Makna Pesan Bahasa Inggris Jokowi Dalam Sidang PBB

  • Whatsapp

Jakarta, Sentra Berita Indonesia – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan pidatonya secara virtual pada sesi debat umum Sidang Majelis Umum ke 76 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Kamis (23/9/2021)

Dalam acara yang dihadiri sejumlah pimpinan dunia tersebut, Jokowi memang menggunakan bahasa Indonesia, sesuai dengan aturan yang berlaku di Indonesia yaitu Peraturan Presiden (Perpres) 63/2021.

Aturan tersebut mewajibkan pejabat negara baik itu presiden, wakil presiden, maupun kalangan menteri menggunakan bahasa Indonesia dalam pidato resmi di dalam atau luar negeri.

Namun, dalam pidatonya kali ini Jokowi menyisipkan pesan berbahasa Inggris. Berdasarkan catatan Sentra Berita Indonesia, ada tiga pesan bahasa asing yang disampaikan Jokowi.

Pertama, adalah ‘No One Is Safe Until Everyone Is’, ‘No One Left Behind’, dan ‘Let Us Work Together to Recover Together, Recover Stronger’. Lantas, apa maksud pesan yang ingin disampaikan Jokowi?




Presiden Joko Widodo di Sidang PBB (Dok Kemenlu)Foto: Presiden Joko Widodo di Sidang PBB (Dok Kemenlu)
Presiden Joko Widodo di Sidang PBB (Dok Kemenlu)

No One Is Safe Until Everyone Is

Saat memulai pidatonya, Jokowi menggarisbawahi bahwa Sidang Majelis Umum PBB kali ini memang ditunggu untuk menjawab kegelisahan utama masyarakat dunia.

“Kapan masyarakat terbebas dari pandemi, kapan perekonomian segera pulih dan tumbuh inklusif. Bagaimana menjamin ketahanan planet ke depan serta kapan dunia akan terbebas dari konflik terorisme dan perang,” kata Jokowi.

Jokowi lantas menekankan bahwa Sidang Majelis Umum PBB harus memberikan harapan bahwa pandemi Covid-19 yang melanda dunia dalam dua tahun ke belakang bisa teratasi dengan cepat, adil dan merata.

Jokowi sendiri memahami, tidak ada satupun masyarakat yang aman sampai semuanya benar-benar aman. Apalagi, faktanya kemampuan dan kecepatan antar negara dalam menangani pandemi timpang.

Jokowi menilai, politisasi dan diskriminasi terhadap vaksin masih terjadi. Hal tersebut, kata dia, harus diselesaikan dengan langkah nyata dengan mengatur ulang arsitektur ketahanan kesehatan global.

Menurutnya, diperlukan mekanisme baru untuk menggalang ketahanan kesehatan global baik pendanaan, vaksin, obat-obatan, dan tenaga kesehatan.

“Kita tau bahwa no one is safe until everyone is,” kata Jokowi.

Halaman Selanjutnya >>> No One Left Behind & Recover Together, Recover Stronger

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *