Mengulik Keistimewaan Sate Klathak yang Sederhana, namun Banyak Digemari Wisatawan yang ke Jogja

  • Whatsapp

Berburu kuliner di kota Jogja sepertinya memang nggak ada habisnya. Mulai dari yang tradisional, seperti gudeg, sampai kuliner kekinian ada di kota ini. Salah satu kuliner tradisional khas Bantul, Yogyakarta yang wajib kamu coba adalah sate klathak. Buat para pecinta kambing, mari merapat!

Berbeda dengan sate kambing biasanya, sate klathak hanya dibumbui dengan garam saja sebagai bumbu utamanya.  Sederhana bukan? Namun, justru di situ letak keistimewaannya. Biasanya, sate klathak disajikan dengan kuah gulai yang menyegarkan. Tusukan yang digunakan untuk membakar sate klathak juga tidak terbuat dari bambu, melainkan dari jeruji sepeda. Potongan daging kambingnya pun lebih besar dari sate biasanya. Dari mana asal usul sate klathak?

Disebut sate klathak karena bunyi “klatak-klatak”

Konon katanya, penamaan sate klathak bermula dari bunyi ‘klathak-klathak’ garam yang ditaburkan ke daging kambing muda yang sedang dibakar. Suara ini juga bisa kita dengarkan kalau kita mengamati proses pembakaran sate klathak. Ada pula yang mengatakan bahwa ‘klathak’ adalah nama lain dari melinjo, tempat pertama kali sate klatak dijual. Lalu, kenapa harus ditusuk dengan jeruji sepeda?

Dibakar dengan jeruji sepeda supaya matang sempurna

Penggunaan jeruji sepeda untuk menusuk sate memang tidak wajar. Menurut Pak Bari, dilansir dari Tribunnews,  awal penggunaan jeruji itu agar tidak kerepotan membuat tusuk bambu saja. Namun pada akhirnya, daging yang dibakar dengan jeruji besi justru bisa matang sempurna karena sifat besi yang menghantarkan panas. Cita rasanya pun menjadi sempurna karenanya.

Rasanya gurih, dagingnya empuk. Cocok untuk penyuka makanan asin

Credit: Danangtrihartanto (CC BY-SA 4.0) via Wikimedia

Berbeda dengan rasa sate pada umumnya yang manis, sate klathak memiliki cita rasa yang gurih dan empuk. Cita rasa itu diperoleh dari sate yang dibumbui dengan garam, serta kuah gulai yang melengkapinya. Meskipun sederhana, pembuatan sate klathak ini membutuhkan pengetahuan dan keterampilan khusus, mulai dari penyiapan daging sampai pemotongan yang tepat. Jika kamu belum berkesempatan untuk datang ke warung sate klathhak, mungkin kamu bisa membuatnya.

Banyak warung yang melegenda, ada yang menjadi latar film Ada Apa dengan Cinta 2

Surganya sate klathak berada di sepanjang Jalan Imogiri, Bantul, bagian selatan Yogyakarta. Dengan mudah, ita akan menemukan banyak sekali penjual sate klathak di sana. Namun, ada beberapa rekomendasi warung sate klathak populer yang bisa kamu kunjungi.

Pertama, sate klathak Pak Pong. Warung sate klatak yang satu ini selalu ramai dipadati pengunjung, baik dari dalam atau luar Yogyakarta. Jika berkunjung ke sini, kamu harus bersabar karena pengunjungnya yang sangat ramai dan setiap masakan diolah per pesanan. Meskipun begitu, kamu tentu tidak akan kecewa karena rasanya yang sudah tidak diragukan lagi. Kamu juga bisa memesan olahan menu kambing lainnya lo.

Kedua, sate klathak Pak Bari. Warung sate ini terletak di dalam pasar Jejeran. Setelah menjadi setting film Ada Apa Dengann Cinta 2, warung sate klatak ini semakin terkenal di kalangan wisatawan. Racikan sate klathak ini terkenal lezat dan dan tekstur dagingnya pun lembut. Selain sate klathak, warung ini juga menyajikan menu lain, seperti nasi goreng dan sego godhog. Namun, warung ini hanya buka di malam hari mulai pukul 18.30 WIB.

Ketiga, sate klatak Mak Adi. Di warung sate klatak ini, ada satu menu yang tidak bisa dijumpai di warung lainnya, yaitu kronyos atau gajih goreng. Meskipun krenyos berbahaya bagi penderita kolesterol, namun bagi sebagian orang kuliner ini sangat nikmat rasanya.

Buat kamu yang datang ke Jogja, jangan lupa mampir untuk menikmati sate klathak ini ya!

Informasi destinasi, akomodasi, spot foto hingga kuliner dari Hipwee, selengkapnya di sini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *