Heboh! JK urai ancaman mengerikan andai Ahok menang di Pilgub 2017

  • Whatsapp

Mantan Wakil Presiden Indonesia, Jusuf Kalla alias JK kembali bicara mengenai Pemilihan Gubernur atau Pilgub DKI Jakarta 2017 lalu. Kala itu, JK mengaku, pilihannya jatuh kepada Anies Baswedan–Sandiaga Salahuddin Uno. Lantas, mengapa dia mendukung pasangan tersebut?

Diketahui, meski sudah berlalu empat tahun, namun kontestasi politik tersebut masih menyisakan cerita yang sulit dilupakan publik. Karuan saja, meski hanya berskala daerah, namun Pilgub DKI 2017 diramaikan sejumlah peristiwa massa, mulai dari aksi dan demo berjilid-jilid, pecahnya isu rasisme, hingga terpenjaranya salah satu kandidat gubernur.

Aksi 212. Foto: Istimewa.

Pada video yang tayang di saluran Youtube Berita Satu, JK mengatakan, meski saat itu menjabat di Istana, namun dia tak sejalan dengan partai pemerintah. Sebab, alih-alih mendukung Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, dia justru memilih Anies Baswedan.

Bukan hanya itu, bahkan dirinya sendiri yang melobi Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto dan Presiden PKS saat itu, Sohibul Iman untuk mengusung Anies Baswedan sebagai Calon Gubernur (Cagub) DKI Jakarta 2017-2022.

“Saya yang mendukung dia (Anies Baswedan) jadi calon gubernur. Ya, itu benar. Malam-malam atau 12 jam sebelum penutupan, saya telepon Pak Prabowo dan Ketua PKS, semuanya setuju,” ujar Jusuf Kalla, dikutip dari Genpi, Minggu 13 Juni 2021.

JK sebut bahaya andai Ahok kalahkan Anies di Pilgub DKI

Komisaris Utama Pertamina
Komisaris Utama Basuki Tjahaja Purnama Foto: Antara

Lebih jauh, JK menilai, seandainya Ahok yang terpilih sebagai Gubernur DKI Jakarta, maka situasi Ibu Kota nantinya tak akan kondusif, alias penuh dengan perpecahan. Hal tersebut yang kemudian bakal berdampak pada kepemimpinan Presiden Jokowi yang baru memasuki periode pertama.

“Ada bahayanya, mohon maaf, kalau saat itu Ahok yang menang, ribut ini. Bisa-bisa kena akibatnya juga ke Pak Jokowi,” tegasnya.

Meski terang-terangan mengaku mendukung Anies Baswedan, namun JK meminta mantan Menteri Pendidikan tersebut tak buru-buru ikut Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Sebab, kata JK, ada sejumlah masalah di Jakarta yang belum benar-benar dituntaskan.

“Saya bilang ke Anies Baswedan, jangan bicara pencapresan sekarang. Bangun saja dulu Jakarta agar tidak macet, tidak banjir, bersih, dan sebagainya,” kata dia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *