Petugas militer diduga membantu Influencer Rachel Vennya melarikan diri dari karantina – Sentra Berita

  • Whatsapp

Seorang perwira militer yang ditempatkan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta diduga membantu influencer Rachel Vennya melarikan diri dari karantina wajib COVID-19 setelah kembali dari luar negeri, sebuah penyelidikan resmi telah mengungkapkan.

Penyidikan dilakukan oleh Kodam Jaya, dengan perwira berinisial FS itu akan segera diperiksa.

Baca juga – Influencer Rachel Vennya diduga lolos dari karantina hanya setelah 3 hari

“Dalam penyelidikan, kami menemukan ada dugaan tindakan non-prosedur yang dilakukan oleh anggota Satgas Pengamanan Bandara Soekarno-hatta berinisial FS,” kata Juru Bicara Kodam Jaya Herwin BS dalam keterangannya hari ini.

Herwin mengatakan penyelidikan kasus Rachel sedang berlangsung, dengan pihak berwenang menelusuri kembali perjalanan influencer dari kedatangannya di bandara ke Rumah Sakit Darurat COVID-19 di Wisma Atlet Pademangan, Jakarta Utara.

Selain itu, Rachel seharusnya tidak diizinkan untuk tinggal di fasilitas itu, karena yang berhak dikarantina di Wisma Atlet Pademangan adalah pekerja migran Indonesia, pelajar, dan pejabat pemerintah.

Rachel yang berusia 26 tahun dan pasangannya, Salim Nauderer, baru saja kembali dari New York Fashion Week sebagai duta merek fashion Indonesia, bersama dengan selebriti dan influencer lainnya. Menurut peraturan Indonesia pada saat kepulangannya, pelancong yang datang dari luar negeri harus menjalani karantina selama delapan hari setelah kedatangan.

Dugaan tersebut pertama kali mengemuka setelah seorang pengguna Instagram menulis komentar di bawah postingan yang mengaku sebagai petugas administrasi yang memasukkan data Rachel di Rumah Sakit Darurat COVID-19 di Wisma Atlet Pademangan, Jakarta Utara.

Menanggapi kemungkinan skandal itu, juru bicara Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengatakan pada hari Selasa bahwa pemerintah ingin pihak berwenang menyelidiki kasus ini secara serius.

Berdasarkan Undang-Undang Karantina Kesehatan Indonesia, Rachel dan rekannya masing-masing berpotensi menghadapi hukuman satu tahun penjara karena melanggar aturan karantina wajib.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *