Sekolah di Zona Merah Wajib Belajar Jarak Jauh

  • Whatsapp

Jakarta (SentraBerita.com) – Sekolah bisa menawarkan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas pasca-ditetapkaannya kebijakan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro akibat lonjakan kasus Covid-19. Namun, PTM terbatas di jenjang pendidikan anak usia dini hingga pendidikan menengah tetap harus mengikuti dinamika kebijakan PPKM mikro yang ditetapkan pemerintah daerah.

“Dalam situasi lonjakan Covid-19 dan kebijakan PPKM mikro, opsi sekolah untuk PTM terbatas mengikuti ketentuan yang ada. Yang pasti, untuk di daerah zona merah yang diberlakukan PPKM mikro, sekolah harus patuh sepenuhnya PJJ (pendidikan jarak jauh), tidak ada PTM terbatas,” kata Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Kemendikbud Ristek, Jumeri, dalam Bincang Interaktif Pendidikan, Rabu (23/6/2021).

Jumeri mengatakan, meski suatu kabupaten/kota dinyatakan zona merah, sebenarnya ada kecamatan, desa/kelurahan, hingga RT/RW yang masuk kategori zona hijau dan kuning. Pemerintah daerah diharapkan tetap bisa mendorong sekolah di daerah yang aman ini untuk memberikan opsi PTM terbatas kepada masyarakat.

Jumeri mengingatkan, opsi PTM terbatas ini juga untuk menghargai keberagaman siswa. Sampai saat ini, baru sekitar 30 persen sekolah yang bisa secara penuh melaksanakan PJJ. Demi melayani hak belajar siswa yang membutuhkan pembelajaran langsung, sekolah yang tidak terkena PPKM mikro diharuskan memberikan opsi PTM terbatas.

“Prinsipnya tidak boleh ada diskriminasi bagi siswa yang ikut PTM terbatas maupun PJJ. Jadi, orangtua tetap bisa mempertimbangkan pilihan terbaik bagi anak-anak mereka tanpa takut ada perlakuan berbeda dari pihak sekolah,” jelas Jumeri.

Ada berbagai kebijakan yang tetap harus diikuti sekolah. Jika sekolah memberikan opsi PTM terbatas, tapi siswa dan guru ada yang tinggal di daerah zona merah, maka mereka tidak boleh ke sekolah. Bahkan, untuk guru sudah ditegaskan tidak boleh ada pemotongan tunjangan kinerja atau tunjangan profesi selama tetap menjalankan tugas mengajar ketika harus PJJ.

Ada sekitar 35 persen sekolah yang menggelar uji coba PTM terbatas. Mulai terlihat kesiapan sekolah untuk PTM terbatas, dari pemenuhan sarana dan prasarana toilet bersih 90 persen, sarana cuci tangan 90 persen, desinfektan 85 persen, akses ke fasilitas kesehatan seperti Puskesmas atau klinik 84 persen, penetapan sekolah wajib masker dan jaga jarak 71 persen, dan 80 persen sudah punya thermogun (alat pengecek suhu).

Adapun untuk jangkauan vaksin bagi pendidik dan tenaga kependidikan, yakni vaksin satu sekitar 2 juta orang (35 persen). Adapun vaksin kedua sekitar 1,2 juta (22 persen). Meskipun belum semua guru dan tenaga kependidikan divaksin, jika sekolah berada di zona hijau, maka PTM terbatas tetap bisa digelar dnegan protokol kesehatan yang ketat.

Baca juga: Bintan Zona Merah Covid-19

“Dengan kesiapan yang terus dilakukan, dan semua pihak bisa menjaga kesehatan dan keamanan, kita harus yakin bisa mengembalikan peningkatan kulitas belajar, keilmuan, dan karakter di dunia pendidikan,” ujar Jumeri. (wan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *