Seks Saat Positif Covid, Aman atau Tidak?

  • Whatsapp

Angka kasus positif COVID-19 di Indonesia masih cukup tinggi di pertengahan tahun 2021. Meskipun pandemi sudah berjalan lebih dari 1.5 tahun, tampaknya masih banyak orang yang terinfeksi dan menyebabkan pertumbuhan kasus baru menjadi lebih cepat. Terkait hal ini, tentu ada banyak sekali pertanyaan yang muncul di benak mereka yang terinfeksi, terutama perihal kehidupan seks selama terinfeksi COVID-19.




Angka kasus positif COVID-19 di Indonesia masih cukup tinggi di pertengahan tahun 2021. Meskipun pandemi sudah berjalan lebih dari 1.5 tahun, tampaknya masih banyak orang yang terinfeksi dan menyebabkan pertumbuhan kasus baru menjadi lebih cepat.
Seks dan Covid-19/ Sumber: Pexels.com/ Ketut Subiyanto

Apakah COVID-19 Menular Secara Seksual?

COVID-19 bukanlah infeksi menular seksual (IMS). Namun, virus ini dapat ditularkan melalui kontak dengan tetesan dari hidung dan mulut, termasuk air liur orang yang terinfeksi, yang dapat terjadi melalui kontak dekat dengan orang lain. Ini berarti ada kemungkinan besar menularkan COVID-19 ketika kamu berhubungan seks atau berhubungan intim dengan seseorang.




COVID-19 bukanlah infeksi menular seksual (IMS). Namun, virus ini dapat ditularkan melalui kontak dengan tetesan dari hidung dan mulut, termasuk air liur orang yang terinfeksi, yang dapat terjadi melalui kontak dekat dengan orang lain.
Penularan COVID-19/ Sumber: Pexels.com/ Andrea Piacquadio

Bisakah Berhubungan Seks Saat Terinfeksi COVID-19?

Selama pandemi, banyak pemerintah meminta orang untuk tinggal di dalam rumah dan menghindari pertemuan dengan orang-orang untuk membatasi penyebaran virus. Namun, berhubungan seks dengan suami yang memang tinggal bersama bukanlah hal yang dilarang jika kalian memang sama-sama saling menjaga dari interaksi dunia luar. 

Namun, jika kamu atau pasangan memiliki gejala COVID-19 – demam, batuk kering, kelelahan, atau kehilangan rasa atau penciuman – kamu harus bisa harus menjaga jarak satu sama lain selama 14 hari untuk menghindari penularan virus. Selama waktu ini, kamu harus menghindari seks atau segala jenis keintiman fisik, seperti berciuman dan berpelukan. Selain itu, apabila pasanganmu memiliki pekerjaan yang mengharuskannya untuk bekerja di luar rumah, ada baiknya untuk mencoba mengurangi kontak fisik yang intens untuk mencegah risiko penularan dalam rumah.




Namun, jika kamu atau pasangan memiliki gejala COVID-19 – demam, batuk kering, kelelahan, atau kehilangan rasa atau penciuman – kamu harus bisa harus menjaga jarak satu sama lain selama 14 hari untuk menghindari penularan virus. Selama waktu ini, kamu harus menghindari seks atau segala jenis keintiman fisik, seperti berciuman dan berpelukan.
Suami dan Istri/ Sumber: Pexels.com/ Gary Barnes

Nah, itulah beberapa hal yang harus kamu tahu tentang seks dan COVID-19. Sangat penting bagi kita semua untuk bisa lebih mawas diri tentang risiko untuk tertular dan menularkan. Ingat, virus ini mungkin tidak berbahaya bagi kita, tapi kita bisa saja membuat orang lain kritis karena menularkan pada mereka. Jadi, pastikan untuk selalu menjalankan protokol kesehatan, Beauties!

(arm2/arm2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *