Penjualan Hewan Kurban di Gunungkidul Anjlok Terdampak PPKM Darurat

  • Whatsapp
Penjualan Hewan Kurban di Gunungkidul Anjlok Terdampak PPKM Darurat
Ilustrasi penjualan hewan kurban. Foto: Tugu Jogja

Penjualan hewan kurban pada perayaan Idul Adha tahun ini mengalami penurunan cukup drastis. Pedagang menyebut anjloknya penjualan hewan kurban dipicu karena pemberlakuan PPKM Darurat menjelang Hari Raya Idul Adha ini.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Gunungkidul mencatat anjloknya penjualan hewan kurban untuk Iduladha tahun ini. Penurunan yang terjadi bahkan lebih dari 50 persen. Laporan penurunan salah satunya terjadi Pasar Hewan Siyono Harjo, Playen.

Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Disperindag Gunungkidul, Yuniarti Ekoningsih mengatakan sampai Idul Adha ini pihaknya belum menghitung secara pasti penurunannya karena masih menunggu laporan berbagai tempat. Namun pekan lalu mantri pasar melaporkan ada sekitar 200-an ekor hewan yang terjual.

"Sekitar 176 ekor adalah sapi. Itu menurun drastis," ungkap Yuni dihubungi

Jika dibandingkan dengan Idul Adha tahun lalu, pada periode yang sama ia menyebut lebih dari 800 ekor hewan terjual. Padahal, saat itu situasi pandemi COVID-19 juga sedang berlangsung. penurunan signifikan terjadi sebagai dampak dari PPKM Darurat.

Menurut Yuni, penyebab penunurunan tersebut karena sebagian besar masyarakat memilih untuk menahan membeli kebutuhan, termasuk hewan kurban. Namun berdasarkan laporan, situasi pasar hewan masih terbilang ramai namun penjualannya turun signifikan.

"Yang ramai hanya penjualnya. Karena pembeli dari luar daerah cukup sedikit," ujarnya.

Yuni juga menyebut harga daging sapi dan kambing mengalami penurunan. Meski begitu, penurunan harga yang terjadi tidak terlalu signifikan. Penurunan harga lazim terjadi saat Iduladha. Pasalnya, masyarakat banyak mendapatkan daging kurban sehingga mereka tidak perlu membeli lagi ke pasar.

Mereka akhirnya punya persediaan daging di rumah, sehingga permintaan kebutuhan protein lain seperti daging ayam dan ikan ikut turun. Adanya penurunan permintaan membuat para penjual hewan kurban sudah melakukan antisipasi.

Eko Purwono, penjual asal Kalurahan Karangasem, Paliyan mengatakan untuk Iduladha tahun ini tak menyediakan stok hewan ternak dalam jumlah banyak. Sebab ia khawatir merugi karena adanya penurunan permintaan. ia memilih menghabiskan terlebih dahulu persediaan hewan ternak yang ada.

"Saya lebih memilih memantau terus perkembangan permintaan," ujar Eko.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *