Harga Emas Tiba-Tiba Kembali Sentuh Level Psikologis

  • Whatsapp

Jakarta Sentra Berita Indonesia – Harga emas dunia di pasar spot menguat sepanjang pekan ini, menyentuh kembali level psikologis US$ 1.800 per troy ons, di tengah kenaikan inflasi di Amerika Serikat (AS).

Bacaan Lainnya

Harga jual logam mulia tersebut di pasar spot dunia dibanderol di harga US$ 1.808,12 per troy ons pada Jumat (25/12/2021) atau naik 0,58% atau setara US$ 10,44 per troy on, dari posisi Jumat pekan lalu senilai US$ 1.797,68/troy ons.

Sebenarnya pada dua hari pertama pekan ini, harga aset minim risiko (safe haven) ini melemah, tetapi lantas berbalik melesat pada hari ketiga (Rabu), sebesar 0,84% atau setara US$ 15 per troy ons, menjadi US$ 1.803,4/troy ons.

Bagi investor global, emas merupakan aset lindung nilai yang kian bersinar ketika inflasi meninggi sementara suku bunga acuan tetap rendah yang membuat harga obligasi pemerintah AS menjadi kurang menarik karena tergerus inflasi.

Belanja konsumsi personal (personal consumption expenditures/PCE) di AS per November diumumkan menguat 0,6% secara bulanan, sementara secara tahunan tumbuh 4,7% atau lebih tinggi dari ekspektasi pasar di level 4,5%.

Di sisi lain, bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) sejauh ini baru menyatakan baru akan menaikkan suku bunga acuan secepatnya pada Maret tahun depan, memberikan ruang selama 6 bulan bahwa inflasi bakal meninggi tanpa diimbangi peningkatan suku bunga acuan.

Bagi aset pendapatan tetap, inflasi tinggi merupakan musuh utama yang menggerus imbal hasil investor. Pada perdagangan Jumat kemarin, imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun berada di level 1,493% atau menguat jika dibandingkan dengan posisi Jumat pekan lalu di angka 1,407%. Artinya, harga sedang melemah.

Di tengah penurunan imbal hasil tersebut, obligasi pemerintah AS pun cenderung kurang menarik jika dibandingkan dengan emas yang menjanjikan return lebih tinggi melawan inflasi. Perburuan emas memicu kenaikan harga.

Analis Komoditas Reuters Wang Tao menargetkan harga emas akan ada di US$ 1.815/troy ons. “Harga emas akan mencoba menguji titik resistance US$ 1.815/troy ons. Begitu tertembus, ada peluang naik lagi menuju US$ 1.830/troy ons,” tulis Wang dalam risetnya.

TIM RISET Sentra Berita INDONESIA

[Gambas:Video CNBC]

(ags/ags)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *