Kini Ada Cengkareng Heliport, Bandara Khusus Helikopter di Soekarno-Hatta

  • Whatsapp

Cengkareng Heliport atau bandara khusus helikopter di Jl. Perimeter Selatan area Bandara Seokarno-Hatta yang dikelola PT Whitesky Aviation. Foto: Wendiyanto Saputro/kumparan
Mau naik helikopter dari atau ke Bandara Soekarno-Hatta? Kini di kawasan tersebut sudah ada bandara khusus helikopter yang dinamai Cengkareng Heliport Capt. A Toos Sanitioso, yang dikelola PT Whitesky Aviation. Lokasi persisnya di sisi selatan Bandara Soekarno-Hatta.

Founder yang juga CEO PT Whitesky Aviation, Denon Prawiraatmadja, menjelaskan Cengkareng Heliport mulai dibangun pada Juni 2017. Kemudian diresmikan pada 23 Agustus 2020 lalu.

“Jadi ini sudah beroperasi sejak 23 Agustus 2020. Cuma karena pandemi, jadi memang belum terlalu ramai. Tapi selalu ada penerbangan, seperti kemarin ada 2 atau 3 flight,” papar Denon Prawiraatmadja dalam perbincangan dengan kumparan di Cengkareng Heliport, Jumat (10/9).

Saat berkunjung ke lokasi itu, kumparan mendapati ada dua unit helikopter milik Whitesky Aviation yang sedang terparkir di hanggarnya. Masing-masing tipe Bell 505 dan Bell 429. Siang itu, sejumlah pegawai Whitesky Aviation sedang menyiapkan Bell 429 untuk mengangkut kargo.

Suasana di dalam ruang tunggu VIP Room Cengkareng Heliport. Foto: Wendiyanto Saputro/kumparan

Di area heliport juga tersedia fasilitas ruang tunggu VVIP. Selain itu terdapat Heliport Emergency Unit, yaitu fasilitas ruang perawatan sementara yang diperuntukkan bagi penanganan transit pasien yang diterbangkan dengan helikopter medis (Medical Evacuation/Medevac).

Heliport untuk Konektivitas Penerbangan

Heliport Cengkareng menempati lahan seluas 3 hektare, milik PT Angkasa Pura II. PT Whitesky Aviation membangun dan mengelola fasilitas tersebut, dengan sistem BOT (Build Operate Transfer) dengan jangka waktu 30 tahun.

Denon yang juga Ketua Umum Asosiasi Angkutan Udara Nasional Indonesia (Indonesia National Air Carriers Association/INACA) menjelaskan, merintis pembangunan heliport di kawasan itu sejak 2015. Mulai dari mengurus regulasi hingga penggunaan lahannya.

“Kalau diceritakan panjang banget prosesnya. Dari masa Menteri Perhubungan Pak Jonan (Ignasius Jonan), sampai Pak Budi Karya. Dari Pak Budi Karya Dirut Angkasa Pura II, sampai berganti oleh Pak Awaludin,” ujarnya.

Dia memastikan lokasi Cengkareng Heliport aman, karena meski bersebelahan dengan Bandara Soekarno-Hatta, namun ada di luar bandara. Sehingga tidak bersilangan dengan arah take off dan landing pesawat di runway Bandara Soekarno-Hatta.

Dua helikopter jenis Bell 505 (kiri) dan Bell 429 terparkir di hanggar Cengkareng Heliport. Foto: Wendiyanto Saputro/kumparan

“Kenapa lokasi heliport ini harus dekat dengan Bandara Soekarno-Hatta? Karena supaya ada connectivity, jadi biaya transportasi itu efisien. Membangun konektivitas ini kan program besar Presiden Jokowi. Makanya bikin tol, tol laut juga, termasuk bandara-bandara baru,” papar Denon.

Sosok Capt. A. Toos Sanitioso

Untuk menuju Cengkareng Heliport, jika datang dari arah Tol Sedyatmo, maka menjelang Bandara Soekarno-Hata berbelok kiri di Soewarna Business Park. Lalu menyusuri jalan perimeter selatan ke arah Jl. Marsekal Surya Darma, Kota Tangerang.
Cengkareng Heliport Capt. A Toos Sanitioso ada di sisi kiri jalan perimeter selatan tersebut. Lokasinya persis menghadap ke runway 1 dan 2 Bandara Soekarno-Hatta.
Peletakan batu pertama pembangunan Cengkareng Heliport. Foto: Dok. INACA

Nama Capt. A Toos Sanitioso sendiri diambil dari sosok terkemuka bidang aviasi, khususnya helikopter. Dia merupakan pilot uji terbang andal, khususnya untuk helikopter. Kualifikasi pilot uji bukan hanya maintenance test pilot, production test pilot, dan level tertinggi adalah experimental test pilot, tapi juga sebagai evaluator pilot.

Antonius Toos Sanitioso sebenarnya lulusan Teknik Sipil Universitas Katolik Parahyangan, Bandung. Tapi kecintaannya pada dunia penerbangan, mendorongnya belajar terbang hingga mendapat lisensi sebagai pilot. Dari pekerjaan di sektor konstruksi, dia pun pindah industri penerbangan milik negara, Nurtanio, yang kini bernama PT Dirgantara Indonesia (PTDI).

Selama 16 tahun, Toos menjadi penerbang helikopter khusus untuk Menristek saat itu, BJ Habibie, hingga Habibie menjadi wakil presiden. Dia pun pernah menjadi penerbang helikopter untuk sejumlah menteri lainnya, hingga Presiden Soeharto. Capt. Antonius Toos Sanitioso lahir di Purwakarta, Jawa Barat pada 1950 dan meninggal 6 September 2016.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *