Kreatif, Dari Limbah Pabrik Jadi Kursi Tong Cantik

  • Whatsapp

KUNINGAN (MASS) – Mungkin kalian tidak asing lagi dengan kursi tong seperti yang ada di gambar.

Kursi tong dengan banyak motif, mudah ditemukan baik itu untuk kursi teras atau kursi ruangan.

Belakangan bahkan sangat mudah ditemukan di kedai-kedai kopi untuk tongkrongan di Kuningan.

Ternyata, salah satu pengrajinnya ada di Cijoho. Adalah pasangan Yulianisingsih dan Tendion yang sudah mulai usaha ini sejak tahun 2019 lalu, sudah dua tahun berjalan.

Pada kuninganmass.com Yuli bercerita awalnya dia bekerja sebagai karyawan pabrik di Karawang.

Suami juga begitu meski berbeda perusahaan. Namun pada 2019 lalu itu, dirinya memilih pensiun dini karena memang sudah punya anak.

“Kalo belajar dari si aa (suami). Liat dari yang lain, dari Youtube belajar,” jelasnya saat ditanya darimana bisa membuat kerajinan begitu, Rabu (18/8/2021) sore.

Kursi tong sendiri, berasal dari limbah pabrik berbahan karton press. Selain memanfatkan waktu dan kesempata, pemanfaatan limbah itulah yang memang ditujunya. Apalagi, hasilnya terbilang lumayan saat dijual sudah dalam tampilan ‘keren’.

“Kalo pesen custom bisa sampe 2 hari, bahkan bisa sehari. Cuman ya percetakannya yang kadang agak lama jadi dua hari. Tapi pernah sehari paling banyak sampe 6 set, diuber-uber ku pesenan,” ceritanya lagi.

Pembuatanya terbilang cukup mudah, karena limbah pabrik yang dikatakan sudah sangat berbentuk dan hanya perlu sedikit polesan, serta keahlian jika ingin dipasang jok dan kaki.

Yuli menyebutkan, semua dikerjakan di rumah dan hanya dibantu keluarga.

“Kalo polosan paling mahal kangge meja misalna Rp 45rebu, da tergantung ukuran nya. Nah pami nu tos custom mah benten deui,” ujarnya dalam bahasa Sunda.

Yuli mengaku dirinya sangat terbuka bagi siapapun yang ingin belajar di tempatnya tanpa biaya apapun.

Bahkan, cukup banyak juga yang akhirnya menjadi pelanggan untuk dijual lagi. Dan disebutkannya, untuk belajar ternyata tidak perlu waktu yang lama.

Selain berjualan langsung dan komunikasi via Whatsapp, Yuli mengaku juga biasa dishare melalui media sosial dan grup-grup facebook.

Dirinya mengaku belum terbiasa untuk terjun di marketplace. (eki)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *