Rudy Agustian: Sam-A vs. Prajanchai Seperti Laga Antara Dua Singa

  • Whatsapp

Sam-A Gaiyanghadao (kiri) akan mempertaruhkan sabuk Juara Dunia ONE Strawweight Muay Thai saat menghadapi Prajanchai pada 30 Juli di Singapura. Foto: ONE Championship
Dua petarung Muay Thai penuh prestasi akan hadir dalam laga puncak ONE: BATTLEGROUND pada Jumat, 30 Juli, di Singapura.
Laga utama akan menghadirkan seorang legenda ‘seni delapan tungkai’, Sam-A Gaiyanghadao, petarung pertama yang memegang tiga sabuk Juara Dunia berbeda dalam sejarah ONE.
Ia akan mempertahankan gelar Juara Dunia ONE Strawweight Muay Thai melawan petarung fenomenal yang juga berasal dari Thailand, Prajanchai Pk.Saenchai Muaythaigym.

Laga ini adalah kesempatan Prajanchai meraih dominasi di kancah global setelah memenangkan semua gelar juara top di dalam negeri.

Bacaan Lainnya

Sebagai atlet dari Indonesia yang pernah mengenyam ilmu Muay Thai di Negeri Gajah Putih, Rudy “The Golden Boy” Agustian turut menantikan laga ini.

Ia pun berbagi pratinjau dan analisis mendalam tentang laga antara dua singa dari generasi berbeda ini.

“Prajanchai merupakan fighter yang cukup komplet dan akan menjadi lawan berat bagi Sam-A karena pukulan dan tendangannya berbahaya. Tendangan kanan dan kirinya pun bagus. Ia sangat berbeda dari Sam-A, gaya bertarungnya orthodox dan usianya jauh lebih muda,” buka Rudy.

Meski berusia relatif muda, Prajanchai telah menjuarai kejuaraan paling bergengsi di Thailand seperti Lumpinee Stadium. Ia pun memiliki rekor yang ciamik; 337-51-3.

“Prajanchai masih berusia 26 tahun; ini umur yang sedang lapar prestasi. Ia pun berlatih di sasana milik Saenchai sang melegenda, tempat bagi banyak sekali petarung top seperti Pakorn dan Singdam serta para fighter muda ternama lainnya,” kata Rudy.

Di sisi lain, Sam-A adalah seorang legenda dengan torehan luar biasa. Pria berumur 37 tahun ini memiliki rekor mentereng 370-47-9 dalam kickboxing dan Muay Thai, sebuah angka sensasional bagi seorang atlet.

“Tapi mari kita juga lihat apakah pengalaman Sam-A bisa mengalahkan laparnya seorang singa muda. Saya pribadi berharap Sam-A masih bisa menunjukkan taringnya sebagai salah satu legenda dan panutan di jagad Muay Thai,” papar “The Golden Boy”.

“Mampukah Sam-A membuktikan bahwa usia bukanlah segalanya? Kita lihat saja nanti. Kalau harus memilih, saya akan memilih Sam-A sebagai pemenang. Apresiasi buat sang legenda karena pasti akan banyak aksi tendangan di laga ini. Saya yakin Prajanchai akan juga melancarkan banyak serangan tangan untuk mengincar KO atas Sam-A,” ujarnya.

Laga Aung La N Sang vs. Leandro Ataides

Pada laga pendukung utama, mantan juara dunia dua divisi ONE, Aung La “The Burmese Phyton” N Sang, akan berlaga kontra petarung BJJ berprestasi, Leandro “Wolf” Ataides.

Laga divisi middleweight ini bisa memperebutkan tempat untuk menantang sang pemilik sabuk, Reinier “The Dutch King” de Ridder.

“Salah satu partai favorit juga nih. Akan ada banyak aksi baku hantam dari kedua petarung ini. Laga yang sangat layak ditunggu. Leandro adalah seorang blackbelt dari Nova Uniao, skill BJJ dia tidak diragukan lagi,” terang Rudy.

Rudy memprediksi, dorongan kuat dari rakyat Myanmar akan membakar semangat Aung La N Sang saat berlaga nanti.

“Leandro pun punya striking yang mengerikan selain eksplosifitas dan karakter yang berani dalam jual beli serangan. Kalau diamati, agaknya laga ini akan seru dan penuh baku hantam. Saya prediksi kemenangan Aung La karena Myanmar sedang butuh sosok pahlawan untuk menghibur duka bangsa yang sedang menghadapi banyak sekali tantangan,” paparnya.

Download ONE Super App untuk Mengikuti Perkembangan Terbaru ONE Championship!

ONE: BATTLEGROUND akan tayang pada Jumat, 30 Juli, mulai pukul 19:30 WIB dengan menampilkan laga Kejuaraan Dunia ONE Strawweight Muay Thai. Ajang ini dapat disaksikan lewat ONE Super App, Kaskus TV, Maxstream, Vidio mulai pukul 19:30 WIB.

Selain itu, SCTV akan menayangkannya mulai pukul 23:30 WIB.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *