Hattrick Kasus Kematian selama Tiga Hari PPKM Level 4

  • Whatsapp

Jakarta, Sentra Berita —

Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa-Bali maupun luar wilayah itu hingga 25 Juli 2021. Perpanjangan itu dilakukan usai pemerintah menilai lonjakan kasus virus corona (covid-19) di Indonesia belum mengalami pelandaian kasus yang signifikan.

Pemerintah juga memutuskan mengganti istilah PPKM Darurat, menjadi PPKM Level 4.Namun demikian, Presiden Joko Widodo menyebut pemerintah akan mulai membuka secara bertahap aturan di PPKM Darurat, apabila di 26 Juli kasus covid-19 di Tanah Air mengalami perkembangan yang menuju ke arah pelandaian kasus.

Bila dilihat dari perkembangan kasus covid-19 selama 3 hari PPKM Level 4 dengan dibandingkan pada 3 hari sebelumnya, maka terlihat beberapa perbedaan seperti peningkatan jumlah kasus kematian, namun positivity rate menurun.

Pada kasus konfirmasi positif covid-19 misalnya, pada periode 18-20 Juli jumlah kumulatif penambahan kasus positif covid-19 di Indonesia mencapai 117.303 kasus. Kemudian pada periode 21-23 Juli jumlah kasus positif covid-19 naik menjadi 132.352 kasus.

Selanjutnya pada kasus kematian warga yang meninggal akibat covid-19. Tercatat dalam kurun 18-20 Juli sebanyak 3.711 warga meninggal dunia akibat covid-19, sementara pada periode tiga hari PPKM Level 4 tercatat kasus naik menjadi 4.398 orang yang meninggal dunia.

Pada perkembangan kasus kematian warga yang terinfeksi covid-19 juga mencetak hattrick rekor baru selama tiga hari berturut-turut. Pada 21 Juli, Indonesia mencapai rekor baru kasus kematian harian yakni 1.383 kasus. Disusul rekor baru pada 22 Juli dengan 1.449 kasus, dan rekor kematian baru pada 23 Juli sebanyak 1.566 kasus.

Pun penambahan serupa terjadi pada kasus aktif atau kasus warga yang tengah menjalani perawatan di fasilitas kesehatan maupun isolasi mandiri di rumah masing-masing. Periode tiga sebelum PPKM Level 4, kumulatif kasus aktif berada di angka 1.635.366 orang. Sementara pada periode 21-23 Juli jumlah warga yang dirawat maupun isoman naik mencapai 1.680.979 orang.

Tentunya penambahan kasus aktif ini bukan merupakan perkembangan yang baik, sebab semakin tinggi kasus aktif akan berimplikasi terhadap meningkatnya tingkat keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) sejumlah rumah sakit rujukan pasien covid-19 di Indonesia.

Selain perkembangan yang cukup buruk, ternyata masih ada beberapa aspek yang mengalami perkembangan cukup baik. Pertama, positivity rate alias rasio kasus warga terpapar virus corona harian yang mengalami penurunan.

Apabila dalam periode 19-20 Juli jumlahnya rata-rata di 30,89 persen. Maka pada tiga hari selama periode PPKM Level 4, positivity rate rata-rata turun menjadi 24,9 persen. Meski begitu, capaian itu tetap memperlihatkan bahwa kondisi Indonesia masih ‘darurat’.

Sebab, Badan Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan ambang batas minimal angka positivity rate kurang dari 5 persen. Sehingga, apabila positivity rate suatu daerah semakin tinggi, maka kondisi pandemi di daerah tersebut memburuk sehingga perlu ditingkatkan kapasitas pemeriksaan covid-19 di wilayah tersebut.

Adapun untuk perkembangan baik kedua adalah, jumlah warga yang diperiksa harian meningkat selama periode 21-23 Juli yang tercatat secara kumulatif sebanyak 547.319 orang yang diperiksa. Sementara pada periode 18-20 Juli, jumlah warga yang diperiksa hanya 380.181 orang.

Kemudian perkembangan baik ketiga, jumlah kasus warga yang sembuh dari covid-19 juga mengalami kenaikan. Apabila pada periode 18-20 Juli jumlah kumulatif warga sembuh sebanyak 91.272 orang, maka selama periode 21-23 Juli, jumlah warga yang sembuh naik menjadi 108.245 orang.

(kha/ugo)

[Gambas:Video CNN]


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *