Pelaku Penganiayaan Remaja di Parkiran Minimarket Minta Maaf, Dijerat UU Perlindungan Anak

  • Whatsapp
Polrestabes Medan memaparkan pengungkapan kasus penganiayaan anak remaja di minimarket di Jalan Pintu Air IV, Kelurahan Kwala Bekala, Kecamatan Medan Johor pada Kamis (16/12/2021) sore. Pelaku ditangkap di sebuah kafe pada Jumat (24/12/2021) malam. (foto: Kompas.com)

Medan (SentraBerita.com) – Pelaku penganiayaan di parkiran minimarket, Medan, akhirnya ditangkap setelah video rekaman kamera pengawas viral di media sosial. Polisi sudah menangkap pelaku dan jadi tersangka atas pelanggaran UU Perlindungan Anak.

Meski sudah ditangkap dan ditetapkan tersangka, tetapi H belum ditahan. Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko menjelaskan, status H saat ini masih penangkapan.

“Sampai sekarang belum ditahan. Status tersangka masih penangkapan, karena teman-teman (wartawan) banyak yang telepon minta segera diekspos, harusnya kita kan beri waktu 1×24 jam (pemeriksaan),” ucapnya sat konferensi pers, Sabtu 25 Desember 2021.

Riko menuturkan, tersangka juga belum ditahan lantaran ancaman hukumannya di bawah 5 tahun penjara. Dalam kasus ini, tersangka H dijerat dengan Pasal 80 ayat 1 juncto Pasal 76 c UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Ia terancam hukuman paling singkat 3 tahun 6 bulan dan denda paling banyak Rp72 juta.

Kasus penganiayaan ini terjadi di parkiran minimarket Jalan Pintu Air IV, Kecamatan Medan Johor, Kota Medan, Sumatera Utara. Korbannya adalah seorang remaja, berusia 16 tahun.

Pelaku pemukulan tersebut berinisial H (45). Berdasar penuturan H, dirinya melakukan pemukulan karena kesal atas sikap korban. Menurut H, korban tidak sopan saat memintanya menggeser posisi mobil.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *