Nabung Jadi Pilihan Orang-Orang Kaya RI Bertahan dari Pandemi

  • Whatsapp

Jakarta, Sentra Berita Indonesia – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan golongan menengah atas atau ‘orang kaya’ mengalami peningkatan pendapatan, namun lebih memilih untuk menaruh dananya untuk ditabung dan diinvestasikan.

Kepala BPS Margo Yuwono menjelaskan terjadi peningkatan pendapatan yang tercermin dari peningkatan penerimaan Pajak Penghasilan Orang Pribadi atau PPh 21 sebesar 14,41% pada Kuartal I-2021 jika dibandingkan pada Kuartal III-2020.

Peningkatan pendapatan pada masyarakat golongan menengah atas, kata Margo tidak dialokasikan untuk belanja konsumsi yang diharapkan dapat menggerakkan perekonomian masyarakat di golongan bawah.

“Mereka cenderung mengalokasikan pendapatannya untuk menghadapi uncertainty di masa mendatang melalui investasi finansial,” jelas Margo dalam konferensi pers, Kamis (15/7/2021).

Hal tersebut, lanjut Margo ditunjukkan dengan meningkatnya tabungan sebesar 3,19%, ekuitas 54,83%, dan reksadana 52,78% pada Kuartal I-2021 dibandingkan Kuartal III-2020.

Proses pemulihan ekonomi konsumsi rumah tangga, memang dinilai masih menghadapi tantangan berat. Pengeluaran konsumsi rumah tangg pada Kuartal I-2021 terkontraksi atau -0,09% jika dibandingkan Kuartal III-2020.

“Pada Triwulan 1-2021 dibandingkan Triwulan 3-2020 masih terjadi kontraksi pengeluaran konsumsi rumah tangga pada kategori kesehatan dan pendidikan; makanan dan minuman, selain restoran; pakaian, alas kaki dan jasa perawatannya,” jelas Margo.

Secara tahunan atau year on year, pada Kuartal I-2021 konsumsi rumah tangga masih terkontraksi 2,23% jika dibandingkan dengan Kuartal I-202, meski jika dilihat kontraksinya terus mengecil jika dibandingkan periode sebelumnya.

Orang kaya yang tidak melakukan konsumsi di tengah pandemi ini, juga tercermin dari data Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Dimana jumlah simpanan bank umum hingga April 2021 sebesar Rp 6.877 triliun tumbuh 10,79%.

Untuk simpanan nasabah kaya tercatat dengan saldo di atas Rp 5 miliar tumbuh 14,68% atau naik Rp 432,96 triliun. Lalu dengan saldo Rp 2 miliar Rp 5 miliar tumbuh 7,98% naik Rp 212,58 triliun.

[Gambas:Video CNBC]

(hoi/hoi)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *