Instagram ‘Add Yours’ dapat menarik scammers, netizens memperingatkan, sebagai fitur dikatakan untuk mendorong oversharing – Kelapa

  • Whatsapp

Tidak ada satu pun fitur media sosial yang dapat sepenuhnya disalahkan atas kecenderungan pengguna untuk berbagi secara berlebihan, tetapi tren yang melibatkan fitur baru Instagram mungkin menjadi tambang emas bagi para penipu, dengan netizen Indonesia sekarang saling memperingatkan tentang bahaya yang mendasari tren tersebut.

Menyoroti obsesi masyarakat Indonesia terhadap platform berbagi foto dan video, Instagram bulan lalu meluncurkan fitur “Add Yours” di Nusantara mengungguli negara lain di dunia (kecuali Jepang). Fitur ini memungkinkan pengguna untuk menempelkan stiker Tambahkan Milik Anda ke cerita Instagram mereka, terutama untuk memacu teman atau pengikut mereka untuk berbagi rantai konten tentang topik tertentu. Ini pada dasarnya adalah kendaraan yang dapat disesuaikan untuk tantangan berbasis topik, atau sarana untuk memicu percakapan tentang hampir semua hal.

Tantangan Add Yours terbaru di Indonesia telah mendorong pengguna untuk membagikan detail pribadi mereka, seperti nama panggilan, nama anggota keluarga, dan tempat tinggal mereka.

Tidak jelas siapa yang menciptakan tantangan khusus ini, tetapi satu anekdot tertentu yang melibatkan pengguna yang ditipu telah menjadi kisah peringatan viral di Twitter.

Pengguna @ditamoechtar_ tweeted pagi ini menceritakan kisah tentang temannya, yang ditipu sebesar Rp35 juta (US$2.455) oleh seseorang yang berpura-pura menjadi bibi yang sangat membutuhkan uang. Teman itu mengatakan bahwa dia percaya penipu itu karena mereka memanggilnya menggunakan nama panggilan yang digunakan keluarganya untuknya, yang dia sadari telah dia bagikan kepada dunia dalam tantangan Tambahkan Milikmu.

Netizen lain juga mengkompilasi tantangan Add Yours yang mencurigakan, seperti meminta pengguna untuk membagikan tanda tangan, alamat, selfie sambil memegang KTP, dan lainnya.

Tetap bertanggung jawab dan jangan overshare, guys. Lagi pula, ada dunia interaksi yang bermakna di luar sana, di luar kepuasan sesaat yang dapat disediakan media sosial untuk kita.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *