Mau Investasi Reksadana Sejak Muda? Harus Tahu Ini Dulu, Beauties!

  • Whatsapp

Reksadana merupakan salah satu produk investasi yang banyak diminati oleh investor pemula. Reksadana adalah kumpulan dana dari masyarakat yang diinvestasikan pada portofolio efek oleh manajer investasi. Ada berbagai keunggulan dari reksadana yang patut dipertimbangkan bagi investor pemula. Di antaranya adalah sebagai berikut:

  • Modal investasi kecil, bahkan bisa dimulai dari Rp10 ribu – Rp 100 ribu.
  • Sudah terdiversifikasi ke berbagai produk, sesuai dengan portofolio efek yang disusun oleh manajer investasi.
  • Fleksibel, sebab reksadana bisa disimpan untuk jangka pendek, jangka menengah ataupun jangka panjang.
  • Dikelola secara profesional dan legal, reksadana dikelola oleh manajer investasi yang profesional dan mendapatkan pengawasan dari pemerintahan yakni OJK (Otoritas Jasa Keuangan)
  • Cenderung praktis karena terima beres, sebab saat investasi reksadana kita tak perlu memikirkan produk investasi secara spesifik, cukup memilih manajer investasi yang legal dan berkualitas dan menyerahkan uang pada mereka.

Berikut beautynesia.id telah merangkum 5 hal yang harus diketahui sebelum investasi reksadana.

Tujuan Keuangan




Reksadana
Reksadana/pexels.com/pixabay

Sebelum memilih investasi, kamu perlu mengetahui tujuan keuanganmu. Apakah uang yang diinvestasikan akan digunakan untuk biaya menikah, biaya beli rumah, biaya beli kendaraan dan lainnya? Setelah itu, buat target dana yang hendak kamu capai dan waktunya.

Gambaran tersebut bisa menjadi pijakan memilih produk investasi yang tepat dan bisa mendulang keuntungan yang sesuai dengan target dana tersebut. Dari gambaran tersebut, kamu bisa memilih jenis reksadana yang tepat.

Manajer Investasi

Salah satu keunikan dari investasi reksadana adalah adanya manajer investasi. Manajer investasi adalah pihak yang mengelola portofolio efek sesuai dengan kebijakan investasi yang disepakati. Pihak manajer investasi juga bertanggung jawab terhadap kinerja reksadana.

Jadi sederhananya, manajer investasi yang memiliki andil untuk membeli, menjual, dan mempertahankan saham, obligasi dan berbagai efek lainnya. Untuk itu, investor perlu memilih manajer investasi yang terpecaya, legal, dan kinerja yang bagus agar dana bisa berkembang seperti yang diharapkan.

Jenis Reksadana




Reksadana
Reksadana/pexels.com/Andrea Piacquadio

Selain itu, investor juga perlu mengetahui berbagai jenis reksadana. Di antaranya adalah reksadana pasar uang, reksadana pendapatan tetap, reksadana campuran, reksadana indek, reksadana saham dan reksadana dana terproteksi.

Kamu juga perlu mengetahui potensi keuntungan dan risiko dari setiap jenis reksadana tersebut. Sehingga investor bisa memilih jenis reksadana yang sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangannya.

Risiko Reksadana

Perlu diketahui bahwa setiap jenis investasi memiliki risikonya masing-masing termasuk investasi reksadana. Dengan pengetahuan ini, investor akan siap menghadapi segala konsekuensi dan tidak mudah stres jika ekspektasi tidak sesuai dengan realitas.

Risiko investasi reksadana adalah return yang tidak pasti, tak mendapatkan jaminan dari pemerintah, dan reksadana bisa dibubarkan. Hal ini menunjukkan pentingnya investor memilih manajer investasi yang kredibel dan cerdas dalam mengelola portofolio efek. 

NAB




Reksadana
Reksadana/pexels.com/Anthony Shkraba

Terakhir, hal mendasar yang perlu diketahui sebelum investasi reksadana adalah NAB. NAB atau Nilai Aktiva Bersih adalah total kekayaan bersih reksadana setiap harinya, bukan harga reksadana. Biasanya NAB ini juga disebut dengan istilah AUM (Asset Under Management)

Sedangkan NAB/UP adalah nilai aktiva bersih per unit penyertaan yang sering disebut juga sebagai NAB agar lebih praktis. Gambaran contohnya adalah kamu punya reksadana sebesar Rp5 juta dengan harga NAB/UP adalah Rp3.000 maka kamu memiliki 1.666,67 unit reksadana.

(arm2/arm2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *