Kenali 6 Jenis Kanker pada Anak yang Perlu Diwaspadai

  • Whatsapp

Jika anak mengalami batuk dan pilek mungkin sudah terdengar biasa. Namun, bagaimana dengan kanker pada anak?

Tentu Moms pasti akan sangat terkejut dan khawatir.

Kanker bisa menyerang siapa saja tanpa memandang usia, termasuk anak sekalipun. Meski tidak menular, kanker adalah penyakit yang sangat mematikan.

Sehingga diperlukan perawatan yang cukup intensif untuk menyembuhkan penderita kanker.

Pada tahun 2018, WHO meluncurkan Inisiatif Global untuk Kanker Anak untuk memberikan bantuan teknis.

Hal ini dilakukan demi mendukung pemerintah dalam membangun dan menopang program kanker anak agar semakin baik.

Sayangnya, gejala-gejala kanker sering kali tidak diketahui karena sulit untuk dikenali, termasuk pada Si Kecil.

Nah, agar Moms lebih tahu apa saja jenis kanker pada anak yuk, kita simak penjelasan di bawah ini!

Baca Juga: 5 Jenis Kanker Ini Sering Menimpa Balita, Waspadai Gejalanya

Jenis-Jenis Kanker pada Anak yang Paling Umum

Hampir setiap sel pada tubuh manusia dapat berkembang secara abnormal menjadi tumor dan kanker.

Menurut Sistem Registrasi Kanker di Indonesia (SriKanDI) tahun 2005-2007, perkiraan angka kejadian kanker anak (0-17 tahun) sebesar 9 per 100.000 anak.

Dengan kata lain, di antara 100.000 anak terdapat 9 anak yang menderita kanker.

Namun, jenis kanker pada anak biasanya berbeda dengan kanker yang dialami orang dewasa.

Walau demikian, sangat jarang kasus kanker pada anak disebabkan karena orang tua memiliki gen kanker.

Tetapi, mutasi gen dapat terjadi akibat radiasi dan paparan rokok saat anak masih dalam kandungan.

1. Kanker Tulang (Osteosarcoma)

Foto: Rallyfoundation.org

Jenis kanker pada anak yang pertama adalah kanker tulang atau osteosarkoma.

Diketahui, osteosarkoma adalah tumor tulang yang terjadi terutama pada remaja dan anak muda.

Tulang kita terdiri dari dua jenis, yaitu “pipih” dan “panjang”.

Tulang pipih membantu melindungi otak dan organ, sedangkan tulang panjang menggerakkan kaki dan tangan.

Sebagian besar tumor ini berkembang di ujung tulang panjang yang membentuk lutut.

Tempat yang paling umum selanjutnya adalah di ujung tulang lengan atas yang dekat dengan bahu. Tempat lainnya, seperti:

Gejala klinis osteosarkoma sering tidak spesifik, misalnya nyeri atau pegal pada area yang terkena. Melansir Medline, gejala klinis lain adalah:

  • Nyeri ketika tidur
  • Massa yang membesar
  • Nyeri yang memberat tanpa tanda-tanda infeksi atau cedera

World Health Organization (WHO) mengklasifikasikan osteosarkoma menjadi tumor sentral (meduler) dan permukaan (periferal).

2. Kanker Otak

_First-ever-drug-to-combat-‘untreatable’-brain-cancer-in-kids-could-offer-a-‘cure’.jpg

Foto: Newsgroove.co.uk

Jenis kanker pada anak yang selanjutnya adalah kanker otak.

Bahkan, sebanyak 15% kanker yang terjadi pada anak-anak di dunia adalah kanker otak.

Otak mengendalikan pembelajaran, memori, indera, emosi, otot, organ, dan pembuluh darah, dengan gejala yang bervariasi.

Banyak jenis tumor otak yang terjadi pada anak-anak. Beberapa di antaranya sangat ganas dan berbahaya.

Penamaan dan penggolongan tumor yang tepat sangat penting, karena hal ini berhubungan dengan perawatan yang tepat, tergantung pada diagnosisnya juga.

Melansir Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, gejala kanker otak yang umum terjadi pada anak-anak meliputi:

  • Sakit kepala, yang lama kelamaan menjadi lebih sering dan berat
  • Rasa tekanan yang meningkat di kepala
  • Mual atau muntah yang tidak bisa dijelaskan penyebabnya
  • Gangguan penglihatan (penglihatan ganda, kabur, sampai kebutaan total)

Tanda dan gejala lainnya yang juga dapat terjadi, tergantung pada lokasi tumor, meliputi:

  • Ubun-ubun yang tegang dan cembung pada bayi
  • Kejang (terutama bila tidak ada riwayat kejang sebelumnya)
  • Gerakan mata yang tidak normal
  • Gangguan menelan
  • Nafsu makan terganggu
  • Gangguan keseimbangan
  • Lemah pada lengan dan/atau tungkai
  • Gangguan ingatan
  • Kepribadian atau perilaku berubah
  • Gangguan pendengaran

Baca Juga: 5 Hal yang Harus Dilakukan Orang Tua Ketika Anak Menderita Kanker

3. Leukemia

188130_1100.jpg

Foto: Medicalnewstoday.com

Jenis kanker pada anak yang selanjutnya adalah leukemia.

Leukemia adalah kanker darah, di mana sel-sel darah putih abnormal diproduksi di sumsum tulang lebih banyak daripada darah merah.

Sel-sel abnormal inilah yang disebut sel-sel leukemia bersifat kanker. Dengan kata lain, mereka tumbuh di luar kendali.

Sel-sel leukemia tidak dapat berfungsi dengan baik. Akhirnya mereka mengeluarkan sel darah normal, termasuk sel darah putih normal, sel darah merah, dan trombosit.

Melansir Cancer Orgnization, ada empat jenis kanker pada anak jenis ini yang umum ditemui, yaitu:

  • Leukimia limfositik akut
  • Leukimia myeloid akut
  • Leukimia myeloid kronis
  • Leukimia limfositik kronis

Seorang anak yang menderita leukemia rentan terhadap infeksi, terlihat pucat, dan mudah memar.

4. Kanker Hati

60168361_460187698075717_7271212868693125991_n.jpg

Foto: Instaphenomenons.me

Jenis kanker pada anak yang selanjutnya adalah kanker hati atau hepatoblastoma. Ini adalah kanker tumor padat pada hati.

Meskipun dapat menyerang orang dewasa, hepatoblastoma lebih sering terjadi pada anak.

Anak yang mengalami hepatoblastoma dapat merasakan gejala berupa rasa tidak nyaman di perut, tubuh terasa lelah, serta kehilangan nafsu makan.

Kanker hati seringkali terjadi pada anak-anak, sekitar 50-70 kasus baru didiagnosis di Amerika Serikat setiap tahunnya.

Kanker ini seringnya terjadi pada anak laki-laki daripada perempuan.

Baca Juga: Orang dengan Diabetes Tipe 2 Lebih Rentan Terkena Kanker Hati, Benarkah?

5. Kanker Kelenjar Adrenal (Neuroblastoma)

download (1).jpg

Foto: Dukehealth.org

Jenis kanker pada anak yang selanjutnya adalah kanker kelenjar adrenal.

Sesuai namanya, jenis kanker pada anak ini kebanyakan terjadi pada kelenjar adrenal yang berada di atas ginjal.

Meski begitu, penyebaran mungkin saja terjadi pada dada, perut, leher, tulang, dan panggul.

Bentuknya seperti benjolan pada perut dan area di sekitar mata berubah kebiruan.

Neuroblastoma biasanya dimulai pada anak usia dini, sekitar dua pertiga dari kasus muncul sebelum usia 5 tahun.

6. Retinoblastoma

Retinoblastoma.jpg

Foto: rnib.com

Retinoblastoma adalah kanker pada anak yang menyerang retina mata. Kanker ini sering dijumpai pada anak usia di bawah 5 tahun.

Di Indonesia, kanker ini berada di urutan kedua dari jenis kanker yang sering menyerang anak setelah kanker darah.

Salah satu gejala awal dan khas dari retinoblastoma adalah munculnya “mata kucing”.

Ini merupakan kondisi ketika pupil mata anak tampak putih mengkilap saat matanya terkena cahaya.

Selain itu, retinoblastoma juga menimbulkan beberapa gejala lain, seperti:

  • Mata merah dan bengkak yang tak kunjung membaik
  • Mata juling
  • Salah satu atau kedua bola mata anak membesar
  • Anak mengeluh penglihatannya buram

Baca Juga: Mata Anak Belekan: Gejala, Penyebab, dan Pengobatannya

Itulah beberapa contoh jenis kanker pada anak yang mungkin seringkali kita temukan.

Menurut National Cancer Institute (NCI) telah terjadi peningkatan yang signifikan dalam kasus kanker anak dalam beberapa dekade terakhir.

Naik 27% sejak 1975 hingga 2016 pada anak-anak di bawah usia 19 tahun, menurut data yang dikumpulkan oleh NCI’s Surveillance, Epidemiology, dan Hasil Akhir Program (SIER).

Makanya Moms harus terus berwaspada pada gejala-gejala yang mungkin timbul, agar bisa segera diobati, ya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *