Kenali Gejala Long Covid-19 pada Anak

  • Whatsapp

Bacaan Lainnya

Tidak hanya orang dewasa, anak kecil pun juga rentan terhadap covid-19. Varian delta adalah salah satu penyebabnya.

Data dari tim Gugus Tugas covid-19 menunjukkan, jumlah anak yang positif covid-19 hingga 13 Juli 2021 sekitar 328 ribu anak berusia 0 – 18 tahun (12,8% dari total kasus terkonfirmasi covid-19). Adapun data Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mencatat setidaknya 1 dari 8 kasus covid-19 terjadi pada anak.

Setelah sembuh, anak pun bisa mengalami long covid. Hal ini menggambarkan gejala yang tetap ada sampai lebih 4 minggu sejak awal gejala covid. Istilah lainnya adalah post viral fatigue syndrome.

“(Ini adalah) kelelahan pasca covid-19 atau fatigue merupakan manifestasi paling sering yang masih dirasakan penyintas covid-19. Menurut studi Shendy (2021), sekitar 64,2 persen penyintas mengalami kelelahan setelah satu bulan sejak gejala pertama covid muncul,” papar dr. Samuel Pola Karta Sembiring dalam instagram @doktersam.

Kondisi ini juga terjadi pada beberapa penyakit lain. Seperti penyintas SARS dan penyintas MERS dulunya juga merasakan lelah setelah sembuh.

Hingga saat ini, dr. Sam mengatakan penyebab rasa lelah ini belum jelas. Namun diduga karena respons peradangan terhadap kerusakan yang ditimbulkan virus. Efek peradangan ini masih dirasakan mesk virus sudah tidak ada.

Faktor kesehatan mental seperti stres maupun cemas juga dapat berkontribusi. Dan menariknya, dr. Sam menambahkan bahwa keluhan ini tidak hanya dirasakan oleh penyintas covid berat tetapi juga dikeluhkan oleh mereka yang memiliki gejala ringan.

 

Dikutip dari Halodoc, ada beberapa gejala yang sering muncul pada anak antara lain, kelelahan terus-menerus, esulitan berkonsentrasi, napas yang menjadi lebih pendek, dan nyeri otot

Penanganan long covid-19

Untuk mengurangi gejala yang ditimbulkan dokter Sam menyarankan agar pasien menerapkan gaya hidup sehat seperti makan bernutrisi, berolahraga, dan mengelola cemas, stres, dan mood anak.

“Fatigue pasca covid butuh penanganan dokter dari berbagai disiplin. Terutama dokter spesialis fisik dan rehabilitasi medik. Jika masih mengalami stres pasca covid-19, berkonsultasilah dengan psikiater. Ini juga membantu pemulihan,” tutupnya. (Medcom/id/M-4)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *