Morning Briefing 11 Oktober 2021: lima hal yang harus kamu tahu hari ini

  • Whatsapp

Monday is here! Tetap jaga kesehatan dan tetap terapkan protokol kesehatan. Sebelum memulai hari, simak lima berita penting dalam Morning Briefing 11 Oktober 2021.

Sebanyak 2 juta vaksin Pfizer tiba di Indonesia.

Pemerintah akan langsung mendistribusikan 2.000.700 dosis vakin dalam bentuk jadi tersebut ke 12 provinsi. Dalam keterangan tertulis, Juru Bicara Kementerian Kesehatan dr Siti Nadia Tarmizi menerangkan vaksin yang diterima Indonesia 280.527.920 vaksin baik dalam bentuk bahan baku maupun vaksin jadi. (Liputan6)

Bacaan Lainnya

Pemerintah membentuk satgas anti pembajakan.

Satuan Tugas Operasi (Satgas Ops) anti pembajakan ini terdiri dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI), Bareskrim Polri, Ditjen Bea dan Cukai, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) serta Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Pembentukan satgas ini dilatarbelakangi usaha menanggulangi Indonesia yang saat ini dalam status Priority Watch List (PWL). (Sentra Berita)

Presiden Taiwan: tidak akan tunduk pada tekanan China.

Dalam sebuah pidatonya pada Minggu, Presiden Tsai ing-wen mengatakan akan terus memperkuat pertahanan Taiwan untuk memastikan tidak ada yang bisa memaksa mereka untuk tunduk pada China. Diklaim oleh China sebagai wilayahnya, Taiwan mendapatkan tekanan militer dan politik untuk menerima aturan dari Beijing tersebut. (Reuters)

Ribuan turun ke jalan mendemo Presiden Tunisia.

Ribuan warga turun ke jalan untuk menentang Presiden Kais Saied yang memegang hampir semua kekuasaan. Minggu sebelumnya, lebih dari 8.000 demonstran memadati Tunis mendukung Saied. Pada Juli, Saied memecat perdana menteri, memberikan suspensi pada parlemen dan mengambil otoritas eksekutif yang dianggap olah musuhnya sebagai sebuah “kudeta”. (Aljazeera)

Paul McCartney: John Lennon yang ingin The Beatles bubar.

Setelah selama ini banyak yang memperkirakan bahwa McCartney-lah yang membuat band itu bubar, gitaris The Beatles itu angkat bicara. McCartney memaparkan bahwa bukan dirinya yang memicu perpisahan, tapi “Johnny kami” dalam sebuah wawancara yang akan dirilis BBC bulan ini. Dia setuju jika Lennon tidak berhenti, maka perjalanan musik band tersebut masih akan lebih lama. (The Guardian)

Baca Juga

Selanjutnya: Setelah membaca Morning Briefing 11 Oktober 2021, jangan lupa mengecek cara menghadapi pasangan yang apatis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *