Pakar bantu Polisi di kasus pembunuhan Subang: Pelaku masih di situ…

  • Whatsapp

Pakar mikro ekspresi Poppy Amalya turut ikut memberi analisa mendalam terkait kasus pembunuhan yang terjadi di Subang, Jawa Barat, melibatkan ibu dan anak. Menurutnya, dirinya sudah mencoba menganalisa sejumlah hal. Sampai akhirnya tertuju pada sosok yang diyakininya bersalah.

Akan tetapi, kata Pakar ini, tentu masih dibutuhkan bukti tambahan, seperti halnya Polisi Subang yang masih terus bekerja keras atas kasus ini.

“Polisi sebenarnya sudah yakin banget, seyakin saya soal siapa sebenarnya pelakunya. Tetapi kita tidak bisa menuduh orang tanpa effidence-effidence yang kuat,” kata dia, dikutip Hops.id, Senin 13 September 2021.

Pakar: Pelaku pembunuhan Subang masih di situ

Poppy lantas menyinggung kemampuannya untuk membantu Polisi berkaitan dengan pembacaan ekspresi dan kondisi emosinya ketika memberi keterangan. Dia lantas menyinggung saat pagi hari di 18 Agustus 2021, –hari kejadian–sudah banyak sekali orang riuh mendatangi TKP. Padahal, kata dia, kondisi ini sangat menyulitkan Polisi, lantaran TKP menjadi tidak clear untuk membaca sidik jari pelaku.

Dan dari hasil analisanya, dia menduga pelaku ketika pagi itu masih ada di lokasi. “Asumsinya, waktu kejadian diduga pelaku ada di situ, karena selang waktu yang pendek sekali. Itu asumsi ya, dan dia melihat kejadian tersebut.”

Sebab jika dirunut dari jejak kronologi, pelaku diduga juga sempat membuang barang bukti berupa pakaian korban di tempat pencucian mobil yang berjarak 500 meter dari TKP, dengan menggunakan Avanza silver.

Poppy lantas menyinggung mengapa ada genangan air dan ember di dekat Alphard, lokasi ditemukannya Tuti dan Amel. Dia menduga kuat, genangan air dan ember itu sengaja dipakai pelaku untuk mencuci sidik jari yang menempel di mobil atau di tubuh korban.

Ilustrasi intelijen
Ilustrasi intelijen Foto:minews

“Asal kalian tahu, air itu bisa melunturkan sidik jari, Semisal saya pegang HP, lalu saya lap layar dengan air, maka akan melunturkan sidik jari. Itulah alasannya kenapa korban tidak mengenakan busana, dan barang yang dibuang diasumsikan adalah baju dari korban,” kata dia lagi di saluran Youtubenya.

4 Jam beres-beres mayat

Lebih lanjut, aksi cuci jasad sendiri dipercaya pakar ini juga dilakukan pada waktu pembunuhan terhadap korban Subang, Tuti. Pelaku diduga memiliki banyak waktu untuk membersihkan jasad korban dari jam 01.00 saat Tuti meninggal, sampai pembunuhan kedua terhadap Amel jam 05.00 WIB.

Maka itu, Tuti dipercaya diseret ke kamar mandi untuk selanjutnya diseret ke atas Alphard lewat pintu belakang.

Yosef angkat jenazah keluarganya di kasus pembunuhan Subang. Foto: Ist.
Yosef angkat jenazah keluarganya di kasus pembunuhan Subang. Foto: Ist.

“Nah, makanya tak ada sidik jari yang tersisa di tubuh mayat tersebut. Makanya analisa diasumsikan dimandikan di kamar mandi, baru dibawa lewat bagian depan. Sebab sepertinya pelaku sudah tahu kalau pagi akan ramai, makanya ada ceceran darah, lalu pelaku ambil ember untuk dibersihkan,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *