Mari Rayakan Idul Adha di Rumah: Takbir Akbar Virtual hingga Silaturahmi Online

  • Whatsapp

Dalam pelaksanaan shalat Idul Adha aturan tersebut diantaranya, penyemprotan cairan disinfektan sebelum pelaksanaan shalat di area masjid. Foto: Mochammad Asim/ANTARA FOTO
Dalam rangka memeriahkan malam Hari Raya Idul Adha 1442 H, pemerintah menggelar Takbir Akbar Virtual. Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengajak masyarakat, khususnya umat Islam, ikut menyambut malam Idul Adha dengan menggemakan takbir dari rumah masing-masing.

“Mari meriahkan malam Hari Raya Idul Adha dalam Takbir Akbar Virtual,” ajak Yaqut dalam rilis Kemenag, Senin (19/7).

Menurut Menag, Takbir Akbar Virtual akan dihadiri Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin. Para menteri Kabinet Indonesia Maju, pimpinan lembaga, TNI/Polri, gubernur, elemen masyarakat, dll dijadwalkan akan ikut bergabung secara virtual dari kediaman masing-masing.

Takbir Akbar Virtual akan disiarkan stasiun-stasiun televisi, radio, dan media lainnya, termasuk media sosial. Acara dijadwalkan akan dimulai pada pukul 19.30 WIB.

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menggelar konferensi pers pembatalan keberangkatan Haji 2021.
Foto: Kemenag RI

“Mari gemakan takbir, agungkan Asma Allah Yang Mahabesar dan Mahakuasa, dari rumah masing-masing, seraya berharap pandemi ini segera berakhir,” ucap Menag.

Takbir Akbar Virtual mengangkat tema ‘Solidaritas Bersama untuk Indonesia Sehat’ dengan hastag

#TakbirDiRumahAja. Dikatakan Menag, Idul Adha mengingatkan umat Islam pada pesan penting Rasulullah SAW saat menyampaikan khotbah wukuf pada Haji Wada’ 14 Abad silam. Salah satunya adalah pesan untuk menjaga darah dan jiwa setiap manusia.

“Ini pesan yang sarat dengan nilai-nilai kemanusiaan. Karena itu, di momen Idul Adha saat pandemi, mari bangun solidaritas bersama untuk Indonesia Sehat,” tandasnya.

Petugas Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Provinsi Banten memeriksa sapi di Pasar Hewan Cipocok, Serang, Banten, Sabtu (10/7/2021). Foto: Asep Fathulrahman/ANTARA FOTO

Pemotongan Hewan Kurban Jangan Berkerumun

Menkopolhukam Mahfud MD mengingatkan seluruh masyarakat Indonesia tetap menerapkan protokol kesehatan ketat selama hari raya Idul Adha.

Akibat penularan COVID-19 masih belum melandai, pemerintah meminta salat Idul Adha sebaiknya dilaksanakan rumah bersama keluarga.

Mahfud mengatakan, aturan itu sesuai Instruksi Presiden Nomor 6/2020 tentang Penegakan Disiplin dan Penegakan Hukum Penanganan COVID-19.

“Sangat diharapkan kita tidak melakukan kerumunan, kerumunan yang pertama sebaiknya salat dilaksanakan di rumah masing-masing sesuai dengan yang difatwakan oleh lembaga-lembaga keagamaan,” kata Mahfud melalui video pernyataannya yang disiarkan kanal YouTube Kemenko Polhukam, Senin (19/7).

Sementara terkait pemotongan hewan kurban, Mahfud juga meminta agar tidak ada kerumunan. Menurutnya, pemotongan hewan kurban tetap dijalankan sesuai dengan anjuran keagamaan.

“Kurban itu ada aspek ritualnya yaitu menyembelih dengan jarak tertentu dan dibagi, tapi juga lebih dari itu ada aspek spritualnya yaitu kurban adalah dalam rangka taqarrub, kurban itu berkaitan dengan kata taqarrub yaitu mendekat kepada Allah,” ucap Mahfud.

Anggota Komisi IX DPR, Muchamad Nabil Haroen (Gus Nabil), mengingatkan agar kerumunan dihindari sebab masih dalam situasi pandemi COVID-19 yang masih tinggi.

“Idul Adha, karena masih pandemi, ibadah yang sifatnya kerumunan harusnya dihindari dulu. Kan bisa salat di rumah bersama keluarga, itu fadhilahnya juga besar. Lebih baik menjaga diri daripada merugikan orang lain, pesan agama jelas dalam hal ini,” ujar Gus Nabil, Senin (19/7).

Gus Nabil menegaskan, larangan mudik, sifatnya pencegahan mudarat. Pemerintah berusaha menjaga keseimbangan antara wilayah kebijakan dan wilayah agama.

Di sisi lain, PPKM Darurat masih berlaku, ia mendukung larangan mudik untuk mengatasi pandemi saat ini.

“Kebijakan PPKM Darurat sudah sangat jelas, tapi memang pelaksanaannya di lapangan perlu dirapikan. Khususnya, terkait dengan penegakan aturan atas warga kecil yang berdagang, harus ada pendekatan khusus jangan sampai sewenang-wenang,” urai Politikus PDIP ini.

Dialog Wakil Presiden dengan Ormas Islam tentang Pelaksanaan Ibadah Idul Adha dan Kurban 1442H dalam Suasana PPKM Darurat. Foto: Dok. Setwapres

7 Pernyataan Sikap Wapres dan Ormas Islam

Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin telah menggelar dialog secara virtual bersama seluruh ormas Islam pada Minggu (18/7). Mereka membahas soal pelaksanaan salat Idul Adha dan pemotongan hewan kurban.

Ma’ruf mengatakan, akibat penularan COVID-19 belum terkendali dan diperparah munculnya varian delta yang bisa menular lebih cepat, maka seluruh ormas Islam sudah sepakat pelaksanaan salat Idul Adha di wilayah PPKM darurat dan zona merah serta oranye dilakukan di rumah masing-masing.

“Karena penyebaran varian delta begitu cepat oleh karena itu semua sepakat jangan sampai Idul Adha menjadi klaster baru yang menambah tinggi penularan sehingga umat Islam merasa bertanggung jawab mencegah dan itu tadi sepakat membuat pernyataan bersama,” ucap Ma’ruf.

Eks Ketua Umum MUI menambahkan, pernyataan sikap ini sebenarnya sama seperti pernyataan yang sudah dikeluarkan oleh ormas Islam seperti NU dan ormas lainnya.

Mereka sepakat salat Idul Adha dilaksanakan di rumah masing-masing sedangkan pemotongan hewan kurban dilaksanakan di rumah pemotongan hewan serta daging kurban di antar oleh petugas ke rumah.

Sedangkan penyataan bersama ormas Islam ini dibacakan oleh Ketua Umum Lajnah Tanfidziyah Syarikat Islam (SI) Indonesia, Hamdan Zoelva.

Berikut tujuh poin pernyataan bersama Wakil Presiden dengan ormas Islam terkait pelaksanaan Idul Adha dan pemotongan hewan kurban:

  1. Para pimpinan MUI dan Pimpinan Ormas Islam bertekad dan berkomitmen bersama Pemerintah dalam upaya penanggulangan Covid-19 dan dampak yang ditimbulkannya secara bersama-sama oleh semua komponen bangsa tanpa terkecuali dengan disiplin melakukan ikhtiar terbaik (al-akhdzu bi al-asbab), dan mengharap pertolongan Allah ‘azza wajalla.

  2. Penanggulangan Covid-19 adalah merupakan upaya untuk menjaga keselamatan jiwa (hifdzu an-nafsi) setiap masyarakat yang harus diutamakan dan didahulukan. Setiap daya dan upaya yang ada harus difokuskan untuk mewujudkan hal itu, termasuk pemberlakuan situasi dan kondisi darurat melalui PPKM, sampai dengan pandemi covid-19 dapat tertanggulangi dan terkendali.

  3. Dalam menjalankan ibadah dan syi’ar agama, umat Islam agar tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan secara ketat. Pelaksanaan ibadah dan syi’ar agama yang berpotensi menjadi mata rantai penularan covid-19, seperti terjadinya kerumunan, harus dihindarkan serta ditiadakan dan dilakukan dengan menggunakan rukhshah (cara lebih ringan) sebagaimana diajarkan oleh syariat Islam dan dilaksanakan di rumah masing-masing.

  4. Pelaksanaan ibadah Idul adha Tetap mempertimbangkan kondisi di kawasan masing-masing dan berkoordinasi dengan satgas covid-19. Mengingat kondisi saat ini, khususnya di Jawa, Bali dan daerah lain yang termasuk PPKM darurat, pelaksanaan ibadah dan syi’ar iedul adha, seperti salat id dan takbir, diselenggarakan di rumah masing-masing. Sedang pemotongan dan pembagian hewan kurban dilakukan dengan menerapkan protokol Kesehatan. Pemotongan hewan kurban dilakukan di Rumah Potong Hewan dan/atau tempat lain yang aman, serta pembagian daging dilakukan dengan di antar ke rumah penerimanya.

  5. Fungsi masjid sebagai tempat ibadah mahdhah, pusat syiar keagamaan (lantunan azan, ayat suci, dll), dan konsolidasi sosial, di masa pandemi ini tetap dapat dijalankan sepanjang tidak bertentangan dengan protokol kesehatan, yang pelaksanaannya dikoordinasikan dengan pihak berwenang setempat. Masjid agar diperankan dalam penggalangan bantuan sosial untuk menolong korban Covid-19, tempat mengumumkan informasi penting terkait Covid-19, serta tempat sosialisasi dan literasi informasi terkini terkait Pandemi.

  6. Untuk kepentingan syiar Islam, melalui Idul Adha dengan menjaga protokol kesehatan yang ketat, dan untuk memberikan contoh kepada masyarakat Indonesia, pemerintah bersama MUI dan Ormas-Ormas Islam bersepakat untuk melaksanakan Takbir Akbar secara virtual yang dilaksanakan besok pada tanggal 9 Zulhijah 1442 H/18 Juli 2021 malam.

  7. Dengan mengharap pertolongan Allah SWT, para pimpinan MUI dan Ormas Islam mengajak umat Islam secara keseluruhan untuk terus mendekatkan diri kepada Allah, bermunajat, dan berdoa serta memohon ‘inayah Rabbaniyah agar wabah Covid-19 segera diangkat dan dihilangkan dari muka bumi

Tata Cara Salat Idul Adha dari MUI. Foto: Komisi Infokom MUI

Tata Cara Salat Idul Adha di Rumah dari MUI saat PPKM Darurat

MUI menganjurkan agar pelaksanaan salat Idul Adha dilakukan di rumah masing-masing. MUI juga memberikan tata cara melakukan salat sunah tersebut. Berikut tata caranya:

Tata Cara Salat Idul Adha dari MUI. Foto: Komisi Infokom MUI
  1. Salat dimulai dengan menyeru ‘Ash-shalaatu jaami’ah” tanpa azan dan iqomah.

  2. Membaca takbiratul ihram (Allahu akbar) sambil mengangkat kedua tangan.

  3. Membaca takbir sebanyak 7 kali sambi mengangkat tangan, di antara takbir dianjurkan membaca: “Subhanallah wal hamdulillah wa laa ilaha illallahu wallahu akbar”.

  4. Membaca surah Alfatihah, dilanjutkan dengan membaca surah pendek Al-quran.

  5. Dilanjut ruku, sujud, duduk di antara dua sujud, dan seterusnya hingga berdiri lagi seperti salat biasa.

  6. Rakaat kedua, membaca takbir sebanyak 5 kali sambil mengangkat tangan, di antara setiap takbir membaca “Subhanallah wal hamdulillah wa laa ilaha illallahu wallahu akbar”.

  7. Membaca Surah Al-Fatihah, diteruskan membaca surah pendek Al-quran.

  8. Dilanjutkan ruku, sujud, dan seterusnya hingga salam

  9. Setelah melaksanakan salat dua rakaat, disunahkan pembacaan khotbah (jika berjemaah).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *