Mimpi Punya Jembatan Permanen Segera Terwujud

  • Whatsapp

KUNINGAN (MASS) – Program TMMD ke 111 di Desa Jamberama Kecamatan Selajambe mencakup semua aspek. Sasaran fisik memang yang paling dominan.

Salah satu sasaran fisik adalah pembuatan jembatan Citonjong secara permanen di Dusun Cilimus RT 05 RW 02.

Selama ini jembatan dibuat dari bambu itu menghubungkan antara dua RW.
Adapun panjang 20 meter dan lebar 1,5 meter .

Warga menggunakan jembatan untuk mengangkut hasil bumi. Jembatan bambu kondisinya sudah rapuh dan sangat mengkhawatirkan.

Sehingga membuat was-was ketika menyebrang, terutama pada saat hujan turun sangat deras.

Ismat salah satu warga setempat menyebutkan selain bertani, masyarakat disini juga banyak yang berkebun. Hasil bumi yang didapat seperti kopi, kapol, dan pala.

“Kami peroleh dari hutan disebrang sana dengan melewati jembatan bambu ini. Suka takut kalao lewat karena rapuh,” ujarnya.

Sementara itu, Kades Jamberama, Suryaka menjelaskan, kondisi jembatan yang sudah rapuh itu membuat dirinya merasa was-was. Apalagi jika musim hujan tiba.

“Kalau terjadi banjir, sering sekali jembatan tersebut terseret arus air. Alhamdulillah selama ini belum pernah ada korban jiwa. Tapi setiap tahun, kami harus selalu mengganti jembatan tersebut, maka ketika TMMD lokasinya si desa kami sangat bahagia,” jelasnya.

Suryaka, meski jembatan tersebut tidak bisa digunakan untuk membawa beban yang berat-berat, namun tetap saja Ia merasa khawatir karena kondisi jembatan tersebut sudah rapuh adanya.

Apalagi kalau nenek-nenek atau kakek-kakek yang lewat dengan membawa hasil panennya.

Hal ini membuat saya khawatir terjadi apa-apa. Karena warga yang mau pergi ke hutan atau pulang dari hutan, pasti melewati jembatan tersebut,

” Sangat senang ketika jembatan akan dibuat permanen sehingga impian warga selama puluhan tahun segera terwujud,” ujarnya.

Dengan permanen setiap tahunnya tentu tidak harus mengganti jembatan. Dan, masyarakat pun akan merasa nyaman dan aman kalau pergi ke hutan.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Bukannya pihak desa tidak mau membangun tapi banyak hal yang harus diprioritaskan, terlebih anggarannya besar. (agus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *