Kanada Prediksi Kasus Omicron Melonjak Beberapa Minggu ke Depan

  • Whatsapp
Kanada Prediksi Kasus Omicron Melonjak Beberapa Minggu ke Depan
Vaksin Pfizer-BioNTech COVID-19 diberikan kepada pekerja pendukung pribadi di Rumah Sakit Sipil di Ottawa, Ontario, Kanada, Selasa (15/12). Foto: Adrian Wyld/Pool via Reuters

Kanada memperkirakan kasus COVID-19 varian Omicron akan melonjak dalam beberapa minggu ke depan dan membebani sistem kesehatan.

Dikutip dari Reuters, Kepala Petugas Kesehatan Masyarakat Theresa Tam mengatakan, kenaikan kasus Omicron akan memuncak sebelum surut pada Februari mendatang.

Bacaan Lainnya

Kasus harian COVID-19 di Kanada telah melonjak ke angka 37.500, yang kemungkinan besar turun drastis dari jumlah sebenarnya, mengingat ada kendala dalam kapasitas pengujian di seluruh negara.

"Lonjakan besar kasus Omicron dengan cepat diprediksi akan terjadi dalam beberapa minggu ke depan," kata Tam, Jumat (14/1).

Meski gejala Omicron tidak separah Delta, namun varian baru ini lebih menular dan banyaknya kasus rawat inap baru "dapat mengakibatkan tingkat ketegangan sistem kesehatan dalam beberapa minggu ke depan".

Kanada Prediksi Kasus Omicron Melonjak Beberapa Minggu ke Depan (1)
Seorang petugas kesehatan memberikan vaksin COVID-19 di Toronto, Ontario, Kanada. Foto: Carlos Osorio/REUTERS

Lebih dari 6,5 juta orang Kanada yang memenuhi syarat telah mendapatkan kurang dari dua vaksin COVID-19. Tam mengatakan, cara terbaik untuk menghindari penularan virus corona adalah dengan suntikan vaksin.

Data resmi menunjukkan bahwa 87,6% dari mereka yang berusia di atas 12 tahun telah menerima dua dosis vaksin corona per 1 Januari 2022.

Pemerintah Provinsi Quebec mengatakan pada Kamis (13/1) bahwa pihaknya terus maju dengan rencana untuk memungut "kontribusi kesehatan" pada orang dewasa yang menolak mendapatkan vaksinasi COVID-19, menagih mereka setidaknya 100 Dolar Kanada untuk membantu berkontribusi meningkatkan biaya operasional sistem kesehatan.

Quebec mengatakan melihat tanda-tanda kasus COVID-19 kemungkinan akan mencapai puncaknya. Meski demikian, Tam menilai terlalu dini untuk mengatakan apakah ini benar secara nasional.

"Anda tidak bisa menebak apakah anda telah mencapai puncak setelah puncaknya benar-benar berakhir…. sehingga kita harus menunggu beberapa saat untuk melihat apakah trennya terus berlanjut pada lintasan menurun," pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *