Orang Tua Wajib Tahu! Berikut Tips Merawat Anak Saat Isolasi Mandiri – SentraBerita.com

  • Whatsapp

Dilansir dari data Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), kasus Covid-19 pada anak di Indonesia telah mencapai angka 12,5 persen dari total 2 juta lebih kasus. Tentu saja kondisi ini sangat mengkhawatirkan, terutama bagi para orang tua.


BACA JUGA: Kenali Perbedaan Varian Covid Berikut Ini Agar Kamu Tetap Aman


Meski begitu, nyatanya tidak semua anak yang terinfeksi harus mendapat perawatan di rumah sakit. Anak dengan minim atau tanpa gejala boleh melakukan isolasi mandiri di rumah.

Kabar baiknya, IDAI telah merilis panduan khusus untuk anak yang positif Covid-19 demi membantu para orang tua untuk dapat memberikan perawatan dan penanganan yang tepat saat anak harus melakukan isoman. Selain itu, simak juga tips merawat anak saat isolasi mandiri di bawah ini.

Syarat dan Cara Isolasi Mandiri di Rumah

Sebelum menyimak beberapa tips merawat anak saat isolasi mandiri, ketahuilah terlebih dahulu syarat dan cara isolasi mandiri di rumah yang perlu dilakukan. Yang pertama, anak yang boleh menjalani isoman haruslah anak yang tifak menunjukkan gejala (asimptomatik) atau hanya mengalami gejala ringan.

tips merawat anak saat isolasi mandiri

(Image by @pedro_wroclaw from Pixabay)

Lalu, yang boleh merawat anak yang terinfeksi adalah orang tua atau pengasuh yang memiliki risiko rendah terhadap gejala dan efek samping infeksi virus Covid-19. Jangan titipkan anak pada orang yang berisiko tinggi seperti kakek-nenek yang sudah sepuh atau orang yang memiliki penyakit kronik dan riwayat penyakit bawaan.


BACA JUGA: Langkah-Langkah Yang Harus Diambil Ketika Melakukan Isolasi Mandiri


Selian itu, pastikan juga fasilitas isoman yang ada semuanya cukup baik dan memadai. Mari simak beberapa tips merawat anak saat isolasi mandiri di rumah berikut ini.

1. Kenali Gejala dan Tanda Bahaya pada Anak

Saat sedang merawat anak yang terpapar virus Covid-19, tentunya tips merawat anak saat isolasi mandiri yang satu ini adalah hal pertama yang perlu diketahui. Sebab, mengenali gejala dan tanda bahaya pada anak sangatlah penting agar para orang tua dapat mengambil keputusan mengenai penanganan yang tepat.

Dalam tips merawat anak saat isolasi mandiri di rumah ini, ada beberapa gejala atau tanda bahaya yang perlu diperhatikan oleh orang tua. Tanda-tandanya antara lain adalah jika anak terlalu banyak tidur atau kesadaran mulai menurun. Lalu, perhatikan juga apakah laju napas anak terlalu cepat, hidung kembang kempis, dan ada cekungan di dada.


BACA JUGA: Anak Sakit Di Masa Pandemi? Berikut Gejala Corona Pada Anak


Tanda selanjutnya yang perlu diperhatikan adalah jika tingkat saturasi oksigen anak kurang dari 95 persen. Sebisa mungkin pantaulah tingkat saturasi oksigen anak setiap satu kali sehari dengan menggunakan oximeter.

Tips merawat anak saat isolasi mandiri

(Photo by @GustavoFring from Pexels)

Tanda-tanda lainnya adalah seperti dehidrasi, mencret dan muntah-muntah, frekuensi buang air kecil berkurang, tidak bisa makan dan minum, demam berkepanjangan (lebih dari 7 hari) yang disertai oleh mata merah, ruam, dan leher bengkak, serta kejang. Dan tentunya, anak dengan riwayat penyakit kronik pun harus mendapat perhatian khusus.

Nah, jika anak menunjukkan gejala-gejala tersebut, bawalah segera ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan pertolongan dari tenaga kesehatan.

2. Pastikan Alat Isoman Memadai

Tips merawat anak saat isolasi mandiri di rumah selanjutnya adalah memastikan bahwa alat isoman yang ada di rumah cukup memadai. Dengan melakukan tips merawat anak saat isolasi mandiri di rumah yang satu ini, para orang tua akan lebih mudah untuk memantau keadaan anak.

Salah satu alat penting yang sebisa mungkin tersedia saat melakukan isolasi mandiri di rumah adalah oximeter yang berfungsi untuk mengukur tingkat saturasi oksigen. Selain itu, termometer juga penting agar para orang tua dapat mengukur dan mengetahui suhu tubuh anak saat demam.

3. Sediakan Obat-Obatan dan Vitamin yang Diperlukan

Selain menyediakan alat isoman yang memadai, salah satu tips merawat anak saat isolasi mandiri di rumah yang juga penting untuk dilakukan oleh para orang tua adalah menyediakan suplemen, vitamin, serta obat-obatan yang diperlukan. Obat-obatan dengan resep dokter, atau misalnya paracetamol untuk menurunkan demam dapat diberikan pada anak saat isolasi mandiri di rumah.

Selain itu, para orang tua juga bisa memberikan suplemen zinc sebanyak 20 mg per hari selama 14 hari (selama periode isoman). Jangan lupa, sediakan multivitamin untuk mendukung dan mendorong imun tubuh anak agar kembali pulih. Berikan vitamin C dan D3 secara berkala dengan dosis yang sesuai dengan kebutuhan anak. Untuk melakukan tips merawat anak saat isolasi mandiri ini, berkonsultasilah dahulu dengan dokter atau tenaga ahli.

4. Selalu Disiplin Terapkan Protokol Kesehatan

Tips merawat anak saat isolasi mandiri di rumah selanjutnya adalah dengan selalu disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan. Tips merawat anak saat isolasi mandiri yang satu ini sangatlah penting, mengingat virus Covid-19 sangat mudah menyebar. Untuk itu, jangan lemah dan ikuti beberapa tips di bawah ini.

Yang pertama adalah stay at home! Ya! Tetap di rumah dan jangan sampai tergoda untuk berjalan-jalan ke luar rumah sebentar meskipun anak tidak menunjukkan gejala. Sediakanlah ruangan yang nyaman dengan ventilasi yang baik untuk anak, dan jika perlu sediakan berbagai mainan kesukaannya agar anak tetap betah saat isoman.

Tips merawat anak saat isolasi mandiri

(Photo by @KetutSubiyanto from Pexels)

Yang kedua, selalu gunakan masker. Anak berusia 2 tahun ke atas atau sudah bisa memakai dan melepas masker sendiri dianjurkan untuk tetap memakai masker. Usahakan hanya melepas masker di waktu-waktu tertentu seperti saat anak sedang tidur atau saat sedang berada sendirian di dalam ruangan. Pastikan posisi anak berjarak minimal 2 meter dari orang di sekitarnya saat hendak melepas masker. Dan jangan lupa, orang tua atau pengasuh yang merawat pun wajib menggunakan masker dan penutup mata untuk meminimalisir penularan.

Selain itu, terapkan juga protokol kesehatan mendasar seperti cuci tangan dengan sabun secara berkala, menjaga kebersihan, dan mengajarkan etika batuk pada anak. Hindari bertukar atau menggunakan alat pribadi bersama-sama, seperti handuk misalnya.

Jika memungkinkan, sediakan area terpisah untuk anak, seperti area tidur, bermain, makan, juga kamar mandi. Jika tidak memungkinkan, usahakan untuk tetap menjaga jarak aman minimal 1-2 meter. Lalu, usahakan agar anak menggunakan kamar mandi paling akhir setelah orang lain, dan beri jarak waktu bagi pengguna berikutnya.

Menerapkan protokol kesehatan secara ketat dan melakukan tips merawat anak saat isolasi mandiri yang satu ini penting dilakukan untuk menekan risiko penularan. Pokoknya, jangan sampai lengah!

5. Berikan Anak Asupan Gizi yang Cukup

Tips merawat anak saat isolasi mandiri yang satu ini juga sangat penting untuk dilakukan demi meningkatkan daya tahan tubuh dan mempercepat proses pemulihan. Berikan anak makanan kaya nutrisi dan gizi seimbang yang mengandung protein, mineral, lemak baik, karbohidrat, dan makanan-makanan sumber vitamin.


BACA JUGA: Cara Meningkatkan Imunitas Anak Untuk Melawan COVID-19


Suplemen vitamin C, D, E, serta zinc pun dapat diberikan pada anak sebagai pendukung asupan gizi. Jangan lupa, kosultasikan terlebih dahulu tata cara dan tips merawat anak saat isolasi mandiri yang satu ini kepada dokter atau ahli gizi yang kompeten. Jika anak masih dalam masa menyusu ASI, berikan ASI seoptimal mungkin untuk anak, karena ASI juga dapat membantu melawan virus yang bersarang di tubuh anak.

6. Berikan Anak Dukungan Psikologis

Selain memberikan asupan nutrisi yang cukup, memberi anak dukungan psikologis selama isoman juga merupakan salah satu tips merawat anak saat isolasi mandiri yang bisa dilakukan oleh para orang tua. Tips merawat anak saat isolasi mandiri ini penting dilakukan oleh orang tua agar anak tidak merasa bingung, panik, atau khawatir berlebihan saat tahu bahwa dirinya terinfeksi virus Covid-19. Mereka perlu tahu alasan dan bagaimana cara isolasi mandiri yang benar. Dukungan dan semangat dari orang-orang sekitar sangat penting agar anak tidak merasa sedang melalui semua ini sendirian.

7. Pasca Isoman

Tips merawat anak saat isolasi mandiri di rumah yang terakhir adalah dengan mengetahui hal apa saja yang harus dilakukan pasca isoman. Seperti yang diketahui, gejala Covid-19 umumnya akan hilang setelah 14 hari saat dinyatakan positif.

Tips merawat anak saat isolasi mandiri

(Photo by @TanyaGorelova from Pexels)

Namun, usahakan jangan langsung bepergian ke luar rumah apalagi bertemu dengan banyak orang. Sebab, masa penularan virus pada setiap orang bisa berbeda-beda, tergantung kondisi tubuh masing-masing. Lebih baik tanyakan dan konsultasikan dahulu pada dokter kapan sang anak sudah bisa menyelesaikan masa isoman. Setelah itu, baru lakukan PCR swab test untuk memastikan anak sudah negatif Covid-19.

Pasti happy staycation di SentraBerita.com!

Bosan di rumah aja? Cobain yuk datang dan staycation di SentraBerita.com biar kamu happy terus! Hotel kapsul yang modern dan unik ini pasti bisa memberikan kamu pengalaman baru menginap di hotel. Pod-nya yang unik dan nyaman pasti bikin kamu betah berlama-lama staycation di SentraBerita.com. Selain itu, di dalam pod-nya juga terdapat lampu LED yang bisa disesuaikan dengan suasana hati kamu.

Untuk memesan kamar, kamu nggak usah khawatir bakal ribet, tinggal download aja aplikasinya. QR code yang ada di aplikasinya juga berfungsi sebagai kunci kamar lho. Keren, kan? Tunggu apa lagi? Ayo menginap di SentraBerita.com! Oh iya, kamu juga bisa melihat langsung pods SentraBerita.com lewat virtual 360° tour lho!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *