Kemenkeu AS Mulai Khawatir dengan Kripto, Tanda Mau Melunak?

  • Whatsapp

Jakarta, Sentra Berita Indonesia – Kementerian Keuangan AS bertemu dengan sejumlah pelaku industri kripto (cryptocurrency) minggu ini, untuk menanyai mereka tentang risiko dan manfaat  cryptocurrency yang mencoba menawarkan stabilitas harga dan didukung oleh berbagai aset cadangan (Stablecoin). Mata uang kripto tengah berkembang pesat, yang nilainya dipatok pada mata uang tradisional.

Regulator di Amerika khawatir dengan pasar kripto yang berkembang pesat, dimana nilainya saat ini sudah menembus rekor US$ 2 triliun pada April lalu. Seperti dilansir Reuters, Sabtu (11/9/2021).

Sedangkan nilai kapitalisasi stablecoin pada Jumat kemarin sudah mencapai US$ 125 miliar, menurut salah satu situs data industri CoinMarketCap. Namun sampai saat ini tidak jelas peraturan keuangan mana yang berlaku untuk produk yang relatif baru ini.

Saat ini regulator keuangan di AS sedang memahami risiko dan peluang yang ditimbulkan oleh mata uang kripto terhadap sistem tradisional keuangan di AS. Saat ini juga berencana untuk mengeluarkan sejumlah laporan tentang masalah ini dalam beberapa bulan mendatang.

Juli lalu, Menteri Keuangan AS Janet Yellen mengatakan pemerintah harus bekerja cepat untuk menetapkan kerangka peraturan untuk stablecoin.

Makanya pejabat departemen keuangan pada minggu ini bertemu dengan pelaku industri keuangan untuk membahas potensi regulasi stablecoin, kata tiga sumber.

Dua orang sumber Reuters lainnya mengatakan bahwa dalam pertemuan minggu ini, salah satunya berlangsung pada Jumat kemarin, para pejabat bertanya apakah stablecoin memerlukan pengawasan langsung jika mereka menjadi sangat popular.

Mereka juga mencoba mengurangi risiko terlalu banyak orang yang mencoba menguangkan stablecoin pada saat yang bersamaan. Dan apakah stablecoin didukung oleh aset tradisional.

Pertanyaan lainnya yang dilontarkan banyak pejabat adalah bagaimana stablecoin harus disusun, bagaimana dapat digunakan, apakah kerangka peraturan saat ini sudah cukup, dan masalah keselamatan dan lainnya.

Pada awal pekan ini, pejabat keuangan AS juga akan bertemu dengan sekelompok bank dan serikat kredit untuk membahas masalah serupa. Pejabat keuangan tampaknya mengumpulkan informasi dan tidak membagikan pemikiran mereka tentang bagaimana stablecoin harus diatur.

Informasi yang dikumpulkan pada pertemuan minggu ini diharapkan membantu membentuk laporan treasury yang luas tentang stablecoin, yang akan keluar dalam beberapa bulan mendatang.

Juru Bicara Departemen Keuangan John Rizzo mengatakan department sedang memeriksa potensi dan manfaat hingga risiko stablecoin bagi pengguna, pasar dan sistem keuangan.

“Seiring dengan pekerjaan ini berlanjut departemen keuangan bertemu dengan berbagai pemangku kepentingan termasuk advokat, konsumen, anggota kongres, dan pelaku pasar,” katanya mengutip Reuters, Sabtu (11/9/2021).

Regulator khawatir kenaikan mata uang yang dioperasikan secara pribadi dapat merusak kendali mereka terhadap sistem keuangan dan moneter, meningkatkan risiko, sistemik, mempromosikan kejahatan keuangan, dan merugikan investor.

Komisi Sekuritas dan Pertukaran AS, Komisi Perdagangan Berjangka Komoditi, Federal Reserve dan Kantor Pengawas Keuangan Mata Uang juga sedang mengerjakan proyek mata uang kripto.

[Gambas:Video CNBC]

(hps/hps)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *