Mirip Obat, Vaksin Covid Baru Tak Perlu Disuntik Tapi Diminum

  • Whatsapp

Jakarta, Sentra Berita Indonesia – Sebuah perusahaan di Amerika Serikat (AS) dilaporkan sedang menyiapkan vaksin Covid-19 berbentuk tablet. Hal ini untuk mempermudah distribusi vaksin ke seluruh dunia.

Vaxart, perusahaan bioteknologi yang berpusat di San Fransisco, AS memamerkan karyanya ini ke publik. Mereka menyebut bahwa vaksin Covid-19 ini akan bersifat seperti pil biasa yang saat ini dikenal luas.

“Untuk memperjelas, seperti inilah bentuk vaksin (Covid-19) kami,” kata Dr Sean Tucker, kepala petugas ilmiah di Vaxart kepada Straits Times, dikutip, Jumat (30/7).

Mereka menyatakan bahwa ide ini tercetus karena sulitnya distribusi vaksin ke seluruh dunia, utamanya negara berkembang. Mereka menyebut bahwa vaksin cair membutuhkan sistem pengiriman dan pergudangan dengan pendingin bersuhu sangat rendah. Hal ini belum banyak dimiliki negara-negara di dunia.

“Anda berpotensi mengirimnya melalui surat atau drone, atau, Anda tahu, mengirimnya melalui udara. Itu adalah hal yang menyenangkan tentang memiliki vaksin berbasis tablet,” ujarnya lagi.

SelainĀ itu, penggunaan pil ini akan sangat mudah. Vaxart menyebut pasien tidak perlu melalui screening kesehatan yang ketat sebelum meminumnya.

“Tidak ada screening yang perlu dilibatkan atau dukungan medis yang memenuhi syarat untuk mengambilnya. Itu adalah keuntungan besar,” katanya.

Saat ini tim sedang melakukan uji coba Fase II. Jika semuanya berjalan dengan baik, Vaxart berharap untuk mengajukan otorisasi penggunaan darurat dalam satu tahun dari sekarang.

Selain Vaxart, vaksin bentuk non suntik juga pernah dikembangkan di perusahaan lainnya. Institut Sains India (IISc) dan perusahaan rintisan biotek Mynvax dilaporkan telah mengembangkan vaksin Covid-19 dengan prosedur penggunaan telan. Bahkan vaksin mereka telah menunjukkan keampuhan terhadap corona saat diujikan kepada tikus dan hamster.

Dr Raghavan Varadarajan, seorang profesor di IISc dan salah satu dari dua pendiri Mynvax, mengatakan kepada ST bahwa vaksin kemungkinan besar akan tersedia dalam bentuk bubuk beku-kering bersama dengan Ajuvan cair dalam botol terpisah. Ajuvan sendiri adalah bahan yang digunakan dalam vaksin untuk membantu menciptakan respons imun yang lebih kuat.

“Uji klinis kandidat vaksin dijadwalkan akan dimulai dalam enam bulan dan peluncuran publik tidak diharapkan setidaknya 16 bulan dari sekarang,” ujar IISc.

Sementara itu, data vaksinasi terbaru lembaga Our World In Data menunjukkan bahwa setidaknya 4 miliar dosis vaksin telah disuntikkan di seluruh dunia. Di Indonesia, ada 7,2% dari populasi yang mendapatkan suntikan vaksin dalam dosis penuh. Capaian ini masih di bawah rata-rata dunia yang berada di level 14,2% populasi.

[Gambas:Video CNBC]

(hoi/hoi)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *