkan kulit, manfaat salicylic acid bisa membuat kulit tampak awet muda dan halus.

Selain itu karena sifat astringent ini, salicylic acid juga bisa membantu mengurangi munculnya noda dan hiperpigmentasi pada kulit, sehingga mengurangi perubahan warna dan warna kulit jadi terlebih lebih rata.

4. Mengurangi Kapalan

Penebalan kulit atau yang biasa disebut dengan kapalan memang membuat kondisi tidak nyaman. Dengan penggunaan salicylic acid secara teratur, Moms bisa menjaga kelembaban kulit agar kembali seperti semula. Efeknya, proses pengelupasan kulit yang mengeras menjadi lebih mudah.

5. Menyamarkan Luka

Moms harus tahu bahwa salicylic acid juga bisa digunakan untuk menyamarkan luka. Jika di wajah Moms ada bekas luka yang ingin disamarkan, fungsi asam salisilat ini bisa membantu. 

Hal ini tak lepas dari kemampuan kandungan ini dalam mengangkat sel kulit mati sekaligus menstimulasi produksi sel kulit baru. Dari sinilah, penggunaan skincare yang mengandung salicylic acid bisa membantu menyamarkan bintik hitam atau bekas jerawat dan luka yang membandel. 

Tak hanya itu, fungsi salicylic acid juga bisa membantu mencegah munculnya bintik hitam berkat sifat anti peradangan di dalamnya lho, Moms.

Baca Juga: Bikin Bruntusan, Ini 11 Cara Menghilangkan Jerawat Pasir

Bagaimana Salicylic Acid Bekerja?

Cara kerja salicylic acid

Foto: Freepik.com

Ketika pori-pori Moms atau Dads tersumbat akibat kulit mati dan minyak, maka komedo atau jerawat akan muncul.

Asam salisilat dapat menembus ke dalam kulit dan bekerja dengan melarutkan sel kulit mati atau kotoran yang tersumbat di pori-pori.

Tapi, perlu diingat jika perawatan ini membutuhkan beberapa minggu agar efeknya terasa secara maksimal.

Jika Moms memiliki kulit yang cenderung kering atau sensitif, sebaiknya lebih berhati-hati menggunakan salicylic acid. Sebab, kandungan ini membuat kulit jadi lebih kering yang akhirnya bisa mengiritasi kulit.

Namun, American Academy of Dermatology (AAD) merekomendasikan produk ini hanya untuk mengobati beberapa jenis jerawat.

Berikut adalah beberapa kondisi jerawat yang sebaiknya diatasi oleh asam salisilat, yaitu:

  • Pustula: jerawat berisi nanah.
  • Papula: Benjolan kecil dan keras yang bisa memberikan tekstur kasar pada kulit.
  • Komedo: Benjolan kecil dengan permukaan yang hitam yang merupakan hasil penyumbatan dari folikel rambut (pori-pori).
  • Komedo putih: Folikel yang sepenuhnya tersumbat.

Baca Juga: Cara Mudah Menggunakan Pore Strip agar Komedo Terangkat Sempurna

Dosis dan Cara Pemakaian Salicylic Acid

Aturan pakai salicylic acid

Foto: Freepik.com

Dilansir dari Medical News Today, penggunaan dosis salicylic acid haruslah disesuaikan dengan besaran konsentrasinya. Berikut adalah penjelasan lebih lengkapnya:

  • Untuk perawatan topikal atau pemakaian luar, mulailah dengan konsentrasi 0,5% hingga 2% dengan pemakaian sekali sehari. Kemudian, secara bertahap tingkatkan aplikasi menjadi 2-3 kali sehari. Jika terjadi kekeringan atau pengelupasan yang berlebihan, kurangi aplikasi menjadi dua hari sekali.
  • Untuk perawatan pengelupasan kimiawi dengan konsentrasi hingga 50%, hanya dokter kulit terlatih yang boleh melakukan prosedur ini.

Menurut Mayo Clinic, untuk orang dewasa dalam mengobati jerawat, aturan dosis yang direkomendasikan adalah sebagai berikut:

  • Bentuk gel dengan konsentrasi 0,5%-5% penggunaannya sehari sekali.
  • Bentuk lotion dengan konsentrasi 1-2% penggunaannya 1-3 kali per hari.
  • Bentuk salep dengan konsentrasi 3-6% penggunaannya disesuaikan dengan kebutuhan.
  • Bentuk pads dengan konsentrasi 0,5%-5% penggunaannya 1-3 kali per hari.
  • Bentuk sabun dengan konsentrasi 0,5%-5% penggunaannya disesuaikan dengan kebutuhan.
  • Bentuk larutan dengan konsentrasi 0,5%-2% penggunaannya 1-3 kali per hari.

Baca Juga: 3 Manfaat Centella Asiatica, Ampuh Menenangkan Kulit Sensitif

Efek Samping Salicylic Acid

Efek samping salicylic acid

Foto: Freepik.com

Meskipun salicylic acid adalah obat yang mudah ditemukan di apotek dan sebagai campuran dalam berbagai produk, bukan berarti semua orang bebas menggunakannya.

Ada beberapa kondisi kesehatan yang sebaiknya menghindari atau berhenti menggunakan kandungan ini, antara lain:

  • Alergi: Jika menimbulkan reaksi alergi terhadap penggunaan kandungan ini, maka sebaiknya segera hentikan penggunaan produk dan konsultasikan pada dokter.
  • Timbul Efek Samping: Jika terjadi sakit kepala parah, masalah pendengaran, sesak napas, sensasi kulit terbakar, pusing berlebih, iritasi, dan telinga berdenging, sebaiknya hentikan penggunaan obat ini.
  • Penggunaan pada Anak-Anak: Anak-anak bisa berisiko mengalami iritasi kulit karena daya serap kulit mereka lebih tinggi sehingga bisa menyerap salicylic acid lebih cepat. Sebaiknya, hindari penggunaan kandungan ini untuk si kecil di bawah usia 2 tahun ya, Moms.
  • Kehamilan dan Menyusui: Penggunaan salicylic acid secara topikal pada kehamilan dan menyusui tidak bermasalah karena absorpsi sistemik yang terbatas. Namun, ada baiknya jika Moms konsultasikan dengan dokter untuk penggunaan selama kehamilan atau menyusui.

Toksisitas salicylic acid termasuk jarang, namun, hal ini mungkin saja terjadi, apalagi dalam penggunaan yang rutin dan jangka panjang.

Secara umum ada beberapa efek samping yang mungkin bisa terjadi setelah pemakaian, misalnya:

  • Iritasi kulit ringan, ruam, atau pengelupasan; atau
  • Perubahan warna kulit yang dirawat (biasanya pemutihan).

Baca Juga: 7 Manfaat Retinoid, Kandungan Skincare untuk Samarkan Tanda Penuaan

Meskipun belum ada obat yang dapat menyembuhkan jerawat secara instan, salicylic acid terbukti bisa membantu mengatasi jerawat secara bertahap.

Agar dosis salicylic acid yang digunakan tepat, Moms juga bisa konsultasikan kepada dokter kecantikan atau dokter kulit terlebih dahulu sebelum menggunakannya. Selamat mencoba!

  • https://www.allure.com/story/what-does-salicylic-acid-do
  • https://www.aad.org/public/diseases/acne/diy/types-breakouts
  • https://www.katesomerville.com/us/en/blog/salicylic-acid-benefits.html
  • https://www.medicalnewstoday.com/articles/salicylic-acid-for-acne#how-to-use
  • https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/salicylic-acid-topical-route/proper-use/drg-20066030
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4554394/#__ffn_sectitle
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3366450/#__ffn_sectitle

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *