PIK kembali dipolitisasi di tengah tudingan bahwa bendera Indonesia dilarang di lingkungan megah | Sentra Berita

  • Whatsapp

Lingkungan Pantai Indah Kapuk (PIK) di Jakarta Utara tentu saja memancarkan eksklusivitas karena banyaknya komunitas elit yang terjaga keamanannya dan pembangunan kota yang terencana dengan baik dibandingkan dengan bagian lain ibu kota, dan itu telah membuatnya menjadi korban tuduhan tidak berdasar tidak berdasar. -Indonesia, termasuk saat Hari Kemerdekaan kemarin.

Menurut laporan, sebuah organisasi masyarakat sipil (secara lokal disebut sebagai organisasi massa atau) ormas singkatnya) bernama Laskar Merah Putih (Prajurit Merah Putih) bermaksud mengibarkan bendera selebar 25 meter di sebuah jembatan di PIK sebelum dihentikan polisi. Rekaman larangan itu menjadi viral secara online, memicu tuduhan bahwa pihak berwenang mengabadikan nilai-nilai anti-Indonesia yang dianggap identik dengan lingkungan tersebut.

Polisi hari ini menolak gagasan itu, dengan mengatakan bahwa para petugas itu hanya menegakkan pembatasan berkumpul di depan umum selama pandemi.

“Itu yang tidak kami inginkan. Saat ini beban kasus Jakarta berkurang, jadi kami tidak ingin orang berkumpul dan membuat cluster baru, ”kata Kapolres Jakarta Utara Guruh Arif Darmawan.

“Kami tidak melarang mereka mengibarkan bendera.”

Tahun lalu, PIK menjadi sorotan dalam situasi yang sama ketika seorang pengendara sepeda mengatakan dalam video viral bahwa ia dilarang memasuki bagian pribadi lingkungan tanpa paspor, meskipun ia tidak pernah menunjukkan bukti untuk mendukung klaimnya.

Pihak berwenang dan pengembang real estat di lingkungan itu membantah klaim paspor, dengan yang terakhir mengatakan bahwa masyarakat umum dilarang masuk ke bagian-bagian tertentu dari PIK karena alasan keamanan karena pekerjaan konstruksi besar sedang berlangsung.

Baca berita terbaru tentang Sentra Berita

Berlangganan The Sentra Berita Podcast untuk berita dan budaya pop trending teratas dari Asia Tenggara dan Hong Kong setiap hari Jumat!

.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *