Inovasi Membawa AgenBRILink Ini Menjadi Juragan

  • Whatsapp

Jakarta, Sentra Berita Indonesia – Yuliyantin adalah seorang Ibu Rumah Tangga yang menggantungkan penghasilan dari usaha suaminya yang merupakan pengrajin meubel. Untuk membantu suaminya, dia memiliki toko kelontong dan melakukan kredit barang kepada warga sekitar rumahnya.

Awalnya Yuliyantin tidak pernah terpikir menjadi AgenBRILink sampai akhirnya pada 2018 ada Petugas AgenBRILink (PAB) yang menawarkan. Saat itu, dirinya ingin mengajukan pinjaman KUR ke BRI unit Kalipepe untuk tambahan modal usahanya.

Yuliyantin dinilai BRI merupakan nasabah yang baik dengan modal jejaring yang luas di masyarakat. Sempat menolak bergabung, akhirnya dia memutuskan bergabung. Bermodal Rp 5 juta, Yuliyantin mantap menjadi AgenBRILink.



Awalnya, setiap hari transaksi di outlet miliknya hanya 50 transaksi per bulan. Dia putar otak bagaimana menarik minat nasabah agar transaksi terus meningkat.

Setelah satu tahun, dia memiliki ide untuk mengubah tampilan teras rumahnya menjadi outlet AgenBRILink untuk menarik minat nasabahnya. Teras rumah yang awalnya biasa saja, disulap menjadi mirip loket khusus lengkap dengan papan tanda bahwa di rumah tersebut merupakan AgenBRILink.

Jam operasional outlet miliknya mulai pukul 6 atau 7 pagi sampai malam sekitar pukul 9. Nasabah yang melakukan transaksi di outlet miliknya beragam, mulai dari petani tebu, petani biasa, hingga pedagang. Mereka biasanya melakukan bermacam-macam transaksi salah satunya adalah membayar angsuran.

Sejak itu, transaksi di outlet miliknya naik drastis, dari yang awalnya 50 transaksi per bulan menjadi 400 transaksi per bulan. Bahkan, pandemi tidak menyurutkan nasabah untuk tetap melakukan transaksi.

Sebagai antisipasi, dirinya memberikan layanan yang merupakan bagian dari kampanye 3M. Diantaranya adalah bak cuci tangan lengkap dengan sabun, penyekat kaca antara nasabah dan petugas hingga menyediakan masker.

Tak sampai di situ, lambat laun Yuliyantin semakin mempercantik tampilan outletnya. Hasilnya, jumlah transaksi semakin meningkat pesat mulai di mana hingga saat ini menjadi 1.500 transaksi per bulan hingga akhirnya dia menjadi “Agen Juragan”.

Seolah tak pernah puas, dia memberikan hadiah langsung bagi yang bertransaksi di outlet miliknya. “Misalnya, untuk 10 struk akan mendapatkan sabun cuci hingga yang paling besar, bagi yang memiliki 125 struk transaksi bisa ditukar dengan panci goreng tutup kaca” cerita Yuliyantin kepada Petugas Agen BRILink (PAB) Kanca Lumajang Sagita Febriyanti, dan diceritakan kembali kepada Sentra Berita Indonesia.

Kini, transaksi per bulannya sudah menembus 2 ribu transaksi per bulannya. Selain outlet AgenBRILink, dirinya juga tetap membuka toko kelontong di rumahnya. Kegigihan dan inovasi yang dilakukan Yuliyantin menjadi bukti bahwa usaha tak akan menghianati hasil.

AgenBRILink merupakan salah satu cara untuk mendongkrak inklusi keuangan di seluruh Indonesia tanpa terkecuali. Berkat AgenBRILink, transaksi perbankan menjadi mudah tanpa harus ke kantor cabang.

Tak heran, OJK Bersama stakeholder terkait secara serentak di Indonesia melangsungkan Bulan Inklusi Keuangan sepanjang bulan Oktober. Pada bulan khusus ini, akan dilaksanakan berbagai macam program mulai dari kampanye dan sosialisasi terkait inklusi keuangan serta penjualan produk dan jasa keuangan lainnya.

(adv/adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *