Gubernur Ansar: Tidak Ada Jual-Beli Jabatan

  • Whatsapp
Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad melantik 306 pejabat di Gedung Daerah Tanjungpinang, Kamis (14/10). (Foto: Kominfo Kepri)

Batam (SentraBerita.com) – Usai perubahan pejabat Pemprov Kepri, Gubernur Kepri Ansar Ahmad menegaskan tidak ada jual-beli jabatan selama kepemimpinannya.

Menurut Ansar, jual beli jabatan tersebut akan merusak tatanan pemerintahnya. Setiap jabatan yang diisi lingkungannya merupakan hasil dari musyawarah badan pertimbangan jabatan dan kepangkatan.

Ansar menegaskan ia tidak pernah melakukan pembuangan terhadap pejabat eselon III dan IV, namun hanya dimutasi.

|Baca Juga: Terpental dari Seleksi Sekda Kepri, Jefridin: Saya Ikhlas

“Saya tidak pernah jual-beli jabatan, dinas-dinas yang penting dan orangnya tidak layak, tidak kredibel, kita pindahkan,” katanya, Minggu (24/10).

Tokoh Partai Golkar itu menegaskan, tidak adanya nepotisme di seluruh jajaran pejabat Provinsi Kepri. Ia mengimbau, jika ada oknum yang melakukan jual beli jabatan segera melaporkan hal tersebut.

“Makanya begini saja kalau ada yang memang untuk ini (mendapatkan jabatan) bayar membayar sama staf khusus kasih tahu saja saya, pasti saya ganti,” tegasnya.

Ia mengatakan sudah berpesan kepada seluruh pegawainya untuk tidak berlaku curang dalam penempatan ASN ke suatu jabatan.

“Saya sudah pesan tidak ada yang boleh begini, tak apa-apa kita tak ada duit tapi bukan begitu caranya,” tutupnya. (Engesti)

|Baca Juga: Lika-Liku Perjalanan Ansar dan Marlin ke Dompak

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *