Ngeri! RI Dikepung Senjata Nuklir ‘Tetangga’, Ini Buktinya

  • Whatsapp

Jakarta, Sentra Berita Indonesia – Jumlah negara sekitar Indonesia dan ASEAN yang memiliki kekuatan nuklir bertambah. Ini dipicu oleh munculnya kemitraan baru di Indo Pasifik yang melibatkan Amerika Serikat (AS), Inggris dan Australia disebut AUKUS.

Bacaan Lainnya

Mulai Senin (22/11/2021), kerjasama kapal selam nuklir antara ketiga negara itu resmi dimulai. Salah satu negara yang akan mendapatkan kapal selam nuklir ini adalah Australia, yang berencana membuat delapan unit.

Menteri Pertahanan Australia PeterDutton mengatakan bahwa dalam kesepakatan ini, Canberra akan dibantu langsung oleh AS. Selain pembuatan, seluruh negara yang ada dalam aliansi ini akan melakukan pertukaran “informasi propulsi nuklir angkatan laut”. Padahal, hal itu topik sensitif antar negara.

Sementara itu, Presiden AS Joe Biden menyambut baik perjanjian kapal selam nuklir ini. Ia mengatakan bahwa pengembangan bersama ini akan memperkuat posisi AUKUS dalam menjaga stabilitas kawasan.

“Perjanjian itu akan memungkinkan kerja sama, yang selanjutnya akan meningkatkan postur pertahanan bersama kita,” kata Biden dikutip AFP.

AUKUS sendiri dibentuk saat ketiga negara tersebut sedang berselisih paham dengan China. Beijing sendiri juga diketahui sedang memperkuat kemampuan pertahanannya di bidang nuklir dan juga rudal hipersonik. Bahkan, laporan terbaru Pentagon mengatakan bahwa rudal yang dimiliki China bisa saja mendarat di wilayah AS.

“Itu berkeliling dunia, menjatuhkan kendaraan luncur hipersonik yang meluncur kembali ke China. Ini berdampak pada target di China,” ujar Jenderal John Hyten, wakil ketua Kepala Staf Gabungan militer AS, dikutip Sentra Berita International pekan lalu.

Sementara itu, Indonesia dan Malaysia telah bersuara mengenai perkembangan nuklir di wilayah tetangganya ini. Keduanya menyebut bahwa Asia Tenggara merupakan area bebas senkata nuklir (SEANWFZ) sejak 1971.

“Indonesia sangat prihatin atas terus berlanjutnya perlombaan senjata dan proyeksi kekuatan militer di kawasan,” kicau Kemlu melalui akun Twitter @Kemlu_RI pada September lalu.

“Indonesia mendorong Australia dan pihak-pihak terkait lainnya untuk terus mengedepankan dialog dalam menyelesaikan perbedaan secara damai. Dalam kaitan ini, Indonesia menekankan pentingnya penghormatan terhadap hukum internasional termasuk UNCLOS 1982 dalam menjaga perdamaian dan keamanan di kawasan.”

Selain itu, Malaysia melihat AUKUS bisa menstimulus tindakan lebih agresif dari negara-negara yang berseteru. Terutama di kawasan Laut China Selatan (LCS) yang memang sudah mengalami ketegangan saat ini.

[Gambas:Video CNBC]

(tps/sef)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *