Pria Diduga Disekap di Duren Sawit, Jakarta Timur, Begini Duduk Perkaranya

  • Whatsapp
Pria Diduga Disekap di Duren Sawit, Jakarta Timur, Begini Duduk Perkaranya
Ilustrasi Penyekapan. Foto: Muhammad Faisal Nu'man/kumparan

Polres Metro Jakarta Timur mendapatkan laporan soal dugaan penyekapan dan penganiayaan yang terjadi di sebuah rumah di Jalan Mawar Merah, Duren Sawit, Jakarta Timur pada Senin (20/9) malam. Mendapat laporan itu Tim Rajawali bergerak untuk mengamankan korban berinisial M dan A.

Dari lokasi kejadian korban dan pelaku dibawa ke Polsek Duren Sawit untuk ditindaklanjuti. Namun, rupanya korban enggan membuat laporan.

Panit 2 Reskrim Polsek Duren Sawit Ipda Tatan mengatakan antara korban dan pelaku merupakan rekan bisnis. Mereka juga merupakan teman semasa SMA.

Bisnis jadi masalah antara M dengan pelaku yang berjumlah tiga orang. M, korban, sudah lama dicari lantaran diduga menggelapkan uang investasi yang nilainya hampir Rp 1 miliar.

"Ini kan terkait perjanjian kerja sama di bidang pengolahan limbah biji plastik dari 2019. Ini ada beberapa investor yang sudah menyerahkan uang untuk jalankan usahanya tapi enggak jelas. Si yang inisial M ini ternyata sudah tidak tinggal sesuai KTP. Hilang dari 2019," kata Tatan saat dikonfirmasi, Selasa (21/9).

Usaha yang dijalankan M bukan investasi bodong. Fisiknya ada namun tidak jalan karena terkendala pandemi COVID-19. Sayangnya, M tidak bisa dihubungi untuk bertanggung jawab.

Lokasi M baru diketahui pada Minggu (19/9) lalu. Para pelaku lalu menjemput M dari rumahnya di Setu, Bekasi. Dari sana juga saudaranya, A, ikut dibawa.

"Akhirnya dibawa mau dilaporkan (ke polisi) penipuan penggelapannya tapi pada saat di perjalanan ada perjanjian mau diselesaikan kekeluargaan. Terus dibawa-lah ke Pondok Kopi. Di situ buat perjanjian," kata Tatan.

Rumah di Pondok Kopi adalah milik salah satu pelaku. Butuh waktu lebih dari semalam untuk mereka menyelesaikan surat kesepakatan.

"Ada kekerasan juga karena kan kesal uang segitu banyaknya dikemanakan. Akhirnya ada yang noyor, ada yang jeplak gitu kan. Nah karena keluarganya khawatir belum pulang akhirnya si anak lapor ke Polres," kata Tatan.

Tatan menuturkan penyidik sudah mengarahkan agar korban membuat laporan polisi agar dugaan penganiayaan itu bisa diproses. Namun, korban memilih menyelesaikan secara kekeluargaan.

"Jadi saat datang ke Sawit (Polsek Duren Sawit) sudah ada kesepakatan untuk menyelesaikan permasalahan tentang kerja sama usahanya. Diarahkan untuk laporan tidak mau," kata Tatan.

"Kalau tidak mau kita tidak bisa maksa. Akhirnya dibuat pernyataan damai," tambah dia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *