Gejalanya Terlihat Sama, Ini Perbedaan Flu Perut dan Keracunan Makanan, Jangan Terbalik!

  • Whatsapp

Ketika perut terasa tidak nyaman, biasanya kita langsung berpikir kalau makanan yang baru dimakan adalah penyebabnya. Saat rasa tidak enaknya makin menjadi, kita sering mendiagnosis diri sendiri bahwa kita mengalami keracunan makanan. Tapi pernahkah terlintas jika itu adalah flu perut?

Kenapa? Karena tidak selamanya perut yang terasa tidak enak berkaitan dengan keracunan makanan dan bisa juga flu perut. Gejala-gejala keracunan makanan dan flu perut memang mirip, namun ternyata keduanya berbeda. Yuk, kita bahas satu persatu perbedaannya.

Baca Juga: Hati-hati, Keracunan Makanan Bisa Disebabkan Bakteri yang Menempel Lap Dapur

Perbedaan Flu Perut dan Keracunan Makanan

Keracunan makanan biasanya disebabkan oleh beberapa jenis makanan yang terkontaminasi. Menurut Centers For Disease Control and Prevention (CDC), setidaknya lebih dari 48 juta orang Amerika mengalami penyakit bawaan makanan setiap tahun.

“Ini bisa disebabkan oleh makan makanan mentah atau ayam, daging, buah-buahan dan sayuran yang tidak higienis atau terkontaminasi dengan sejumlah bakteri, virus dan parasit,”papar pakar gastroenterologi Dr. Saurabh Sethi dari Harvard Medical School, AS seperti dikutip dari medicalnewstoday.com

Sementara flu perut disebabkan oleh kontak dengan virus seperti adenovirus atau norovirus. Orang-orang kadang-kadang menyebut penyakit ini flu perut, meskipun nama ini menyesatkan, karena influenza menyerang sistem pernapasan.

Seperti keracunan makanan, virus ini dapat menyebabkan muntah dan diare. Moms dapat mudah tertular “flu perut” dengan melakukan kontak dekat dengan seseorang yang terkena flu atau menyentuh permukaan yang terkontaminasi seperti gagang pintu atau telepon

1. Proses Penularan

Diare.jpg

Foto: SentraBerita.com Photo Stock

Keracunan makanan dan flu perut menular dengan cara yang berbeda.

Flu Perut

Sedangkan flu perut sangat mudah menular dan dapat menyebar dengan cepat. Orang yang terinfeksi virus perut menular dari saat mereka mulai merasa sakit dan juga untuk beberapa hari pertama setelah sembuh. Virus perut dapat menyebar dalam beberapa cara berbeda, diantaranya makan makanan atau minuman cair yang sudah terkontaminasi virus sehingga sebabkan flu perut.

Proses penularan flu perut juga bisa terjadi jika memiliki kontak mulut langsung atau tidak langsung dengan orang yang terinfeksi ataupun permukaan dengan virus di atasnya. Terakhir, virus flu perut ini juga ada dalam muntahan serta kotoran orang yang terinfeksi.

Keracunan Makanan

Kontaminasi silang sering menjadi penyebab keracunan makanan, dimana organisme berbahaya berpindah dari satu permukaan ke permukaan lainnya.

Makanan mentah dan siap makan, seperti salad, sangat berisiko terkontaminasi. Bakteri dapat tumbuh dengan cepat ketika sejumlah makanan, termasuk daging, produk susu, dan saus, tidak disimpan pada suhu yang tepat.

Bakteri dan organisme berbahaya lainnya menghasilkan zat beracun yang dapat menyebabkan radang usus ketika dimakan.

Kontaminasi juga dapat terjadi di rumah jika daging mentah tidak ditangani atau dimasak dengan benar. Dan dua jenis bakteri yang sering dikaitkan dengan keracunan makanan adalah bakteri Salmonella dan E. coli.

Baca Juga: Pertolongan Pertama Jika Balita Alami Keracunan Makanan

2. Gejala-gejala yang Timbul

Muntah.jpg

Foto: SentraBerita.com Photo Stock

Ada sedikit perbedaan antara keracunan makanan dan flu perut.

Flu Perut

Gejala-gejala virus perut biasanya lebih berat dibanding keracunan makanan. Gejala-gejalanya meliputi diare yang berair atau berdarah, kehilangan nafsu makan, mual atau muntah, kram perut, nyeri otot atau kelemahan.

Lalu, gejala flu perut lainnya juga didapati demam ringan dan sakit kepala atau pusing. Flu perut biasanya tidak menyebabkan tinja berdarah. Namun, jika kotoran moms mengandung darah, bisa menandakan infeksi yang lebih serius. “Gejala-gejala flu perut ini juga berlangsung lebih lama dibanding keracunan makanan, yakni hingga 10 hari,” kata Dr. Sethi.

Keracunan Makanan

Gejala keracunan makanan bisa terjadi dalam 6 jam setelah makan. Biasanya oang yang keracunan akan mengalami, antara lain, diare, mual, muntah, sakit perut, kram dan demam.

Penyakit akibat keracunan makanan dapat berlangsung dari beberapa jam hingga beberapa hari, tetapi sebagian besar kasus hilang dalam sehari.

Salad, unggas mentah atau kurang matang, telur, makanan laut, dan produk berbasis susu lainnya adalah makanan berisiko tinggi menjadi sumber penyebab keracunan makanan.

Baca Juga: Keracunan Makanan? Redakan dengan 5 Bahan Alami Berikut Ini

3. Diagnosis

Konsultasi dengan dokter untuk pengobatan

Foto: SentraBerita.com Photo Stock

Mendiagnosis keracunan makanan bisa cukup sulit, terutama jika moms tidak dapat mengidentifikasi penyebab tertentu. Dokter mungkin dapat menguji feses untuk mengidentifikasi patogen penyebab penyakit.

Begitu juga dengan flu perut, tidak ada metode tunggal untuk mendiagnosis virus perut. Dokter kemungkinan akan mendasarkan diagnosis pada gejala yang muncul saja.

Tes tinja cepat dapat digunakan untuk mendeteksi rotavirus atau norovirus, tetapi tidak ada tes cepat untuk virus lain. Sampel tinja juga dapat digunakan untuk menyingkirkan infeksi bakteri atau parasit.

4. Pengobatan

Sakit kepala.jpg

Foto: SentraBerita.com Photo Stock

Tidak ada pengobatan yang pasti untuk flu perut maupun keracunan makanan. Virus sering kali harus menyelesaikan siklus hidupnya sebelum berhenti mempengaruhi jaringan dan sistem, dan sistem kekebalan biasanya menangani patogen yang menyebabkan keracunan makanan tanpa bantuan medis.

Namun ada beberapa langkah yang bisa dilakukan Moms di rumah untuk membantu pemulihan dari flu perut atau keracunan makanan.

  • Biarkan perut tenang. Cobalah untuk tidak makan makanan padat selama beberapa jam.
  • Sedot balok es atau ambil sedikit air. Kita harus minum banyak cairan untuk mencegah dehidrasi. Hindari jus atau minuman lain yang dapat memperburuk diare.
  • Dorong diri sendiri untuk kembali makan. Mulailah dengan makanan hambar, mudah dicerna, seperti roti panggang, dan nasi. Berhenti makan jika perasaan mual kembali.
  • Hindari zat tertentu sampai merasa lebih baik. Ini termasuk susu, kafein, alkohol, gula, dan makanan berlemak atau makanan dengan bumbu yang kuat.
  • Probiotik atau Lactobacillus casei GG dan S boulardii merupakan pengobatan rumahan yang dapat membantu dalam beberapa kasus gastroenteritis virus, dan dapat membantu diare berair. Yogurt sering mengandung probiotik ini. Pilih yogurt rendah lemak atau bebas lemak, jika Anda bisa mentolerir produk susu.
  • Suplemen Zinc diyakini dapat mengurangi keparahan dan durasi flu perut.
  • Akupresur. Tekanan jari digunakan untuk merangsang titik-titik pemicu pada tubuh yang dapat membantu meredakan mual dan muntah; khusus, titik tekanan P-6 (juga disebut Neiguan) adalah titik di pergelangan tangan bagian dalam yang dapat dipijat.

Orang-orang harus berhati-hati terhadap obat-obatan yang dijual bebas (OTC), karena beberapa obat tersebut justru dapat memperburuk infeksi. Bahkan obat anti-diare dapat memperburuk keadaan jika bakteri-bakteri tertentu yang menjadi penyebabnya.

Baca Juga: Cara Mengolah Makanan yang Benar Agar Tidak Keracunan Makanan

5. Cara Mencegah

sakit perut

Foto: SentraBerita.com Photo Stock

Lalu, bagaimana cara mencegah flu perut dan keracunan makanan?

Flu Perut

Meskipun penyakit perut terkadang disebut flu perut, tapi vaksin flu tidak dapat mencegahnya. tidak akan mencegahnya. Dilansir dari Healthline, Berbagai jenis virus menyebabkan penyakit perut. Antibiotik tidak akan membantu mengobati penyakit perut karena antibiotik bekerja untuk mengobati infeksi bakteri, bukan virus.

Ambil langkah-langkah untuk mencegah diri Anda menularkan flu perut kepada orang lain. Biasanya, keadaan flu perut paling menular itu beberapa hari sesudahnya selain itu bakteri tetap berada di tinja hingga dua minggu lamanya.

Maka, sering-seringlah mencuci tangan dan tinggal di rumah setelah bekerja atau sekolah setidaknya selama beberapa hari setelah merasa lebih baik.setidaknya selama beberapa hari.

Pertimbangkan juga agar Si Kecil mendapatkan vaksin melawan rotavirus saat mereka berusia 2 bulan.

Keracunan Makanan

Ikuti langkah-langkah ini untuk membantu mencegah keracunan makanan:

  • Jaga kebersihan permukaan persiapan makanan, peralatan, dan tangan
  • Masak daging sapi giling hingga 160 derajat Fahrenheit (71 derajat Celsius).
  • Masak daging panggang, steak, dan daging hingga 145 derajat Fahrenheit (62 derajat Celsius).
  • Masak ayam dan kalkun hingga 165 derajat Fahrenheit (73 derajat Celsius).
  • Pastikan seafood benar-benar matang.
  • Pastikan makanan kaleng berasal dari distributor terpercaya.
  • Dinginkan semua makanan yang mudah rusak dalam waktu satu jam.
  • Buang makanan yang terlihat atau baunya meragukan.

Jangan khawatir Moms, perut biasanya akan sembuh tanpa perawatan dalam 24 hingga 28 jam. Namun, perawatan di rumah sangat penting untuk pemulihan yang cepat.

Jika kemudian timbul gejala-gejala seperti tinja atau muntah mengandung darah, dehidrasi sampai demam tinggi, maka Moms harus segera mengunjungi dokter, karena bisa jadi Moms menderita flu perut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *