Masih Ada 14 Buron Pos Ramil Kisor, 1 SST Brimob Ditarik

  • Whatsapp

Manokwari, Sentra Berita —

Bacaan Lainnya

Satu Satuan Setingkat Peleton (SST) Brimob Polda Papua Barat yang bertugas pascapenyerangan Pos Ramil Kisor di Maybrat ditarik kembali ke Markas dengan alasan situasi sudah kondusif.

Komandan Satuan Brimob Polda Papua Barat Kombes Polisi Semmy Ronny Thaba mengatakan penarikan satu SST itu dilakukan setelah pihaknya memastikan tak ada potensi gangguan keamanan di Kabupaten Maybrat.

“Situasi cukup kondusif beberapa hari terakhir ini, masa tugas mereka sesuai surat perintah juga telah berakhir, sehingga kita tarik dulu untuk kembali ke satuan. Saat ini, tersisa 2 SST yang masih bertugas di Maybrat,” ujar dia, kepada SentraBerita.com, di Manokwari, Senin (11/10).

Kendati demikian, pihaknya mengaku siap 24 jam jika diperlukan dalam rangka pengamanan kembali di wilayah tersebut atau wilayah lain yang memerlukan penebalan pasukan.

“Kita tarik satu SST, tapi bukan tidak mungkin ada penebalan lagi. Batalyon kita kapanpun siap digeser. Manakala eskalasi situasi kamtibmas meningkat dan Kapolda perintah penebalan pasukan, maka satu, dua, tiga SST bahkan satu Kompi siap kita geser ke sana,” aku dia.

Dansat juga mengklaim tidak ada gangguan kamtibamas selama penyelidikan dan pengejaran terhadap pelaku penyerangan yang masih buron alias yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

“Jika DPO yang patut diduga memegang senjata api, maka kegiatan pengejaran itu dilakukan Brimob. Ini juga perintah Kapolda. Kalau hanya masyarakat biasa yang turut bergabung, maka proses pengejaran oleh Polres Sorsel,” tuturnya.

Dia menyebut, Maybrat memiliki banyak perkampungan, hutan yang luas, serta banyak jalan pintas.

“Ini yang dimanfaatkan para DPO. Mereka berlindung dibalik masyarakat dan berpindah pindah tempat,” tandasnya.

Diketahui, hingga kini aparat telah mengamankan sebanyak tujuh pelaku penyerangan Pos Ramil Kisor, Distrik Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat yang menewaskan 4 Prajurit TNI. Masih ada 14 pelaku lagi berstatus DPO yang kini dalam pengejaran aparat.

(hen/arh)

[Gambas:Video CNN]


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *