Imbas Diskon PPnBM 100 Persen Mobil Baru, Pemerintah Untung Rp 19 Triliun

  • Whatsapp
Tampilan luar Mitsubishi Xpander Exceed Foto: dok. Muhammad Haldin Fadhila/kumparan
Pemerintah mendorong pertumbuhan sektor industri otomotif, melalui diskon PPnBM 100 persen mulai dari Maret sampai Desember 2021.

Otomotif terkena dampak yang sangat besar karena pandemi di 2020. Pemerintah menyadari, industri ini membawa gerbong yang tidak sedikit, khususnya untuk UMKM komponen lokal.

Presiden Jokowi mengatakan, PPnBM yang diberikan sangat mendongkrak penjualan, mendongkrak produksi dari industri otomotif Tanah Air.

Bacaan Lainnya

“Terakhir angka yang saya dapatkan lebih dari 60 persen. Ini sangat baik untuk memberikan dorongan pada pemulihan ekonomi,” ucapnya di sela kunjungan GIIAS 2021, Rabu (17/11).

Raup benefit Rp 19 triliun

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, walaupun tanpa pemasukan pajak barang mewah dari mobil, pemerintah mendapat benefit besar lainnya.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang di pameran otomotif GIIAS 2021 pada Rabu (17/11). Foto: dok. Muhammad Ikbal/kumparan

“Luxury tax berkurang tapi ada benefit di tempat lain itu kalau kita hitung 60 kali lipat dari industri pendukung otomotif mulai dari tier 1 atau 2,” ucapnya.

Kebijakan PPnBM-DTP juga memberikan multiplier effect yang besar. Pemerintah mengalokasikan Rp3 Triliun, bisa diperoleh benefit sebesar Rp 19 triliun dari program ini.

“Keyakinan para pelaku industri ini didorong adanya pemberian relaksasi pajak barang mewah ditanggung pemerintah (PPnBM-DTP), telah memberikan dampak signifikan pada pemulihan sektor industri otomotif, sehingga meningkatkan kepercayaan dari pelaku industri,” tutur Agus.

Agus juga mengatakan, ada potensi kalau kebijakan insentif PPnBM untuk pembelian mobil baru pada tahun 2022. Menarik ditunggu kabar selanjutnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *