JK tuding Ahok bisa rusak DKI, warganet: Aki-aki ini ternyata kadrun

  • Whatsapp

Mantan Wakil Presiden atau Wapres Republik Indonesia, Jusuf Kalla alias JK blak-blakan mendukung Anies Baswedan di Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta, empat tahun lalu. Lantas, mengapa dia lebih memilih Anies ketimbang pesaingnya, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang diusung partai pemerintah?

Pada video yang tayang di saluran Youtube Berita Satu, JK mengatakan, meski saat itu menjabat di Istana, namun dia tak sejalan dengan partai pemerintah. Sebab, alih-alih mendukung Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, dia justru memilih Anies Baswedan.

Bukan hanya itu, bahkan dia sendiri yang melobi Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto dan Presiden PKS yang saat itu menjabat, Sohibul Iman untuk mengusung Anies Baswedan sebagai Calon Gubernur (Cagub) DKI Jakarta 2017-2022.

“Saya yang mendukung dia (Anies Baswedan) jadi calon gubernur. Ya, itu benar. Malam-malam atau 12 jam sebelum penutupan, saya telepon Pak Prabowo dan Ketua PKS, semuanya setuju,” ujar Jusuf Kalla, dikutip dari Genpi, Minggu 13 Juni 2021.

Massa aksi damai 212 memadati kawasanm Monas, Jakarta, Jumat 2 Desember 2016. (Dok. Tribunnews)

JK menduga, seandainya Ahok yang terpilih sebagai Gubernur DKI Jakarta, maka situasi di Ibu Kota nantinya tak akan kondusif, alias penuh dengan ‘kerusakan’. Hal tersebut yang menurutnya bakal berdampak pada kepemimpinan Presiden Jokowi yang baru memasuki periode pertama.

“Ada bahayanya, mohon maaf, kalau saat itu Ahok yang menang, ribut ini. Bisa-bisa kena akibatnya juga ke Pak Jokowi,” tegasnya.

Warganet komentari pernyataan JK soal Ahok

Komisaris Utama Pertamina
Komisaris Utama Basuki Tjahaja Purnama Foto: Antara

Pada artikel HOPS berjudul ‘Heboh! JK urai ancaman mengerikan andai Ahok menang di Pilgub 2017’ yang tayang di laman aggregator BacaBerita (BaBe), sejumlah warganet ramai mengomentari pernyataan kotroverisal tersebut. Sebagian dari mereka menuding JK kadrun, sebagian lainnya meminta 79 tahun itu tak perlu lagi bicara politik.

“Ternyata si aki-aki dedengkot ini kadrun, ya,” tulis Herman Ongirwalu.

“Sudah pensiun, jadilah warga negara yang baik dan benar. Ingat, akan usia sudah tua. Jangan suka berburuk sangka tak baik,” kata Muhammad Mulkan.

“Ngapain dibahas lagi, kan sudah lewat. Rakyat sudah memilih, dan yang menang sudah menjabat. Kurang kerjaan saja,” komentar Guys.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *